Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Kepulangan Ceni Ke Tiongkok

Ceni yg saat ini masih berada di Indonesia karena sedang mengelola Restoran dan perusahaan mendiang sang sahabat yg sudah Satu tahun ini ia kelola, hidup nya terasa hampa, tak ada lagi canda tawa sahabat terbaik nya, walaupun kini ia tinggal di rumah milik sahabat nya akan tetapi hal itu masih tak bisa mengobati rasa rindu yg membuncah, tidur pun hanya ditemani pigura foto mereka berdua kala saat itu sedang menikmati camping ala ala di pegunungan, sebab sang sahabat yg sangat menyukai pegunungan itu.

Mengapa ia tinggal di rumah sahabat nya,?

Jawaban nya ialah karena mendiang sang sahabat adalah anak yatim piatu setelah kematian kedua orang tua nya akibat kecelakaan, tak ada ahli waris maupun sanak keluarga yg dapat mewarisi kekayaan milik mendiang sahabat nya itu, sedangkan banyak karyawan serta pelayan yg bergantung pada mendiang sang sahabat, pengacara keluarga sahabat nya pun memberikan hak waris pada nya karena hanya Ceni lah yg dekat dengan mendiang sahabat nya itu.

"Ara Aku rindu." Gumam Ceni sambil menatap manik mata sahabat nya lewat figura foto yg ia cetak sebesar mungkin.

"Kenapa kau pergi tanpa mengajak ku hah, apa kau tidak sayang pada ku.?" Ucap nya lagi sambil mengelus foto tersebut.

Ceni pun akhirnya tertidur sambil memeluk foto kecil lain nya di dekapan nya.

.

Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali tiba-tiba pelayan pribadi sang kakek menelepon dari Tiongkok, bahwa kakek nya sedang sakit keras mungkin hidup nya tak lama lagi.

Dengan tergesa-gesa Ceni pun berkemas untuk pulang ke Tiongkok dimana tempat tinggal kakek nya berdiri.

Sebelum kepergiannya ke Tiongkok, Ceni pun sempat berpesan pada kepala pelayan untuk menjaga kediaman sahabat nya dengan baik dan memberikan tanggung jawab semua nya pada kepala pelayan kepercayaan keluarga sahabat nya yg sudah bekerja dan mengabdi sangat lama itu, dan Kepala pelayan itu kebetulan sangat dapat di percaya.

Hari itu juga Ceni pun pergi ke negara dimana kakek nya berasal.

Wen Ceni itulah nama nya yg di ambil dari marga sang kakek, kedua orang tua Ceni sudah lama tiada ketika ia baru menginjak usia 2 tahun, kedua orang tua Ceni tiada akibat serangan para musuh sang kakek, mereka yg lengah dan tanpa persiapan apa pun seketika meregang nyawa karena tembakan beruntun yg di layang kan oleh pihak lawan.

Sang kakek yg melihat anak dan menantu satu-satunya tewas di tangan musuh pun tanpa ampun membalas kematian kedua nya karena sudah menyebabkan cucu satu-satunya menjadi yatim piatu di usia yg sangat kecil.

Papa nya Ceni walaupun terlahir dari keluarga mafia, tapi ia sama sekali tidak berniat mengikuti jejak sang ayah menjadi ketua mafia, justru ia hanya ingin menjadi orang yg biasa saja, hidup damai tanpa bayang-bayang peperangan, tanpa ada nya musuh sehingga nanti keluarga nya bisa hidup tenang, itulah impian ayah nya Ceni, tapi setelah Ceni lahir yg saat itu baru berusia 2 tahun, bahkan takdir berkata lain, ternyata kediaman sang kakek sudah di kepung musuh dan secara kebetulan kedua orang tua Ceni pun akan memeriksa perusahaan yg ada di negara itu, tapi siapa sangka, bahkan kedua nya menjadi korban kebrutalan itu.

Beruntung Ceni saat itu di titipkan pada kakek dan nenek nya, saat itu nenek Ceni masih hidup dan sehat.

Sejak kejadian itulah, bahkan Ceni yg baru memasuki usia sekolah pun sudah kakek nya ajarkan berbagai teknik beladiri, menggunakan senjata, membuat obat maupun racun.

