Setelah berhasil melewati ujian batin yang berat dan hampir merenggut nyawa serta kesadaran mereka berdua, Mo Fei dan Bai Yue kembali melanjutkan langkah mereka dengan hati yang jauh lebih mantap dan teguh daripada sebelumnya. Meski rasa takut, ragu, dan kesedihan yang dulu sempat bersarang di lubuk hati terdalam mereka sudah berhasil disingkirkan dan dikalahkan sepenuhnya, mereka sadar betul bahwa bahaya dan ujian di tempat ini tidak akan berhenti di situ saja. Justru sebaliknya, kemampuan mereka untuk bertahan dan bangkit dari cobaan berat itu menandakan bahwa mereka telah melewati batas ambang awal, dan kini tantangan yang menanti di depan mata akan semakin berat, semakin sulit, dan semakin berbahaya dari waktu ke waktu.
Kabut yang menyelimuti sekujur tempat itu kini berubah sifatnya kembali. Kalau di bagian sebelumnya kabut itu dingin, basah, dan menyesatkan pikiran, kini kabut itu terasa kering, panas, dan menekan berat seolah ribuan gunung kecil diletakkan menindih bahu dan punggung mereka berdua. Setiap langkah yang diambil terasa sangat berat dan melelahkan, seolah tanah di bawah kaki mereka terus berusaha menarik dan menahan tubuh mereka agar tidak bisa bergerak maju sedikitpun. Udara yang mereka hirup pun terasa tipis dan panas, membuat napas mereka menjadi pendek dan tersengal-sengal, serta membuat aliran tenaga dalam di dalam tubuh mereka berjalan melambat dan terganggu parah.
"Kita sudah masuk ke bagian tengah wilayah ini," ujar Mo Fei perlahan dengan napas yang teratur meski rasa berat dan lelah terasa jelas di seluruh anggota tubuhnya. Matanya yang bersinar keemasan terus menatap lurus ke depan, menembus lapisan kabut yang kini berwarna putih keperakan dan jauh lebih pekat daripada sebelumnya. "Tekanan berat ini bukan berasal dari alam atau cuaca semata, melainkan dibentuk dan diatur oleh susunan tenaga raksasa yang tersebar merata di seluruh bagian tengah dataran ini. Tujuannya untuk menyaring siapa saja yang masuk ke sini, memastikan hanya mereka ya…
SERIBU JARUM EMAS
BAB 28: PINTU YANG TERKUNCI RAPAT
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments