Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

BAB 1 - KEMATIAN DAN KEBANGKITAN

KEHIDUPAN PERTAMA - TIGA JAM SEBELUM KEMATIAN

"Dara, tolong periksa luka di lengan bos. Pelurunya tembus."

Dara Alvarino mengangguk tanpa ekspresi, tangannya sudah menyiapkan peralatan bedah dengan gerakan presisi. Ruang operasi bawah tanah ini dingin, bau antiseptik bercampur darah sudah jadi aroma familiar.

Tujuh tahun ia bekerja sebagai dokter untuk kelompok mafia terbesar di Jakarta. Tujuh tahun tangannya menyelamatkan nyawa para pembunuh, pengedar, dan preman bayaran.

"Sakit ya, Bos?" tanyanya datar sambil mulai membersihkan luka.

"Gak akan pernah sakit kalau yang nanganin kamu, Dok," Bos Rendra menyeringai meski wajahnya pucat.

Dara tidak membalas, dia tidak pernah membalas basa-basi mereka. Tangannya bergerak cepat, mengangkat pecahan peluru dengan pinset, menjahit luka dengan sempurna. Tidak ada gemetar, tidak ada ragu. Kebanggaannya hanya satu, dia adalah yang terbaik dalam pekerjaannya.

"Sudah selesai, jangan basahi lukanya tiga hari."

"Makasih, Dok. Kamu emang yang terbaik."

Dara membersihkan semua peralatan, mencuci tangan yang berlumuran darah. Di cermin, wajahnya terlihat lelah. Tiga puluh dua tahun, tapi matanya sudah seperti orang yang hidup enam puluh tahun. Terlalu banyak darah, terlalu banyak nyawa di tangannya.

"Dara."

Suara lembut itu. Dara menoleh, melihat Salma sahabatnya sejak kuliah kedokteran. Satu-satunya orang yang dia percaya di dunia kelam ini, berdiri di ambang pintu dengan senyum manis.

"Capek ya? Ayo, aku bikinin kopi."

"Makasih, Sal."

Mereka duduk di ruang istirahat kecil. Salma menyodorkan cangkir kopi hangat. Dara menerimanya, meneguk pelan.

"Kamu tidak pernah menyesal, Dar? Dengan semua ini?" tanya Salma pelan.

"Menyesal buat apa? Kita sudah terlanjur basah."

"Iya juga sih..."

Sesuatu dalam nada suara Salma terasa aneh, tapi Dara terlalu lelah untuk memikirkannya. Dia meneguk kopinya lagi, hangat... enak.

Tapi kenapa kepalanya tiba-tiba berat?

"Sal... ada yang aneh dengan kopi ini..."

Salma tidak menjawab. Dara mengangkat wajah, pandangannya mulai kabur. Salma berdiri, senyumnya menghilang, digantikan ekspresi dingin yang asing.

"Maafin aku, Dar. Bos Rendra mau kamu mati. Kamu terlalu banyak tahu."

Rasa dingin menjalar dari dada Dara. Bukan karena racun, tapi karena pengkhianatan. Salma, sahabat satu-satunya orang yang dia percaya.

"Kenapa... kamu..."

"Uang, Dar. Aku dapat uang banyak. Lagian, kita memang tidak punya masa depan di sini."

Tubuh Dara merosot dari kursi, pandangannya semakin gelap. Salma berjongkok, menatapnya tanpa emosi.

"Selamat tidur, sahabatku."

Kemudian... gelap.

***

KEHIDUPAN KEDUA - SEKARANG

PLAK!

Rasa sakit meledak di pipi. Kiara... bukan, DIA BUKAN KIARA... terhuyung, punggungnya membentur dinding. Perutnya... Ada yang salah dengan perutnya.

"NGAKU! NGAKU KALAU ANAK JALANG ITU BUKAN ANAKKU!"

Suara pria itu menggelegar. Kiara... Dara?mengangkat wajah. Penglihatannya kabur, tapi dia bisa melihat sosok tinggi besar di hadapannya. Pria itu mengangkat tangan lagi.

BUGH!

Pukulan mendarat di perutnya.

"TIDAAAAAK!" jeritnya... tapi itu bukan suaranya. Suara ini lebih lemah, lebih tinggi.

