Rumah duka mulai ramai. Kerabat dekat, keluarga dan tetangga sudah berdatangan. Dua jam yang lalu, jenazah sudah tiba di rumah duka dan saat ini sedang proses mengkafani.
Daffa masih memakai piyamanya semalam, hanya saja sekarang sudah berlapis sweater, Halimah yang memakaikannya.
Amanda, Ahmad, Wulan dan kedua putrinya sudah berganti seragam dengan pakaian hitam yang rapi. Mereka duduk di ruang tengah sambil menyambut para pelayat yang masih terus berdatangan.
Halimah sendiri, sejak tiba di rumah duka, ia sibuk membantu para pelayan dan Mbok Ayu menyiapkan minuman dan makanan untuk para pelayat yang datang.
"Nyonya, sebaiknya Nyonya temani Tuan Muda saja. Biarkan kami yang mengurus semua ini," ucap kepala pelayan.
"Tidak apa, Bik. Saya senang bisa membantu." jawab Halimah sopan sambil tersenyum.
"Baiklah, Nyonya. Tapi, jangan terlalu lelah. Nyonya juga harus istirahat."
"Iya, Bik. Sebentar lagi saya akan istirahat."
Mbok Ayu hanya menggeleng pelan melihat betapa ringan tangannya Halimah. Sebenarnya Mbok Ayu juga sudah meminta agar Halimah menemani Daffa saja. Tapi, apa yang Halimah katakan beberapa waktu lalu ada benarnya juga.
"Saya ingin menemani Daffa, Mbok. Tapi, saya takut kehadiran saya nanti malah membuat suasana jadi tambah kacau. Apa lagi, Mama masih belum menyukai saya. Pernikahan kami pun belum diketahui banyak orang kecuali keluarga dekat. Jadi lebih baik saya di sini saja, dulu."
Dalam situasi seperti ini, memang harus ada yang bijak. Jika tidak, semuanya akan menjadi bom yang siap meledak kapan saja.
Di depan, Keluarga Santi datang melayat. Santi bergandengan tangan dengan Rangga begitu memasuki rumah duka.
"Tante, aku turut berduka. Tidak menyangka Kakek pergi secepat ini. Yang sabar ya Tante," ucap Santi menyalami Amanda.
Amanda langsung memeluknya, sebentar menangis di pundak Santi. "Terimakasih sudah datang, sayang."
Begitu Amanda melepas pelukannya, Santi langsung mengenalkan Rangga.
"Tante. Ini Mas Rangga, suamiku."
Amanda melirik kearah Rangga,…
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)
Pertemuan tak terduga di rumah duka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Semoga Rangga tidak memiliki anak walau sudah ganti istri.Kamu sungguh cerdik,mengelabuhi dua manusia tidak tahu malu itu.Emak harap Halimah segera bisa mengandung Setelah menaklukkan hati suaminya.
2026-08-07
1
Lia Aulia
merem aja mbok. kalau perlu sampai remuk dah tu tulang jarinya 😡🤣
2026-08-08
0
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
halimah tambah cantik trs mau apa lo.🤣😄🤣
2026-08-07
1