Selama pemeriksaan berlangsung, gurat wajah Dokter Adrian perlahan berubah menjadi semakin serius, bahkan condong pada rasa prihatin yang mendalam. Dokter paruh baya itu menggelengkan kepalanya beberapa kali saat merasakan tonjolan tulang belikat dan rusuk Safira di bawah kain kemejanya.
Setelah alat tensimeter berbunyi bip panjang, Dokter Adrian melepas mansetnya dan mulai memeriksa bagian perut kiri atas Safira, melakukan palpasi ringan dengan penekanan yang lembut.
Begitu tangan sang dokter menyentuh area lambung, tubuh Safira yang tidak sadarkan diri secara insting mengencang, dan sebaris rintihan lirih yang sarat akan rasa sakit lolos dari bibir membirunya.
"Nggghhh... perih..." rintih Safira sangat lemah, kepalanya bergerak gelisah ke samping.
Melihat hal itu, Gavin secara refleks melangkah maju satu langkah, tangannya hampir saja terulur untuk menyentuh kening Safira sebelum dia memaksakan diri untuk menahan gerakannya di udara. Dadanya bergemuruh hebat mendengar rintihan kesakitan tersebut.
Dokter Adrian menyelesaikan pemeriksaannya, merapikan kembali peralatannya ke dalam tas kulit, lalu berdiri untuk menghadapi Gavin yang sudah menantinya dengan tatapan mata elang yang menuntut penjelasan.
"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Gavin secepat kilat, suaranya tidak bisa lagi menyembunyikan getaran kecemasan yang dahsyat.
Dokter Adrian menatap Gavin dengan pandangan mata yang sarat akan teguran halus seorang penasihat keluarga.
"Kondisi fisik Nyonya Safira... maksud saya, pasien, saat ini berada di ambang batas yang teramat kritis, Tuan Gavin. Tekanan darahnya merosot drastis hingga angka delapan puluh per lima puluh, dan detak jantungnya sangat lemah akibat dehidrasi dan keletihan fisik yang ekstrem." ucap Dokter Adrian memberitahukan kondisi Safira yang cukup memprihatinkan.
Dokter Adrian menggantung kalimatnya sejenak, mengambil sebotol cairan nutrisi infus dari tasnya.
"Namun, masalah paling mendasar yang memicu pingsannya malam ini adalah serangan kram lambu…
Di Bawah Kuasa Mantan Suami
Rasa Bersalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Oma Gavin
semoga kamu ngga nyesel gavin setelah tau kebenarannya dan lepaskan safira biarkan dia hidup tanpa tekanan
2026-06-25
0
𝐈𝐬𝐭𝐲
segera cari tahu tentang Safira, Gavin.... sebelum semuanya terlambat dan kamu akan menyesalinya.
2026-06-25
0
Yuliana Tunru
gmn gavin sedih kan lihat tubuh x yg bisa kau lihat bahwa hudup safira benar2 menyedihkan cari tau 😭
2026-06-25
0