Sang kakek tidak ingin cucu satu-satunya kembali menjadi korban seperti anak dan menantu nya di masa lalu.

Kakek Ceni yg bernama Wen Chen gao itu sudah mulai sakit-sakitan semenjak sang istri tiada 10 tahun lalu, di karenakan rasa cinta dan sayang yg mendalam membuat sang kakek tidak dapat menahan kesedihannya sehingga membuat tubuh nya melemah dan kakek mengalami serangan jantung, sejak saat itulah sang kakek lebih sering mengurung diri di kamar dan hanya selalu memandangi foto mendiang sang istri seperti yg di lakukan Ceni, yg sangat merindukan sahabat terbaik nya itu.

Ceni hanya sesekali menjenguk sang kakek karena dirinya sangat begitu sibuk mengurus beberapa bisnis keluarga nya dan sahabat nya apalagi saat ini ia adalah ketua mafia yg baru yg saat ini menggantikan kakek nya memimpin.

Tanggung jawab yg sangat besar di pundak Ceni itulah yg menyebabkan ia jarang bertemu dengan kakek nya apalagi dia adalah garis keturunan terakhir keluarga Wen milik kakek nya.

.

Setelah menempuh perjalanan yg melelahkan, Ceni pun akhirnya tiba di kediaman Wen di mana kakek nya tinggal yg hanya di temani sang pelayan pribadi kepercayaan keluarga Wen itu.

Dengan langkah lebar nya, Ceni pun menemui kakek nya di kamar utama kediaman Wen.

"Kakek." Ucap Ceni setengah berteriak.

"Ceni cucu ku." Ucap kakek Wen Chen gao dengan nada lirih nyaris tak terdengar.

Ceni pun menghambur ke pelukan sang kakek yg sudah sedari kecil merawat nya itu.

"Kakek apakah kakek baik-baik saja.?" Ucap Ceni dengan mata yg berkaca-kaca.

Kakek Wen Chen gao hanya dapat tersenyum sambil membelai lembut rambut Ceni dengan tangan yg bergetar lemah.

"Ceni, kakek menyayangi mu, sampai kapan pun akan seperti itu, maafkan kakek karena tidak bisa menemani mu lebih lama lagi uhuk uhuk." Ucap lirih kakek sambil terbatuk-batuk.

"Kakek harus menemani ku kek, hanya kakek yg aku punya, kakek harus sehat, kita berobat yuk, Ceni akan memanggil dokter terbaik di dunia ini untuk kakek." Ucap Ceni berusaha menenangkan hati nya yg entah kenapa merasa kegelisahan dan ketakutan mendalam akan di tinggal oleh orang terkasih.

Kakek Wen Chen gao hanya menggeleng pelan sambil berusaha tersenyum.

Lalu kakek pun mengeluarkan satu kotak persegi empat yg hanya berukuran 10×10 cm.

"Ini untuk Ceni, jaga lah dengan baik, kakek hanya berharap kamu bahagia dan tetap tersenyum walaupun tak di zaman ini." Ucap lirih kakek.

"Maksud kakek apa tak di zaman ini.?" Ucap Ceni.

Sang kakek hanya tersenyum sambil menatap wajah cucu nya.

"Pergi lah ke perpustakaan di ruang itu, kau akan menemukan jawaban nya nak, uhuk uhuk uhuk." Ucap lirih kakek sambil terbatuk-batuk.

Kakek Wen Chen gao pun seketika mengalami Sesak nafas.

"Kakek, kakek kenapa kek, kakek jangan membuat ku takut hiks hiks, kakek, paman tolong kakek paman." Ucap Ceni mengguncang lengan kakek nya lalu menatap pelayan pribadi kakek nya.

