Perkenalkan aku Soni, tahun ini aku masuk sekolah menengah pertama. Sekolah ku ini agak jauh dari rumah karena yang dekat rumah sekolahnya bayar. Karena keluargaku hidup pas-pasan, mereka menyekolahkanku ditempat yang uang sekolahnya gratis alias negeri. Tapi sekolah negeri rata-rata jauh dari rumahku maka dari itu aku selalu naik kereta, selain murah juga cepat.
Naik kereta api pagi-pagi cukup asik bagiku. Tapi pas pulang sekolah, terkadang aku merasa bosan kalau duduk diam-diam, apalagi kalau ada ibu-ibu di depan ku. Aku melihat kearah jendela dikiranya sedang melihat itu ibu, eh dia marah, "Heh, bocah kenapa kau lihat-lihat. Mau nyopet ya!" katanya dengan emosi.
Dalam hati aku berkata, "Apaan sih ini ibu, narsis amat orang gw lihatin jendela."
***
Dari kejadian itu aku berpikir kalau pulang sekolah naik kereta lebih baik baca sesuatu, kebetulan hari itu ibu guru menyuruh kami para murid bawa koran. Aku duduk dikursi penumpang dalam hati aku berkata, "Nah...aman nih, kan sekarang ketutupan kalau gak lihatin orang." Ibu yang kemarin ternyata setiap hari pulang naik kereta, tapi kali ini dia tidak marah-marah lagi.
Pura-pura baca koran, lama-lama aku lelah. Aku tutup koran itu dan ku peluk dengan kedua tanganku. Tidak lama kemudian ada seorang bapak, dia berjalan kearahku lalu bertanya, "Dik, Adik tidak sekolah kah? saya beli satu jawaposnya." Dalam hati aku bilang, "Anjir lah, dikira penjual koran."
***
Sejak kejadian itu aku sudah tidak pernah lagi bawa koran dalam kereta. Satu minggu kemudian, seperti biasa aku pulang naik kereta. Eh aku ketemu dengan bapak yang mengira bahwa aku ini penjual koran, dia menghampiriku. Dalam hati aku mengomel, "Ini bapak mau apa lagi? Sudah tidak bawa koran lagi masih saja mau beli."
Bapak itu sampai lalu berkata, "Wih...korannya sudah habis ya." Sambil bertepuk tangan juga tertawa senang.
Itulah pengalamanku ketika naik kereta.
_END_
Semoga terhibur~