Di sisi lain restoran, Kinara berdiri di depan meja kerja sang manajer. Ruangan itu sempit, berbau kopi pahit dan asap rokok samar. Di tangannya, kartu ATM yang sejak tadi ia genggam terasa semakin dingin.
“Maaf, Pak … saldonya memang tidak cukup,” ucap Kinara pelan, menahan rasa malu yang menusuk. “Saya akan cari cara lain. Saya bisa tinggalkan identitas atau...”
Manajer restoran itu, pria setengah baya dengan senyum yang terlalu lebar dan menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap Kinara dari atas ke bawah tanpa malu.
“Ah, anak muda … zaman sekarang kalau cantik begini masih ribet mikirin uang,” katanya, nadanya rendah dan menjijikkan. “Sebenarnya ada cara lain supaya tagihan ini … beres.”
Kinara menegang. “Cara apa?”
Pria itu berdiri, melangkah mendekat terlalu dekat. “Kita bisa bicara santai. Cuma berdua.l, dan anggap saja … kompensasi.”
Darah Kinara mendidih. Uang di kartu itu memang sisa tabungannya sejak kuliah, hasil kerja serabutan setelah ia diusir dari rumah. Setiap rupiah punya harga diri dan pria ini berani menginjaknya.
“Kurang ajar,” desis Kinara.
Tangannya terangkat lebih dulu sebelum pikirannya sempat menahan.
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi sang manajer ruangan itu seketika sunyi.
“Jangan pernah sentuh aku dengan pikiran kotormu,” bentak Kinara, matanya menyala marah. “Aku lebih miskin dari kamu, tapi harga diriku nggak murahan!”
Manajer itu terhuyung, wajahnya merah padam. “Perempuan gila! Kamu tahu dengan siapa kamu...”
Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka, setelah diketuk beberapa klau tetapi tak ada jawaban.
“Maaf, Pak,” suara pelayan terdengar gugup di belakang. “Asisten Tuan Arman mencari Nyonya. Katanya … urusan penting.”
Rudi masuk tepat di saat suara bentakan masih menggantung di udara. Langkahnya terhenti ketika ia melihat posisi Kinara, wajah manajer yang memerah, dan jarak yang terlalu dekat di antara mereka.
“Ada apa ini?” tanya Rudi, suaranya dingin. Manajer itu hendak berbicara, namun Kinara lebih dulu bersuara, tegas tanpa gentar…
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh
Episode 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
reza indrayana
untung si kecil mengingatkan kalau mommynya tidak punya cukup uang untuk membayar makanan yang dinkesan itu...
jadi dredeg nichh...
2026-09-04
0
Lita Widayanti
kinarah tetap salah... memasang badan tp trus membuat org tersebut kehilangan penghasilan... kinara yg tdk punya hati
2026-07-06
0
Ima Kristina
Kamu juga yang salah Arman...masak CEO tidak memberi salah satu ATM buat Kinara
2026-05-24
0