"Jangan sentuh bantal itu. Mundur, Zoya."
Kalandra menarik lengan Zoya menjauh dari kasur seolah bantal itu berisi bom waktu yang siap meledak. Pistol di tangan kanannya kembali terarah lurus, menyapu setiap sudut kamar yang gelap dengan gerakan taktis. Matanya awas memeriksa kolong tempat tidur, balik tirai tebal, sampai celah sempit di antara lemari.
"Keluar! Aku tahu kau di sini, Bangsat!" teriak Kalandra.
Suaranya menggema di kamar luas itu, memantul di dinding-dinding mewah yang bisu. Tidak ada jawaban. Tidak ada serangan tiba-tiba. Hanya dengungan halus air purifier di pojok ruangan yang terdengar konstan.
Zoya berdiri mematung di dekat pintu. Jantungnya berdegup kencang, tapi otaknya yang terbiasa dengan data forensik bekerja cepat menganalisis situasi.
"Dia sudah pergi, Mas," ucap Zoya pelan, matanya masih terkunci pada lekukan di bantal itu. "Lekukan itu sudah dingin. Kain spreinya tidak menyisakan hawa panas tubuh. Dia berbaring di sana mungkin dua atau tiga jam yang lalu, saat kita masih sibuk dengan mobilnya di tebing."
Kalandra tidak peduli pada analisis suhu. Dia tetap memeriksa kamar mandi, menendang pintu shower kaca hingga terbuka lebar. Kosong. Dia beralih ke walk-in closet, menggeser deretan jas dan gaun dengan kasar, berharap menemukan bajingan itu bersembunyi di sana. Kosong juga.
Napas Kalandra memburu. Urat lehernya menonjol. Dia merasa dipermainkan di kandangnya sendiri. Rumah yang seharusnya jadi benteng paling aman, kini terasa seperti panggung pertunjukan bagi si pembunuh.
"Ikut aku ke ruang tengah. Sekarang," perintah Kalandra. Dia menyeret Zoya keluar dari kamar itu, mengunci pintu kamar dari luar, lalu membawa istrinya ke depan panel monitor keamanan di ruang tamu.
Jari-jari Kalandra menari kasar di atas keyboard sistem keamanan. Dia memutar ulang rekaman CCTV untuk jam-jam saat mereka pergi.
"Sialan! Sistem sampah! Ratusan juta cuma buat pajangan doang!" Kalandra memukul meja konsol marmer itu hingga tangannya yang masih d…
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik
BAB 28: Pesan dari 'Hantu'
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
Anonim
astagaa, apartemen mahal dgn fasilitas d perabot super mahal tp punya akses ventilasi u teknisi dgn alasan maintenance..lantas apa bedanya dgn rmh mewah yg maling bisa masuk dgn ngedongkel jendela? ...kocak🤣
2026-04-01
0
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
yg jadi pertanyaan kenapa Hanggara sampe melakukan pembunuhan ektreem seperti itu, apa emang karna kelainan (jiwa psik0p4tnya) atau ada alasan lain.🤔🤔🤔
2026-02-26
1
royani arofat
hanggara pingin " ditemukan" .kl cuma mau membunuh, pas mereka lengah dan tertidur pasti mudah melakukannya
2026-03-11
1