Pelayan pribadi sang kakek pun langsung menelepon dokter pribadi kediaman Wen agar dapat memeriksa keadaan tuan besar kediaman Wen.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

perusahaan Ara mending dijual aja ceni,dr pd ditinggal ntar digerogoti tikus

2026-06-10

0

Dewi Sulistiyani

Dewi Sulistiyani

awal yang bagus, aku suka g bertele-tele, moga sampai finish y kak... 💪💪

2026-04-25

0

Siti Solikah

Siti Solikah

wah kasihan ceni ditinggal sahabat dan kakeknya

2026-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kepulangan Ceni Ke Tiongkok
2 Kepergian Kakek Wen Chen gao
3 Tiba Di Pemukiman Penduduk
4 Membeli Kuda
5 Menolong Ying Zu Membunuh Bandit
6 Curhatan Ying Zu
7 Ceni Tak Memiliki Ranah Kultivasi
8 Memasuki Wilayah Hutan Kematian/Ilusi
9 Membebaskan Orang-orang Yg Terjebak Di Tanah Ilusi
10 Kota Juanchi
11 Penginapan
12 Memasak
13 Berpamitan Pergi
14 Meracik Obat
15 Jie jie Cantik Dan Ling Ling
16 Mangga Hutan
17 Cerita Ceni dan Zeno
18 Tiba Di Istana Kekaisaran
19 Keresahan Ying Ru
20 Mulai Mencari Tau
21 Fakta Yang Mengejutkan Sekaligus Menggembirakan
22 Kejadian Yang Sebenarnya
23 Satu Persatu Kebenaran Terbongkar
24 Kembali Nya Lin Shen Ke Kediaman Jenderal
25 Identitas Baru Ying Zu Sebagai Putri Shen Xin Zu
26 Tatapan Pangeran Mahkota
27 Pangeran mahkota dan Ceni
28 Ceni dan Zeno Pergi Meninggalkan Istana
29 Mengikuti Rombongan
30 Kenalan Baru
31 Yayan Dan Yeyen Naik Ranah
32 Tiba Di Kawasan Perguruan Awan.
33 Mengenang Sahabat Lama
34 Pertandingan Antar Murid perguruan
35 Babak Penyisihan
36 Menghindari Makhluk Menyeramkan
37 Sang Harimau Hewan Kontrak Yeyen
38 Lorong Bawah Tanah
39 Istana Putri Kegelapan
40 Berhasil Mendapatkan Batu Delima sakti
41 Perampok kecil
42 Memasak Tunas Bambu/rebung
43 Menginap Di Desa Bambu
44 Kedatangan Ceni Dan Zeno di paviliun persik.
45 Ceni
46 Pertemuan Permaisuri Yu Zea dan ceni
47 Ceni bertemu anak kembar permaisuri yu zea di istana surgawi
48 Berkenalan Dengan Putri Liang
49 Jenderal Young fang tunangan nya putri Liang
50 Patung Ceni Di Taman Buatan Istana Surgawi
51 Tangisan Yie yie Karena Ulah Putri Liang
52 Kilas Balik Tanda Lotus Di Dahi Ceni
53 Kepulangan Ceni ke paviliun persik
54 Ceni kembali ke zaman modern
55 Kondisi Mengkhawatirkan pangeran mahkota
56 Rahasia Kakek Wen Chen gao
57 Mendatangi markas Black rose
58 Kematian Joya
59 Pergi Dari Dunia modern
60 Ceni Tiba Di Paviliun persik
61 Harapan Permaisuri Xin Nie
62 Ulang tahun Jien ji dan yie yie
63 Ketidaksukaan Liang pada Lin Sa
64 Hadiah untuk Lin sa dan Rain
65 Kedatangan Pengawal Khusus Kaisar Hwang Shen di paviliun persik.
66 Tanda bunga lotus/teratai bereaksi
67 Pangeran Mahkota Sadar Kan diri
68 Murka nya pangeran mahkota
69 Racun Dingin Yang di rencanakan
70 Dilema nya Sang permaisuri Dinasti Shen
71 Kedatangan Zea ke Istana Dinasti Shen
72 Kesembuhan Ceni dan pelukan hangat Pangeran mahkota
73 Memasukkan Kin'an ke penjara bawah tanah
74 Pasrah nya kedua orang tua Kin'an
75 Keberadaan Sang Putri Raja Song Hae
76 Pesta Pernikahan Ceni dan pangeran mahkota
77 Alter ego Ceni
