Dengan jemari yang sedikit gemetar, Kartika menyalakan kembali ponselnya yang selama beberapa hari terakhir sengaja dimatikan. Layar itu menyala perlahan, memunculkan deretan notifikasi yang langsung memenuhi bagian atas. Namun bukan itu yang membuat dadanya terasa sesak. Yang membuat napasnya mendadak terasa sempit adalah satu nama yang sejak tadi terus memenuhi kepalanya, Deva.
Entah kenapa, sesederhana hendak menekan tombol panggilan saja bisa membuat jantungnya berdetak seperti ini. Rasanya aneh, sama seperti dulu. Dulu sekali, saat pertama kali ia memberanikan diri menghubungi laki-laki itu setelah berhari-hari saling diam-diam menunggu.
Kartika mengembuskan napas panjang. Di hadapannya, Kalingga dan Kaivan duduk rapi di atas kasur. Keduanya menatap ponsel itu dengan mata berbinar, seolah benda kecil di tangan mamanya adalah pintu menuju seseorang yang sangat mereka rindukan.
"Ma, cepat ...!" Kaivan mendekat sambil menggoyangkan lengan Kartika. "Telepon Papa."
"Iya, sebentar." Kartika tersenyum tipis.
Kalingga ikut merapat. Meski berusaha terlihat tenang, sorot matanya menyimpan antusias yang sama.
Kartika menelan ludah pelan sebelum menekan ikon kamera.
Tuut... Tuut... Tuut...
Belum sempat layar menampilkan wajah siapa pun, Kaivan sudah melambaikan tangan heboh.
"Halo, Papaaa!"
Kalingga langsung tertawa sampai bahunya berguncang. "Adek, belum nyambung."
Kaivan mengerjap bingung lalu memandangi layar lagi.
Kartika terkekeh pelan. Sudah lama sekali rasanya ia tidak melihat suasana sesederhana ini. Melihat anak-anaknya tertawa tanpa beban.
"Sebentar," katanya lembut sambil mencium puncak kepala Kaivan. "Ini sudah tersambung. Tinggal tunggu Papa angkat."
Mereka menunggu dengan sabar sampai layar itu berhenti. Tidak ada jawaban.
Senyum Kalingga perlahan hilang. Kaivan malah mengetuk-ngetuk layar ponsel, berharap wajah papanya muncul.
Kartika buru-buru menekan panggilan lagi. “Kita coba hubungi lagi, ya!”
Masih sama. Tak ada jawaban dari Deva.
"Kenapa, Ma?" tanya Ka…
Dihina Pengangguran Oleh Keluarga Suami, Aku Wanita Kaya Raya!
Bab 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments
Dini Anggraini
Cepat tlv balik Deva kedua anakmu menunggu melihat wajah papanya di layar HP mamanya. Sebenarnya kamu baik tapi karena terlalu baik sampai di manfaatkan keluarga toxicmu kamu gak sadar juga sampai mengabaikan keinginan istri dan kedua anakmu. 😍😍😍
2026-05-18
1
tinimawon
author nya pandai mempermainkan perasaan membaca padahal sy udah membayangkan anak² bahagia walaupun ketemu levat hp e ngak jadi aku kan jd sedih
2026-05-18
1
Rahmat Zakaria
pasti di angkat telpon nya kan anaknya kangen mama nya juga yg di hindari kan keluarga nya yg toxic itu bukan suami dan papa cayang
2026-05-18
1