Rasa sakit yang berbeda, bukan sakit ditikam atau diracun. Ini sakit yang datang dari dalam dari perutnya yang membesar. Ada sesuatu di dalam sana, sesuatu yang hidup.

Hamil? Dia hamil...

Tapi bagaimana bisa? Dara tidak pernah hamil. Dara bahkan tidak punya pacar, Dara baru saja mati...

"Kak Arkan, jangan... jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Suara lembut itu. Dara... Kiara... memaksa diri menatap. Seorang wanita muda berdiri di belakang pria bernama Arkan itu. Wajahnya cantik, polos, dengan mata berkaca-kaca penuh kekhawatiran palsu.

Dara tahu wajah seperti itu, wajah Salma juga seperti itu sebelum mengkhianatinya.

"Lenna, minggir. Pelacur ini harus dikasih pelajaran!"

Arkan maju lagi. Kali ini tangannya mencengkeram rambut Kiara, menarik keras sampai kulit kepalanya terasa terbakar.

"Kamu pikir aku bodoh? Tiga bulan hamil, tapi kita tidak pernah berhubungan empat bulan terakhir! Kamu selingkuh, kan? NGAKU!"

Ingatan asing membanjiri kepala Dara. Bukan... Bukan... ingatannya, tapi ingatan Kiara... Pemilik tubuh yang Dara tempati.

Kiara Adisaputra, dua puluh lima tahun. Menikah dengan Arkan Adisaputra dua tahun lalu dalam pernikahan yang diatur keluarga. Arkan tidak pernah mencintai Kiara, karena Arkan sudah mencintai Lenna, adik angkatnya sendiri.

Empat bulan lalu, Arkan pulang dalam keadaan mabuk. Malam itu, untuk pertama kalinya dalam dua tahun pernikahan, mereka berhubungan. Arkan bahkan tidak ingat keesokan harinya.

Dan sekarang Kiara hamil. Tapi Lenna membisikkan racun di telinga Arkan, mengatakan Kiara pasti selingkuh karena Arkan tidak pernah menyentuhnya.

Arkan percaya begitu saja, karena dia memang lebih percaya dengan Lenna daripada istrinya sendiri.

Amarah meledak di dada Dara.

"Lepaskan aku," suaranya keluar... masih lemah, tapi ada sesuatu yang berbeda di sana.

"Apa? Kamu berani ngomong?"

"AKU BILANG LEPASKAN!"

Dara mengangkat tangannya... tangan yang lemah, gemetar, tapi dia tahu anatomy tubuh manusia. Jarinya menekan titik saraf di pergelangan tangan Arkan dengan presisi.

Arkan meringis, refleks melepaskan cengkeramannya.

"Sialan! Kamu..."

"Anak ini anakmu, dasar brengsek."

Semua orang terdiam, Lenna terlihat shock sedangkan Arkan ternganga tidak percaya dengan apa yang barusan dia saksikan sendiri.

Kiara yang lama tidak pernah melawan, Kiara yang lama hanya menangis dan memohon.

Tapi Dara bukan Kiara.

"Kamu mabuk empat bulan lalu. Pulang jam dua pagi, kamu masuk ke kamarku dan memaksaku. Kamu ingat sekarang?"

Wajah Arkan berubah, ada sekilas keraguan di sana.

"Bohong! Aku tidak..."

"Kamu bahkan mencium leherku sampai meninggalkan bekas. Aku menutupinya dengan foundation seminggu penuh. Kamu ingat atau tidak, itu bukan urusanku. Tapi anak ini..." Kiara meletakkan tangannya di perut yang membesar, "...adalah darah dagingmu."

"Kak Arkan, jangan percaya..." Lenna maju, suaranya bergetar. "Kak Kiara pasti bohong... dia pasti..."

"Tutup mulut."

Dara menatap Lenna dengan tatapan yang sama seperti saat dia menatap meja operasi. Dingin. Mematikan!

Lenna tersentak mundur.

"Aku tahu permainanmu," kata Dara pelan... terlalu pelan, tapi setiap kata terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu. "Kamu pikir aku tidak tahu? Kamu pikir aku sebodoh itu?"

"A... aku tidak tahu apa yang Kakak bicarakan..."

"Belum sekarang. Tapi percayalah..." Dara tersenyum, senyum tanpa kehangatan, "...aku akan buat kamu mengaku sendiri."