78 Pertemuan dengan kedua orang tua kandung ceni
79 Ke Istana Berlian
80 Gara-gara mangga
81 Kehamilan ceni
82 Kebahagiaan Anggota kerajaan dan kekaisaran
83 Kebersamaan Pangeran mahkota Shen dan Ceni
84 Kelahiran Putri Yue Xinabelle
85 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Kepulangan Ceni Ke Tiongkok
2
Kepergian Kakek Wen Chen gao
3
Tiba Di Pemukiman Penduduk
4
Membeli Kuda
5
Menolong Ying Zu Membunuh Bandit
6
Curhatan Ying Zu
7
Ceni Tak Memiliki Ranah Kultivasi
8
Memasuki Wilayah Hutan Kematian/Ilusi
9
Membebaskan Orang-orang Yg Terjebak Di Tanah Ilusi
10
Kota Juanchi
11
Penginapan
12
Memasak
13
Berpamitan Pergi
14
Meracik Obat
15
Jie jie Cantik Dan Ling Ling
16
Mangga Hutan
17
Cerita Ceni dan Zeno
18
Tiba Di Istana Kekaisaran
19
Keresahan Ying Ru
20
Mulai Mencari Tau
21
Fakta Yang Mengejutkan Sekaligus Menggembirakan
22
Kejadian Yang Sebenarnya
23
Satu Persatu Kebenaran Terbongkar
24
Kembali Nya Lin Shen Ke Kediaman Jenderal
25
Identitas Baru Ying Zu Sebagai Putri Shen Xin Zu
26
Tatapan Pangeran Mahkota
27
Pangeran mahkota dan Ceni
28
Ceni dan Zeno Pergi Meninggalkan Istana
29
Mengikuti Rombongan
30
Kenalan Baru
31
Yayan Dan Yeyen Naik Ranah
32
Tiba Di Kawasan Perguruan Awan.
33
Mengenang Sahabat Lama
34
Pertandingan Antar Murid perguruan
35
Babak Penyisihan
36
Menghindari Makhluk Menyeramkan
37
Sang Harimau Hewan Kontrak Yeyen
38
Lorong Bawah Tanah
39
Istana Putri Kegelapan
40
Berhasil Mendapatkan Batu Delima sakti
41
Perampok kecil
42
Memasak Tunas Bambu/rebung
43
Menginap Di Desa Bambu
44
Kedatangan Ceni Dan Zeno di paviliun persik.
45
Ceni
46
Pertemuan Permaisuri Yu Zea dan ceni
47
Ceni bertemu anak kembar permaisuri yu zea di istana surgawi
48
Berkenalan Dengan Putri Liang
49
Jenderal Young fang tunangan nya putri Liang
50
Patung Ceni Di Taman Buatan Istana Surgawi
51
Tangisan Yie yie Karena Ulah Putri Liang
52
Kilas Balik Tanda Lotus Di Dahi Ceni
53
Kepulangan Ceni ke paviliun persik
54
Ceni kembali ke zaman modern
55
Kondisi Mengkhawatirkan pangeran mahkota
56
Rahasia Kakek Wen Chen gao
57
Mendatangi markas Black rose
58
Kematian Joya
59
Pergi Dari Dunia modern
60
Ceni Tiba Di Paviliun persik
61
Harapan Permaisuri Xin Nie
62
Ulang tahun Jien ji dan yie yie
63
Ketidaksukaan Liang pada Lin Sa
64
Hadiah untuk Lin sa dan Rain
65
Kedatangan Pengawal Khusus Kaisar Hwang Shen di paviliun persik.
66
Tanda bunga lotus/teratai bereaksi
67
Pangeran Mahkota Sadar Kan diri
68
Murka nya pangeran mahkota
69
Racun Dingin Yang di rencanakan
70
Dilema nya Sang permaisuri Dinasti Shen
71
Kedatangan Zea ke Istana Dinasti Shen
72
Kesembuhan Ceni dan pelukan hangat Pangeran mahkota
73
Memasukkan Kin'an ke penjara bawah tanah
74
Pasrah nya kedua orang tua Kin'an
75
Keberadaan Sang Putri Raja Song Hae
76
Pesta Pernikahan Ceni dan pangeran mahkota
77
Alter ego Ceni
78
Pertemuan dengan kedua orang tua kandung ceni
79
Ke Istana Berlian
80
Gara-gara mangga
81
Kehamilan ceni
82
Kebahagiaan Anggota kerajaan dan kekaisaran
83
Kebersamaan Pangeran mahkota Shen dan Ceni
84
Kelahiran Putri Yue Xinabelle
85
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!