Fany adalah seorang gadis SMA yang sering di bully oleh teman-temannya karena ia memiliki wajah yang sangat jelek, culun, dan juga ia tidak pintar. Fany memiliki keluarga yang ekonominya di bawah rata-rata.
Keluarga Fany juga berantakan, namun ia memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat perhatian kepadanya. Kakaknya selalu ada untuk Fany di kala ia sedih maupun senang. Bagi Fanny kakak nya adalah segalanya.
Fany juga selalu menceritakan masalah yang ia hadapi di sekolah. Ketika ia menceritakan pembullyan tersebut kakaknya sangat marah dan ingin melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah hanya saja Fany mencegah kakak nya melakukan itu dengan berbagai alasan.
Namun, belakangan ini kakak Fany sepertinya sedang mengalami masalah di tempat nya bekerja sehingga membuat kakak Fany jarang pulang kerumah, hingga akhirnya Fany tidak adalagi tempat untuk curhat.
Suatu hari di sekolah, Fany di bully lagi oleh teman teman sekelasnya ia disiram dengan air bekas pel lantai dan dikunci di toilet sekolah, untung saja waktu itu ada penjaga sekolah yang sedang lewat dan mendengar suara tangisan Fany dari dalam toilet.
Ketika penjaga sekolah itu membuka pintu toilet ia melihat Fany yang sangat berantakan dan bajunya basah dan sangat kotor.
Fany segera keluar dan berterimakasih kepada penjaga tersebut. setelah itu ia berlari ke kelas mengambil tasnya, ia ingin segera pulang karena sekarang sudah sangat sore. Namun ketika ia hendak berjalan keluar kelas ia melihat sebuah buku bersampul coklat dengan beberapa tetesan warna merah yang terlihat seperti tetesan darah yang terletak di sebuah meja kosong di kelasnya.
Fany mengambil buku tersebut dan membaca tulisan yang ada di sampul depan buku tersebut. "SEBELUM 2021" tulisan yang tertera pada buku tersebut.
Fany pun membuka buku tersebut dan ia melihat buku. Tidak ada tulisan ataupun gambar pada buku tersebut. Tiba-tiba ia mendengar bisikan melarang untuk mengambil buku tersebut.
Tetapi karena penasaran pada buku tersebut Fany mengambil buku tersebut dan membawa pulang buku tersebut kerumahnya.
Sesampainya Fany di rumah, dia segera berganti baju dan duduk di meja belajarnya sambil melihat buku tersebut. Ketika ia membuka buku tersebut dia melihat di halaman pertama tertulis "Tulislah keinginanmu di buku ini".
Fany pun bingung bukannya tadi dia sudah memeriksa buku tersebut tidak ada tulisannya, tapi kenapa sekarang ada. Meskipun ia bingung dia tetap menuliskan sebuah keinginannya.
"Aku teman-teman di kelasku tidak lagi membully ku" tulis fanny di buku tersebut, setelah menulis itu Fany pun naik keatas ranjang dan tidur.
Keesokan harinya di sekolah semua teman-teman Fany tiba-tiba berubah semua teman-temannya menjadi baik kepadanya. Fany pun sangat senang dan dia segera sadar bahwa buku tersebut yang telah mengabulkan keinginnnya.
Mulai dari hari itu Fany pun selalu mulai menulis semua keinginannya di buku itu, dia menulis semua keinginannya yang bahkan tidak penting sama sekali untuknya, dia menjadi sangat egois dan sangat berbeda dari Fany yang dulu.
Suatu hari Fany ingin mempunyai hp keluaran terbaru seperti teman temanya yang kaya, ketika pulang dia segera bergegas ke rumahnya untuk menulis keinginanya tersebut. Ketika ia sampai dia segera masuk ke kamarnya dan duduk di meja belajar dan mengambil buku tersebut.
Ketika ia nembuka buku tersebut, buku itu sudah sangat berbeda, buku tersebut dipenuhi oleh tulisan-tulisan keinginan Fany.
Fany membuka halaman-halaman buku tersebut tidak ada lagi yang kosong, namun pada halaman terakhir ada sedikit tempat untuknya menulis keinginan tersebut.
Pada saat Fany mengambil penanya hendak mengisu buku tersebut tiba-tiba ada bisikan "Jangan mengisinya.... Kau nanti akan berakhir seperti ku.. Kembalikan buku itu ketempatnya!!".
Fany yang mendengar bisikan tersebut ia berpikir mungkin saja ia sedang berhalusinasi, Fany pun tetap mengisi keinginannya tersebut. Ketika ia telah menuliskan keinginan terakhirnya tiba-tiba dia merasa terhisap dan masuk kedalam buku tersebut.
Kepala Fany sangat pusing hingga akhirnya ia jatuh pingsan, selang beberapa menit kemudian Fany kembali sadar, dia berada di sebuah ruangan yang berwarna merah darah. Fany bingung dia berada di mana sekarang. Di sudut ruangan itu terdapat beberapa gadis yang terlihat sangat pucat sedang terbaring.
Namun tiba-tiba datang seorang perempuan yang sangat meyeramkan langsung mencekik Fany hingga mati.
Keesokan harinya, buku itu kembali mencari tumbal.