Seminggu setelah kunjungan pertama ke psikiater, Dara mulai kehilangan waktu.
Dia terbangun di tempat-tempat yang tidak dia ingat pergi. Pagi itu, dia terbangun di dapur dengan pisau di tangan dan sayuran sudah terpotong rapi di talenan. Dia tidak ingat turun ke dapur. Tidak ingat mengambil pisau. Tidak ingat memotong sayuran.
"Mama, makan!" Kirana duduk di kursi makannya, mengacungkan sendok.
Dara menatap anaknya, lalu menatap sayuran yang sudah dipotong dengan presisi sempurna. Aku yang memotong ini? Atau Kiara?
Arkan masuk dengan wajah khawatir. "Kamu sudah bangun sejak jam berapa? Aku lihat kamu tidak ada di tempat tidur sejak jam lima pagi."
"Aku... aku tidak tahu. Aku tidak ingat bangun."
Arkan menatapnya dengan kekhawatiran yang semakin dalam. "Kiara, ini sudah tiga kali minggu ini kamu tidak ingat apa yang kamu lakukan. Kemarin kamu tidak ingat sudah mandi Kirana. Dua hari lalu kamu tidak ingat sudah masak makan siang."
"Aku tahu... aku tahu ada yang salah denganku."
"Itu sebabnya kamu harus lebih serius dengan terapi." Arkan memegang bahunya. "Dr. Amara bilang kamu baru datang sekali. Kamu harus rutin..."
"Aku akan pergi lagi. Aku janji."
Tapi Dara tahu terapi tidak akan membantu. Karena ini bukan gangguan jiwa biasa. Ini adalah perang antara dua jiwa dalam satu tubuh. Dan Kiara mulai menang.
***
Siang itu, saat Kirana tidur siang, Dara mengunci diri di kamar menatap cermin.
"Kiara," panggilnya pada pantulan di cermin. "Aku tahu kamu ada di sana. Keluar. Kita harus bicara."
Tidak ada respon.
"KELUAR!" teriak Dara lalu langsung menutup mulutnya, takut membangunkan Kirana.
Perlahan bayangan di cermin bergerak. Bukan pantulan Dara lagi. Tapi Kiara dengan wajah yang sama persis, tapi ekspresi lebih lembut, lebih sedih.
"Kamu memanggil?"
"Berhenti ambil alih tubuh ini saat aku tidak sadar. Berhenti membuat aku kehilangan waktu."
"Ini tubuhku. Aku berhak menggunakannya."
"Tapi aku yang hidup sekarang! Aku yang jaga Kirana! Aku yang..."
"Kamu yang mencuri hidupku!…
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya
BAB 40 - PERANG BATIN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
guntur 1609
egois juga Kiara. sdh normal kehidupannya. dia mau ambil alih kehidupan yg sdh tertata
2026-05-05
0
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
krisis identitas dara
2026-03-05
0