Sudah dua orang gadis perawan meninggal dunia dengan cara yang hampir sama, meninggalkan teka-teki.
Tubuh mereka sama-sama dipenuhi oleh bercak merah kebiruan menyerupai lebam bekas cengkeraman hebat, menjalar dari lengan, leher, hingga wajah.
Permukaan kulit mereka tampak sangat pucat, kehilangan rona kehidupan layaknya mayat yang sudah berhari-hari tertimbun.
Tidak ada satu pun orang di desa itu yang mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan, beberapa sesepuh dan orang tua yang sudah puluhan tahun menetap di desa tersebut mengaku seumur hidup belum pernah melihat tanda-tanda kematian yang seaneh dan semengerikan itu.
Akibat dari ketiadaan jawaban medis maupun logika, berbagai dugaan liar mulai bermunculan dan meresahkan warga.
Ada pula yang menduga ini adalah serangan wabah penyakit aneh yang belum pernah terdeteksi. Namun, sebagian besar warga mulai menghubung-hubungkan tragedi ini dengan hal-hal gaib, kutukan, atau makhluk pesugihan.
Dua hari telah berlalu sejak prosesi pemakaman Fatima selesai dilaksanakan. Namun, suasana di dalam rumah Bu Idah masih dilingkupi oleh kepedihan yang teramat sangat.
Rumah panggung itu kini terasa begitu luas, kosong, dan dingin. Tidak ada lagi suara lembut Fatima yang biasanya terdengar di dalam rumah.
Bu Idah sendiri tampak berubah seratus delapan puluh derajat dari sosoknya yang dulu. Sepasang matanya yang biasa menatap tajam kini bengkak dan sembab.
Wajahnya pucat pasi tanpa gairah hidup. Selama dua hari penuh, perempuan itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menangis tergugu daripada berbicara.
Sementara itu, suaminya, Pak Solihin, begitu murung. Kesedihan mendalam karena kehilangan anak perempuan satu-satunya membuat pria penyabar itu berubah drastis.
Siang itu, Bu Idah kembali duduk bersimpuh di lantai ruang tengah, menangis tersedu-sedu sambil memandangi selembar foto Fatima yang berada di dalam dekapannya. Suara isak tangisnya yang parau menggema, memenuhi umah itu.
Tiba-tiba, Pak Solihin yang sejak…
Sekar
Ini pasti ulah perempuan itu!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 122 Episodes
Comments
Siti Yatmi
lah....ko ratmini yg salah.hadehh dasar nene gambreng
2026-06-10
1