Mobil sudah berhenti tepat di pintu gerbang les. Anika mulai mengantar ketiga anaknya masuk ke dalam, Langka kecil mereka sudah mulai menghilang dibalik pintu. Saat ini dirinya mulai kembali ke dalam mobil ia menyempatkan diri membuka jendela agar udara sore menyapa.
Dia mulai menyentuh lengan kirinya yang terasa sedikit pegal, tadi pas di tempat abang-abang penjual gula-gula seseorang sedikit menyenggolnya, dan lengannya merasa tercubit keras akan tetapi ia tidak berpikiran macam-macam mungkin hanya nyeri biasa, pikirnya.
Namun beberapa menit berlalu, rasa pegal itu menjalar. Awalnya ke bahu. Lalu ke leher. Bahkan matanya mulai terasa berat untuk fokus.
“Kenapa... kaki aku... lemas?” gumamnya pelan. Tangannya bergetar saat mencoba mengambil botol air minum di dashboard. Tapi jari-jarinya tak bisa menggenggam erat. Botol itu jatuh begitu saja ke lantai mobil.
Anika mulai panik. Ia mencoba memanggil seseorang melalui ponsel. Namun lidahnya terasa berat. Seperti tertahan. Seperti... tidak bisa dikendalikan.
"Ma .... Mas .... Eng ... ak ....," ucapnya tercekat mulutnya terasa kaku dan lidah terasa peluh.
Air mata mulai jatuh membasahi pipi, ia sadar betul dengan keadaan ini, akan tetapi tubuhnya tidak mau menurut dan susah untuk digerakkan, suaranya tercekat ingin berteriak akan tetapi hanya helaan nafas yang terputus-putus.
Seorang mengawasinya dari jauh, mulai mengintip di balik pohon rindang ia sengaja berdiri tegak agar Anika melihatnya. Ya dia merupakan sesepuh Aslan wanita itu mengenakan topi dan Hoodie gelap, wajahnya datar tapi bibirnya mulai tersenyum tipis.
"Dosis pertama berhasil," gumamnya lirih nyaris tak terdengar.
Anika masih bertarung dengan tubuhnya yang semakin berat. kaca mobil masih terbuka sebagian, dan tak lama kemudian seorang wanita paruh baya menghampiri.
"Kita bisa membunuh tanpa menyentuh," bisiknya sebelum akhirnya menghilang dari hadapan Anika.
Anika ingin melawan akan tetapi tubuhnya terasa berat mulutnya seperti terkunci dan…
Om Aslan Ini Ketiga Anakmu
Bab Lima Puluh Tujuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Maryami
ya Allah thor, km jahat zmat, jantungku tak aman
2025-08-18
0
guntur 1609
kau terlalu lambat dan lembek Aslan. akhirnya istri dan calon anakmu yg jadi korban. tu pun jangan sampai kau memaafkan mereka
2025-09-15
0
Dhydha
bandel anika.. aslinya klo bnr itu zat kimianya berbahaya sdh berpengaruh ke janin donk
2025-10-07
0