Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.
Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.
Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.
"Maap Om, Al nda senaja."
Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.
"Kamu ... ."
"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."
Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.
Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Tersembunyi Sang Pewaris Komentar