Kinara melangkah masuk lebih dulu. Wajahnya pucat, napasnya masih memburu, tetapi matanya menyala begitu tajam, penuh perlindungan. Begitu ia melihat Aksa berdiri sendiri di tengah ruangan, dikelilingi tatapan orang dewasa yang menghakimi, dadanya terasa seperti diremas.
“Ini tidak benar,” lanjut Kinara tegas.
Belum sempat siapa pun menjawab, pria itu langsung menudingnya.
“Siapa kamu?” tanyanya ketus. “Pengasuh anak itu, ya?”
Beberapa orang tua lain mengangguk seolah sudah sepakat. Kinara melangkah maju, berdiri tepat di depan Aksa, tubuhnya seperti perisai. Dengan suara lantang dan bergetar oleh emosi, ia berkata,
“Dia anakku.” Ruangan itu membeku.
“Aku ibunya,” lanjut Kinara tanpa ragu, “bukan pengasuhnya.”
Bisik-bisik langsung pecah. Ibu anak itu tertawa sinis.
“Ibunya? Lalu di mana selama ini? Anak ini jelas tidak punya ibu!”
Kinara hendak membalas, namun suara gesekan roda kursi Arman di ambang pintu menghentikan semuanya.
Kursi roda Arman berhenti tepat di ambang pintu. Sosoknya tegak, rahangnya mengeras, wajahnya dingin seperti batu. Setelan mahal membalut tubuhnya dengan sempurna, dan tatapan kelamnya membuat ruangan yang sudah panas itu terasa semakin sesak.
Semua orang menoleh, tak satu pun berani lama-lama menatapnya. Aura Arman terlalu kuat dan juga begitu tenang, berbahaya, dan berkelas. Pria yang jelas terbiasa memberi perintah, bukan menerima penilaian.
Tatapan Arman langsung jatuh pada Aksa. Tanpa bertanya, tanpa mendengar penjelasan.
“Berapa kali?” suaranya rendah, dingin, dan menusuk.
“Kamu selalu membuat onar.”
Aksa menegang.
“Tidak pernah berubah,” lanjut Arman datar. “Selalu berkelahi dan selalu mencari gara-gara dengan orang lain.”
Kata-kata itu menghantam lebih keras dari hinaan siapa pun di ruangan itu. Aksa menunduk, tangannya mengepal. Rahangnya mengeras menahan sesuatu yang hampir pecah.
Kinara berbalik perlahan dan menatap Arman tidak suka.
“Cukup, Pak Arman.”
Semua orang terkejut, Kinara melangkah mendekati Arman, matanya berkilat marah…
Mendadak Jadi Ibu Tiri Putra CEO Lumpuh
Episode 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
febby fadila
tunggu dulu arman kecalakaan baru setahun lalu wong seoarang maneger nggak siapa bos nya, apa selama ini arman nggak terllu populer 🫣🤣🤣
2026-08-31
0
Ima Kristina
kecelakaan terjadi setahun yang lalu ...apa Arman sebagai CEO gak pernah datang di perusahaan kok karyawannua gak tahu ya
2026-05-24
0
Oppung Caroline Pasaribu
sudah kuduga kejadian seperti itu
2026-02-06
1