Di pagi hari Azam hanya berdiam diri di kamar. Baldi mengajak Azam untuk main namun tidak di hiraukan.
Kanendra dan Baldi terheran melihat Azam yang seperti itu. karena tidak biasanya Azam seperti itu.
" Zam ayok kita main, ngapain di kamar terus " ajak Baldi
" Malesss " ucap azam sepatah kata saja.
" kamu sakit ya zam ? " tanya Baldi
" Azam gak sakit cuma males aja " ucap Azam
Baldi menggaruk garuk kepalanya yang plontos karena bingung dengan azam. Kanendra yang melihatnya juga bingung, ada apa sebenarnya sama si Azam.
" raden itu si Azam kenapa dari tadi aneh banget dia hari ini " kata baldi yang berbisik ke Kanendra.
" aku juga gak tau kenapa Azam jadi kek gini " ucap Kanendra
kanendra menghampiri azam dan duduk di sebelahnya. Azam duduk dengan lesu. " zam kamu kenapa, bilang sama om nanti om bantu "
Azam lalu menoleh melihat Kanendra. " azam bosan om, gak tau mau main apa lagi. terus Azam juga di rumah ini terus gak ada kemana mana "
ternyata Azam bosan dengan keaadan dia yang merasa di rumah saja, tidak ada hal yang membuatnya menarik.
Kanendra lalu berpikir apa yang harus di lakukannya agar bisa membuat Azam semangat lagi.
" kalau begitu bagaimana kalo Azam om ajak ke kerajaan om " saran Kanendra
Azam yang mendengar itu langsung semangat dan tidak lesu lagi seperti tadi.
" serius om ? om mau ajak azam ke kerajaan om " ucap Azam memastikan
" iya om serius, om juga sudah lama tidak pulang kesana, jadi sekalian om ajak Azam " kata Kanendra
Azam kemudian berdiri lalu melompat kegirangan, Baldi juga melompat kegirangan seperti Azam. dia juga senang bisa ikut ke kerajaan kanendra.
" baldi kenapa kamu juga kegirangan ? " tanya Kanendra
" aku senang raden ajak main kesana, kapan lagi bisa pergi ke sana raden " kata Baldi
" yang ngajak kamu siapa emangnya ? aku kan ngajak Azam aja, kamu jaga rumah ini aja " ucap Kanendra
sontak si Baldi berhenti melompat kegirangan, mukanya langsung berubah jadi sedih dan merengut.
" kok aku gak di ajak juga raden ? aku juga mau kesana…
KEISTIMEWAAAN AZAM
BAB 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 239 Episodes
Comments