“Mas Farhan....” panggil Kinara dengan rintihan penuh kesakitan namun tidak ada jawaban apapun dari suaminya.
Di dapur, Farhan tengah menuangkan sup ke mangkuk. Tangannya sedikit gemetar tanpa ia sadari. Ada perasaan aneh yang terus mengusik dadanya, perasaan yang membuatnya ingin segera ke kamar. Saat itulah, dari kamar terdengar suara Kinara lagi yang kali ini terdengar lebih lirih dan terputus-putus.
“Mas Farhan… Tolong aku....”
Detik itu juga farhan membeku. Ia panik dan langsung meletakkan mangkuk begitu saja di meja dapur, membuat sup nya tumpah sedikit. Kakinya melangkah cepat ke arah kamar, tapi belum sampai pintu, suara Kinara kembali terdengar lebih keras dari sebelumnya.
“Mas…!”
Farhan berlari. Di dalam kamar, Kinara menggigit bibirnya. Rasa sakit itu datang lagi, lebih kuat dari sebelumnya. Tubuhnya menegang, tangannya mencengkeram seprai hingga jari-jarinya memutih. Belum sempat ia menarik napas untuk menenangkan diri, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir. Matanya membelalak.
“Tidak… tidak…” gumam Kinara dengan panik.
Ia menunduk, dan saat itu juga ia melihat sprei di bawahnya mulai basah. Cairan bening mengalir ke arah kakinya. Itu adalah air ketuban. Jantung Kinara berdegup kencang. Kepalanya terasa ringan, panik dan sakit yang bercampur menjadi satu.
“Mas Farhan!” teriaknya dengan suara bergetar, nyaris menangis. "Tolong!”
Teriakan itu menggema hingga ke dapur.
Farhan yang sudah setengah berlari kini benar-benar berlari. Dadanya berdebar tak karuan. Tangannya dingin. Kepalanya dipenuhi satu pikiran yang sama berulang-ulang. Ia sampai di depan pintu kamar dan langsung membukanya tanpa pikir panjang.
“Kinara!”
Pemandangan di depannya membuat jantungnya seperti diremas kuat. Kinara terbaring di ranjang, wajahnya pucat, sementara keringat membasahi kening dan pelipisnya. Tangannya gemetar, napasnya tersengal-sengal. Seprai di bawahnya basah.
“Mas…” suara Kinara bergetar hebat. “sakit… Mas…”
Farhan terpaku sesaat. Ia pernah membayangkan mo…
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO
Bab 74
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Mamah Dini11
ah udh di tawarin mau cariin art gk di anggepin kak sm si farhan , mungkin mau sibuk sendiri gk mau ada orang lain 😄😄😄 katanya CEO rumah sepi kayak kuburan , eh eh maaf maaf 🙏🙏🤭
2026-06-03
0
Mutia
Udah lahiranpun blm ada ART, tinggal di daerah elit, apa maksudnya Author ini. Emg Farhan gak kerja, urusan dapurpun dia lakukan sendiri.
2026-08-09
0
Ragil Saputri
kok ibunya Kinara GK nemenin anaknya disaat mau lahiran, kasian Kinara GK ada yg ndampingi, art pun GK ada ya. ....
2026-07-02
0