Puas berbelanja akhirnya Anika dan Nivea mulai menyusul ketiga kembar itu yang ternyata sudah ada di dalam play ground, dari sini Anika bisa menyaksikan sendiri kebahagiaan ketiga anak-anaknya.
"Alhamdulillah mereka bisa setenang itu," ucap Anika.
"Mereka memang pantas untuk bahagia Nik," sahut Nivea.
"Makasih ya, kamu sudah mewujudkan impian mereka untuk pergi ke Mall dan bermain di play ground, adalah impian mereka," ucap Anika sejenak menyisipkan senyum simpulnya.
Senyum yang terlihat samar, antara bahagia dan sedih, karena selama menjadi seorang ibu dia belum pernah bisa melihat wajah-wajah polos itu seceria ini, rasanya dia begitu egois mengangkut beban besar ini sendirian.
Menyembunyikan rahasia besar ini sendiri, karena dia berpikir akan sanggup menghadapinya, tapi pada kenyataanya dia selalu membawa ketiga anaknya ke dalam luka yang di paksa sembuh padahal masih basah.
"Vea apa aku ini terlalu egois sudah menyembunyikan identitas mereka bertiga?" tanya Anika dengan senyum yang sedikit masam.
"Kau tidak salah Nika, yang kau lakukan ini sudah benar, menyelamatkan seorang anak yang tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri, kau ibu yang kuat dan hebat, bertahan meskipun badai selalu menerpa kehidupan kalian berempat," ucap Vea sambil menggenggam kuat tangan sahabatnya itu.
Tangan Nivea yang menggenggam erat membuat hati Anika sedikit hangat. Tapi di balik itu, pikirannya terus mengembara, kepada masa lalu, kepada sosok yang tak pernah bisa ia kubur meski bertahun-tahun telah berlalu.
Anika menatap Arjuna, Arash, dan Aruna yang kini tengah bermain di wahana bola warna-warni. Tawa mereka membumbung ke udara, seolah tidak pernah ada luka di balik tawa itu.
Tapi luka itu nyata. Dan itu berasal darinya—ibunya sendiri.
"Vea..." suara Anika kembali pelan, hampir tak terdengar. "Kalau suatu saat anak-anak tahu siapa ayah mereka... dan ternyata dia masih hidup... apa mereka akan membenciku karena telah berbohong selama ini?"
Nivea menoleh, menatap dalam sahabat…
Om Aslan Ini Ketiga Anakmu
Bab Tiga Belas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Maryami
kok aku deg degan dan antusias amat untuk lihat ayah dan anak bersua
2025-08-17
1
Ninik Srikatmini
marvin kakak yg baik.. bnr vin temukan adik2 mu dgn papanya
2025-08-29
1
Misaza Sumiati
om Aslan ,anak kandung gak diakui , orang lain di sayang
2025-09-02
0