Arkan masih terdiam, bingung dengan perubahan drastis istrinya.

Dara atau Kiara menatap mereka semua. Perut bawahnya masih sangat sakit, kepalanya berkunang-kunang. Tubuh ini lemah, terlalu lemah dibanding tubuh lamanya. Tapi jiwanya? Jiwanya adalah Dara Alvarino. Dokter mafia yang pernah membedah puluhan tubuh. Wanita yang bertahan tujuh tahun di dunia paling kelam.

Dia sudah pernah mati sekali karena pengkhianatan. Dia tidak akan mati sia-sia lagi.

"Mulai sekarang," katanya, suaranya semakin kuat, "kalian semua akan menyesal pernah menyakitiku."

Dia melangkah melewati Arkan yang masih terpaku, melewati Lenna yang wajahnya pucat, keluar dari ruangan dengan kepala tegak.

Setiap langkah terasa berat, tubuh ini sudah dipukuli habis-habisan. Tapi Dara tidak akan jatuh, tidak di depan mereka.

Begitu pintu kamar tertutup di belakangnya, tubuhnya ambruk. Dia merosot di lantai, memeluk perutnya yang masih terasa nyeri.

"Bertahanlah," bisiknya pada anak dalam kandungannya... anak yang bahkan bukan anaknya, tapi sekarang jadi tanggung jawabnya. "Kita harus bertahan, karena kita harus menang melawan mereka."

Air matanya jatuh, bukan air mata Kiara yang lemah. Tapi air mata Dara yang marah. Yang trauma, yang merasa bersalah karena mati bodoh di tangan orang yang dipercaya.

Air mata wanita yang bersumpah tidak akan pernah percaya lagi. Tapi akan membuat semua orang yang menyakitinya berlutut memohon ampun.

Terpopuler

Comments

Umi Fitriani

Umi Fitriani

semangat thorr 🤗

2026-09-03

0

Dandelion

Dandelion

wahhh dara keren...😁

2026-08-17

0

Dewi Kasinji

Dewi Kasinji

ijin baca kak

2026-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - KEMATIAN DAN KEBANGKITAN
2 BAB 2 - INGATAN DUA KEHIDUPAN
3 BAB 3 - POLA YANG SAMA
4 BAB 4 - BAYANGAN MASA LALU
5 BAB 5 - NYAWA DI UJUNG TANDUK
6 BAB 6 - PENGETAHUAN YANG MENYELAMATKAN
7 BAB 7 - RENCANA BALASAN
8 BAB 8 - DOKTER KELUARGA
9 BAB 9 - ANCAMAN BARU
10 BAB 10 - HANTU DARI MASA LALU
11 BAB 11 - SEKUTU YANG TIDAK TERDUGA
12 BAB 12 - JEJAK KEUANGAN
13 BAB 13 - PEGAWAI YANG MELIHAT
14 BAB 14 - MASA LALU YANG TERKUBUR
15 BAB 15 - HARI PENGUNGKAPAN
16 BAB 16 - LENNA DIUSIR
17 BAB 17 - RIO SI PERANTARA
18 BAB 18 - LENNA KEHILANGAN SEGALANYA
19 BAB 19 - ARKAN MENCOBA MENDEKATI
20 BAB 20 - KEBAHAGIAAN YANG RAPUH
21 BAB 21 - ANCAMAN DARI MASA LALU DARA
22 BAB 22 - PERTEMUAN DI GUDANG
23 BAB 23 - PERMAINAN MEMATIKAN
24 BAB 24 - KELAHIRAN DAN ANCAMAN BARU
25 BAB 25 - PEJUANG KECIL
26 BAB 26 - RENCANA PENGGREBEKAN
27 BAB 27 - KONFRONTASI AKHIR
28 BAB 28 - BAYANG-BAYANG YANG TERSISA
29 BAB 29 - PENGKHIANAT DARI DALAM
30 BAB 30 - KEMBALINYA LENNA
31 BAB 31 - JARINGAN TERSEMBUNYI
32 BAB 32 - UMPAN HIDUP
33 BAB 33 - PERMAINAN TERAKHIR
34 BAB 34 - PENYELAMATAN BRUTAL
35 BAB 35 - BAYANG-BAYANG YANG KEMBALI
36 BAB 36 - ANCAMAN DARI BAYANGAN
37 BAB 37 - KONFRONTASI TERAKHIR DENGAN BOS RENDRA
38 BAB 38 - KEHIDUPAN BARU YANG RAPUH
39 BAB 39 - SUARA DALAM KEPALA
40 BAB 40 - PERANG BATIN
41 BAB 41 - PERTARUNGAN DUA JIWA
42 BAB 42 - KESEPAKATAN DUA JIWA
43 BAB 43 - ANCAMAN BARU TERHADAP KIRANA
44 BAB 44 - JEBAKAN UNTUK SURYA
45 BAB 45 - EPILOG - KEHIDUPAN BARU, ANCAMAN LAMA
46 BAB 46 - ANCAMAN BARU BERNAMA S.P.P
47 BAB 47 - PERSIAPAN PERANG
48 BAB 48 - PERTEMPURAN DI JALANAN
49 BAB 49 - KEPUTUSAN BESAR
50 BAB 50 - PERJANJIAN DENGAN IBLIS
51 AFTERWORD AUTHOR
Episodes

