Sinar matahari mulai condong ke barat, menerangi halaman Paviliun Bunga dengan cahaya keemasan. Suara ting-ting-ting terdengar riuh namun teratur, bercampur dengan napas terengah-engah.
"Ayo fokus, Putri! Jangan melamun!" seru Mo Fei sambil melempar lagi butiran-butiran batu kecil ke udara dengan kecepatan tinggi.
"Aku sedang fokus!!" teriak Lian Er sambil melompat dan mengibaskan tangannya.
SYUT! SYUT!
Dua jarum emas melesat keluar, namun sayangnya hanya mengenai satu batu, sedangkan yang lain meleset dan jatuh ke tanah.
"Aduh! Hampir saja!" gerutu Lian Er kesal sambil memukul lantai. "Kenapa susah sekali sih mengatur tenaga dan arahnya?!"
Mo Fei tertawa kecil lalu melompat turun dari atas batu besar tempat ia duduk.
"Tenang saja, ini baru hari kedua. Dulu aku butuh waktu tiga bulan baru bisa mengenai sasaran bergerak secepat itu. Kau sudah sangat hebat kok," puji Mo Fei sambil mengusap kepala Lian Er seperti mengusap anak kucing.
"Jangan menganggap aku anak kecil!!" bentak Lian Er tapi wajahnya justru memerah, tidak benar-benar marah.
Namun, tiba-tiba senyum di wajah Mo Fei lenyap seketika. Tubuhnya menegang, matanya tajam menatap ke arah gerbang taman.
"Putri, diam di tempat. Ada tamu..." bisik Mo Fei pelan namun tegas.
Belum sempat Lian Er bertanya, angin di sekitar mereka berubah arah. Tercium aroma wangi bunga lili yang sangat harum, namun wangi itu terasa dingin dan menusuk, bukan wangi yang manis.
Kreeekk...
Pintu gerbang kayu besar yang terkunci rapat terbuka dengan sendirinya pelan-pelan tanpa disentuh oleh siapa pun.
Di ambang pintu, munculah sebuah sosok wanita yang sangat cantik jelita. Cantiknya bukan main, seolah-olah bidadari turun dari kayangan. Ia mengenakan gaun panjang berwarna putih perak dengan bordiran bunga yang rumit. Rambut hitam panjangnya terurai indah, dan di tangannya, ia memegang sebuah kipas lipat berwarna perak yang berkilauan.
Wanita itu berjalan mendekat dengan langkah anggun, setiap langkahnya seolah membuat bunga-bunga di taman i…
SERIBU JARUM EMAS
BAB 6: PENDEKAR KIPAS PERAK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments