"Hari ini, kita jalan kemana lagi?" tanya Vano yang sedang berdiri di belakang Cinta. Memperhatikan istrinya yang sedang berbenah diri di depan cermin rias.
Setelah merapikan rambut, Cinta pun berbalik menatap suaminya. "Kita beli oleh-oleh aja, dan besok kita pulang," ujarnya.
"Kok pulang, sih?" Vano merasa sedikit keberatan. Meski tak begitu leluasa karena ada Laura, tapi setidaknya mereka bisa menikmati waktu luang bersama. Jika sudah kembali, ia akan jarang di rumah karena kesibukannya di kantor.
"Van, kita sudah hampir seminggu disini. Kasihan Maura, dia pasti kerepotan mengambil alih semua pekerjaan kamu."
"Itu kan memang sudah menjadi tugas dia sebagai sekretaris. Nanti juga bakal aku kasih bonus," ucap Vano.
"Kita pulang besok, ya." Cinta memasang senyum semanis mungkin. Berharap suaminya luluh. Sebenarnya Maura bukan alasannya untuk pulang, dia hanya merasa sudah cukup berada di kota tersebut. Selain itu, entah kenapa ia juga tiba-tiba merindukan papanya. Ingin melihatnya meskipun hanya menatapnya dari kejauhan.
"Ya udah, deh." Vano akhirnya pasrah. "Ya udah, buruan siap-siap. Kita pergi beli oleh-oleh."
Cinta mengangkat tangan membentuk simbol oke. Kemudian kembali berbalik menatap pantulan diri di cermin, memastikan jika penampilannya sudah rapi.
Vano yang hendak menghampiri putrinya di tempat tidur, berbelok ketika ponselnya yang ia letakkan di sofa berdering. Nama sang mama yang tertera di layar ponsel membuatnya segera mengusap ikon berwarna hijau.
"Van, kalian harus pulang hari ini juga," ucap mama Kinan begitu panggilannya terhubung.
Vano mengerutkan keningnya. Perasaannya sedikit tak enak, terlebih mendengar suara mamanya yang terdengar panik.
"Ma, ada apa?" tanyanya.
"Van, tadi Pak Haris telepon, katanya istrinya meninggal."
"Apa?" pekik Vano. Membuat Cinta langsung menoleh menatapnya dengan heran. Meskipun ia tidak begitu menyukai mama mertuanya itu, tapi ia cukup terkejut mendengar berita kematiannya.
"Apa yang terjadi, Ma?" tanya Vano lagi. Piki…
Janji CINTA
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments
Rina
Yg sabar ya papa haris dan semoga Indri tabah menerima kenyataan ini , mama Ratih mulutnya gak bisa di jaga sih jadinya gt deh 🫢🫢🫢🫢
2025-03-17
3
Dwi Rustiana
ikhlaskan ya pak tua emang dah jalannya gitu daripada terus menumpuk dosa siapin hati aja buat kasih tau Indri biar kalo tantrum bisa nenangin
2025-03-17
1
Hariyanti
oh.... jadi hubungan mama Ratih dan papa Haris indah hanya pada saat berselingkuh 🤔 disaat sdh halal malah jd dingin🤭
2025-11-09
1