Vanya melangkah keluar dari kamar 1205 dengan sangat hati-hati. Dia celingak-celinguk ke kanan dan kiri, memastikan koridor sepi sebelum dia benar-benar menutup pintu kamar Aiden. Niatnya adalah menyelinap kembali ke kamar 1204, kamar yang seharusnya dia tempati bersama Elsa.
Tapi, baru saja Vanya melangkah dua meter, suara cempreng yang sangat dia kenal membelah kesunyian koridor.
"WADUH! KETANGKAP BASAH!"
Vanya tersentak sampai hampir menjatuhkan botol minumnya. Dia menoleh dengan kaku dan melihat Kiki dan Rian berdiri di depan pintu lift sambil bersedekap dada.
Kiki memasang wajah penuh selidik, sementara Rian memicingkan matanya seperti detektif yang baru menemukan barang bukti.
"Van? Ngapain lo keluar dari kamar Aiden jam segini?" tanya Kiki sambil jalan mendekat.
"Eh... itu... anu..." Vanya mulai gagap. "Tadi Kak Aiden minta tolong... anu... carikan salep otot Iya, salep! Dia bilang kakinya kaku lagi."
Rian menggelengkan kepalanya pelan. "Salep otot? Tapi kok muka lo merah..., Van? New York lagi dingin, bukan panas. Dan kok rambut lo agak... berantakan gitu"
Vanya langsung merapikan rambutnya dengan panik. "I-ini gara-gara AC di dalam kamar Kak Aiden terlalu kencang! Aduh, gweh balik kamar dulu ya, Elsa pasti nungguin!"
"Eits, tunggu dulu!" Kiki menghalangi jalan Vanya. "Gue curiga ya. Dari kemarin-kemarin lo berdua tuh nempel terus. Jangan-jangan..."
Tiba-tiba, pintu kamar 1205 terbuka lebar. Aiden berdiri di sana dengan wajah datarnya. Dia memakai kaos putih polos dan celana pendek basket, tangannya memegang sebuah botol salep yang memang sengaja dia ambil dari tas medis di dalam.
"Kenapa pada ribut di depan kamar gue?" tanya Aiden dingin.
Kiki dan Rian langsung ciut, tapi rasa penasaran mereka lebih besar.
"Ini den, kita cuma bingung kenapa Vanya keluar dari kamar lo dengan muka mencurigakan," jawab Rian.
Aiden melemparkan botol salep itu ke arah Kiki yang untungnya ditangkap dengan sigap.
"Vanya baru selesai ngerjain laporan medis buat Pak Ru…
ASI Anak SMA
bab. 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 182 Episodes
Comments