Pagi ini meja makan terasa lebih dingin dari biasanya. Hanya ada Halimah dan Bu Ramlah. Sarapan yang dimasaknya dari jam 5 pagi, tidak ada yang menyentuh.
Rengganis tidak pulang tadi malam, wanita janda itu menginap di apartemen kekasihnya. Sementara Rita, menginap di kantor, karena pekerjaannya menumpuk minggu ini.
Bu Ramlah meletakkan cangkir teh dengan bunyi keras seperti di banting, "Masih betah duduk di situ? Malu nggak sih, sudah di gugat cerai, masih nyaman tinggal di sini!"
Halimah menunduk, tangannya meremas ujung jilbabnya, "Aku belum tanda tangan surat itu, Ma. Aku mau nunggu Mas Rangga pulang dulu. Aku mau dengar langsung dari mulut mas Rangga."
Bu Ramlah menyeringai, lalu menyodorkan layar ponselnya tepat di depan wajah Halimah, "Nih! Baca sendiri kalau nggak percaya! Rangga sendiri yang mengirim surat gugatan cerai itu, dia yang memintaku untuk memberikan surat itu sama kamu."
Mata Halimah membaca isi pesan di layar ponsel mertuanya. Di sana, sangat jelas Rangga mengatakan perihal ia yang sudah menggugat Halimah.
"Rangga udah capek, dia udah bosan sama kamu! 5 tahun nikah nggak ngasih cucu! Dia udah nemu yang bisa ngasih dia anak dan ngasih saya cucu!"
"Maaf, Ma. Tapi, selama Mas Rangga belum bicara apapun sama aku... surat ini cuma kertas, Ma. Aku masih istri Mas Rangga. Aku punya hak untuk dengar langsung dari mulutnya." jawab Halimah dengan suara gemetar.
Mendengar jawaban itu, membuat Bu Ramlah naik pitam. Ia membanting sendok dengan kuat ke hadapan Halimah, "Hak?! Kamu nggak punya hak apa-apa di rumah ini! Kalau seminggu lagi kamu nggak tanda tangan juga, aku yang akan usir kamu dari rumah ini!"
Setelah berteriak memaki Halimah, Bu Ramlah langsung pergi meninggalkan meja makan dengan banyak lauk yang belum tersentuh sedikit pun.
Suasana mendadak hening. Hanya suara jam dinding yang mengisi telinga Halimah. Perlahan ia mengambil surat itu, melipatnya rapi, lalu memasukkannya ke dalam saku dasternya.
"Aku akan menunggu kamu, Mas." lirihnya pelan.
Ha…
Nur Halimah (Harga Sebuah Ketulusan)
Syarat sah warisan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
🌺⃟ SasMaya
aku sampe baca ulang bab 2 kak ...
ini typo apa aku yang gagal fokus .. Amanda ini bukannya ibunya Daffa
2026-07-31
1
Moon.
ohh tauu.
rupanya itu cara dari sang kakek Abimanyu untuk mengetes tanggung jawab Daffa kan ya? dimulai dengan konsisten terhadap satu orang perempuan, dengan memaksanya menikah sebagai syarat?🤔🤔
2026-07-30
1
🌺⃟ SasMaya
syarat yang bagus ...
ibaratnya Daffa membuktikan memimpin keluarga lebih dulu (lingkup kecil) sebelum akhirnya di percaya memimpin perusahaan yang di mana lebih banyak kepala di sana...
2026-07-31
1