Jesselyn langsung berdiri dari kursinya begitu mendengar kalimat sang ibu.
Perhiasan yang sejak tadi berada di tangannya bahkan hampir terjatuh karena saking terkejutnya. Wajah Jesselyn berubah drastis, dari yang awalnya terlihat begitu santai menjadi tidak percaya hanya dalam hitungan detik.
"Apa?" tanya Jesselyn dengan suara meninggi. Tatapannya tertuju lurus pada Sarah seolah mengira dirinya salah dengar. "Mama bilang apa tadi?"
Sarah tetap berdiri di hadapan sang anak. Tubuh wanita paruh baya itu tampak jauh lebih kurus dibanding beberapa bulan lalu. Wajahnya juga terlihat lelah. Terlalu banyak masalah yang datang bertubi-tubi hingga membuat dirinya seolah menua dalam waktu singkat.
"Kak Vincent ingin kamu pergi ke luar negeri."
"Tidak." Jawaban itu keluar begitu cepat dari mulut Jesselyn. Bahkan Jesselyn tidak membutuhkan waktu satu detik pun untuk memikirkannya. "Tidak. Aku tidak mau."Tolaknya lagi dengan suara yang terdengar lebih lantang.
Sarah hanya menatap putrinya dalam diam. Dulu setiap kali Jesselyn bersikap seperti ini, ia akan berusaha menenangkan, membujuk, atau bahkan mengalah. Namun sekarang wanita itu hanya merasa lelah.
Benar-benar lelah.
"Mama tidak bertanya apakah kamu mau atau tidak, Jesselyn."
"Ma!" bentak Jesselyn.
"Mama hanya memberitahumu keputusan yang sudah dibuat."
Jesselyn menggeleng keras. "Tidak! Aku baru kembali ke rumah ini. Aku baru kembali ke keluargaku. Kenapa kalian malah ingin mengusirku lagi?" Suara Jesselyn mulai bergetar karena emosi. "Aku sudah nyaman tinggal di sini!"
"Kenyamanan bukan alasan untuk melakukan apa saja sesukamu," jawab Sarah pelan.
Jesselyn membeku.
Sarah mengembuskan napas panjang. "Apa kamu tahu kenapa kak Vincent mengambil keputusan ini?"
"Tentu saja karena dia marah padaku!"
"Bukan." Sarah menggeleng perlahan. "Dia mengambil keputusan ini karena kami semua sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menghentikanmu. Dan kamu nyaman karena selama ini semua orang selalu mengalah untukmu."
Deg! Jesselyn langsung…
Putri Pengganti
PP Bab 97 - Mengakui Semua Kesalahannya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 127 Episodes
Comments
SasSya
benar seperti ini mam Sarahmemang harus di buka dengan gamblang dan lebar
Agar Jeslyn berhenti!
berhenti memupuk rasa iri
berhenti merasa harusnya dia di posisi Aluna
Klo sudah terang benderang seperti ini dan dia masih mengusik kehidupan Aluna,fix memang busuk hati Ndak ada obat
perjalanan seseorang untuk menggapai kesuksesan tidaklah instan jesss
keluarga mu "membuang" mu agar kamu introspeksi diri
untuk menata kembali dr Awal hidup mu
demi dirimu
jadilah dirimu sendiri
lepaskanlah rasa iri dengki mu
yg kau lihat dari Aluna hanya di titik sekarang
udah dengar penjelasan mama mu hidup Aluna di bawah Asuhan Keluarga mu
jauh dari kata bahagia!
2026-06-05
3
Agnezz
kenapa baru sekarang mama Sarah mengungkapkan ini pada Jeaelyn. Penyesalan memang datangnya terlambat tapi belum sepenuhnya hancur, masih bisa diperbaiki kalo Jeselyn bersedia. dikirim keluar negeri is not bad, daripada dilempar ke kubangan😅😅. Jeselyn justru bisa meng up grade dirinya. belajar lebih rajin dan menjadi orang yg lenih baik dan terhornat.
2026-06-05
1
RiriChiew🌺
nah dengarkan yaa Jess , hidup Aluna tidak semudah yg kau bayangkan jadi cukup berhentilah mulai skrg hidup dgn versi dirimu sndiri , berbanah bukan hnya mmperbanyak penyakit hati . hidup udah enak dgn menyandang kluarga myles hrusnya cukup tau diri untuk bersikap .
2026-06-05
3