"Aku hari ini nggak ke kantor ya, Wan. Nggak ada rapat kan? Jadi handle aja semampu mu."
Tanpa mendengar jawaban dari Rowan, Kael menutup panggilan telponnya. Ia lalu kembali melanjutkan acara bermainnya dengan sang putra.
Tidur bersama Al tadi malam, seolah belum puas bagi Kael. Dia masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama putranya.
Padahal sejak Al bangun tidur, Kael melakukan banyak aktivitas bersamanya. Dia memandikan Al, makan bersama, dan kini bermain bersama. Kael juga mengajak Al bermain piano yang ada di ruang tamu kediaman Danurwenda.
Al yang berada di pangkuan Kael, matanya mengikuti gerak tangan Kael ketika menekan tuts-tuts piano. Bocah itu juga menggoyangkan kepalanya pelan mengikuti alunan yang dihasilkan dari tekanan tuts.
Sesekali mulut Al ikut terbuka, dia ikut menyanyi, meski kadang berhenti karena lupa atau belun bisa lanjutan lagu anak-anak yang Kael nyanyikan.
Kael mengganti lagunya, sebuah lagu tentang seorang ibu ciptaan salah satu hits maker Indonesia itu tanpa sadar membuat air mata Kael luruh.
Selain mengingat ibunya, Kael juga mengingat tentang perjuangan Rosa yang pastinya tidak mudah.
Hamil sendirian, melahirkan sendirian dan juga mengurus bayi sendirian tanpa sosok suami dan keluarga di sisinya, pasti akan sering merasakan sakit oleh kesendirian yang begitu dalam.
"Ayah nannis?" Al melihat ke arah Kael. Bocah kecil yang tak paham dengan apa yang saat ini dirasakan Kael, memiliki inisiatif untuk memeluk.
"Janan nanis Ayah, Ibu cuda celing nanis. Jadi Al nda mau Ayah juda itut-itut nanis."
Bukannya berhenti, air mata Kael malah semakin deras. Tenggorokannya tercekat, dan nafasnya tak beraturan.
Rasa bersalah yang membelenggu Kael kembali hadir. Ia berusaha menghentikan tangisnya namun bukannya berhenti tapi malah semakin menambah sesak di dada.
"Dia pasti kesakitan, dia pasti kesulitan. Maaf, maafkan aku."
Kael berkata lirih, sedangkan Al hanya bisa terus menepuk tubuh sang ayah.
Disisi lain, Rosa menyaksikan semua yang terjadi pad…
Anak Tersembunyi Sang Pewaris
ATSP 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
爾妮
😭😭😭
teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
2026-07-30
1
Cicih Sophiana
ya sudah sekarang sudah memaafkan dan saling mengerti dua dua nya emang saling menderita...
2026-08-12
0
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
2026-07-30
1