Updated 51 Episodes

1
BAB 1 - KEMATIAN DAN KEBANGKITAN
2
BAB 2 - INGATAN DUA KEHIDUPAN
3
BAB 3 - POLA YANG SAMA
4
BAB 4 - BAYANGAN MASA LALU
5
BAB 5 - NYAWA DI UJUNG TANDUK
6
BAB 6 - PENGETAHUAN YANG MENYELAMATKAN
7
BAB 7 - RENCANA BALASAN
8
BAB 8 - DOKTER KELUARGA
9
BAB 9 - ANCAMAN BARU
10
BAB 10 - HANTU DARI MASA LALU
11
BAB 11 - SEKUTU YANG TIDAK TERDUGA
12
BAB 12 - JEJAK KEUANGAN
13
BAB 13 - PEGAWAI YANG MELIHAT
14
BAB 14 - MASA LALU YANG TERKUBUR
15
BAB 15 - HARI PENGUNGKAPAN
16
BAB 16 - LENNA DIUSIR
17
BAB 17 - RIO SI PERANTARA
18
BAB 18 - LENNA KEHILANGAN SEGALANYA
19
BAB 19 - ARKAN MENCOBA MENDEKATI
20
BAB 20 - KEBAHAGIAAN YANG RAPUH
21
BAB 21 - ANCAMAN DARI MASA LALU DARA
22
BAB 22 - PERTEMUAN DI GUDANG
23
BAB 23 - PERMAINAN MEMATIKAN
24
BAB 24 - KELAHIRAN DAN ANCAMAN BARU
25
BAB 25 - PEJUANG KECIL
26
BAB 26 - RENCANA PENGGREBEKAN
27
BAB 27 - KONFRONTASI AKHIR
28
BAB 28 - BAYANG-BAYANG YANG TERSISA
29
BAB 29 - PENGKHIANAT DARI DALAM
30
BAB 30 - KEMBALINYA LENNA
31
BAB 31 - JARINGAN TERSEMBUNYI
32
BAB 32 - UMPAN HIDUP
33
BAB 33 - PERMAINAN TERAKHIR
34
BAB 34 - PENYELAMATAN BRUTAL
35
BAB 35 - BAYANG-BAYANG YANG KEMBALI
36
BAB 36 - ANCAMAN DARI BAYANGAN
37
BAB 37 - KONFRONTASI TERAKHIR DENGAN BOS RENDRA
38
BAB 38 - KEHIDUPAN BARU YANG RAPUH
39
BAB 39 - SUARA DALAM KEPALA
40
BAB 40 - PERANG BATIN
41
BAB 41 - PERTARUNGAN DUA JIWA
42
BAB 42 - KESEPAKATAN DUA JIWA
43
BAB 43 - ANCAMAN BARU TERHADAP KIRANA
44
BAB 44 - JEBAKAN UNTUK SURYA
45
BAB 45 - EPILOG - KEHIDUPAN BARU, ANCAMAN LAMA
46
BAB 46 - ANCAMAN BARU BERNAMA S.P.P
47
BAB 47 - PERSIAPAN PERANG
48
BAB 48 - PERTEMPURAN DI JALANAN
49
BAB 49 - KEPUTUSAN BESAR
50
BAB 50 - PERJANJIAN DENGAN IBLIS
51
AFTERWORD AUTHOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!