Bab 26

Sore itu, cahaya matahari menembus jendela besar di ruang kerja Farhan. Langit di luar mulai berwarna keemasan, menandakan hari yang perlahan mendekati senja. Di atas meja kerjanya, beberapa berkas proposal investasi dari mitra Jepang masih terbuka. Farhan baru saja menutup map terakhir, menandainya dengan catatan kecil hasil review-nya sendiri.

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi sembari menghela napas pelan. Hari ini memang terasa panjang. Tapi entah kenapa, tidak melelahkan seperti biasanya. Farhan meraih ponselnya untuk mengecek jam. Dan waktu sudah menunjukkan hampir pukul lima sore. Ia berniat beranjak sebentar untuk menunaikan salat asar sebelum pulang, ketika terdengar ketukan pelan di pintu ruangannya.

“Masuk,” ucap Farhan dengan cepat dan membuat pintu ruangannya akhirnya terbuka perlahan.

Dan seketika itu juga, Farhan terdiam. Seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu. Tubuhnya masih tegap, meski rambutnya kini lebih banyak dihiasi uban. Wajahnya penuh wibawa, tapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang berbeda. Keraguan, kehati-hatian, dan rasa bersalah yang jelas terlihat disana.

“Ayah?” suara Farhan keluar tanpa ia rencanakan.

Pak Ardhan melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan hati-hati, seolah-olah takut membuat suara terlalu keras. Ia menatap putranya yang berdiri di balik meja kerja itu dengan pandangan yang lama, pandangan seorang ayah yang sudah terlalu lama merasa gagal memahami anaknya sendiri.

"Boleh ayah masuk, nak?" Tanya pak Ardhan pelan dan membuat Farhan segera berdiri. Gerakannya refleks, tanpa jarak, sikap dingin seperti dulu.

“Kenapa ayah mengatakan itu? Silakan masuk, ayah.”

Pak Ardhan duduk di kursi tamu di depan meja kerja Farhan. Ada jeda hening yang menggantung di antara mereka. Keheningan yang penuh dengan hal-hal yang belum sempat diucapkan dan membuat Farhan bisa melihatnya dengan jelas.

Rasa bersalah itu.

Tatapan ayahnya tidak setegas dulu. Bahunya sedikit turun, seolah menanggung beban yang telah lama ia s…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

Alhamdulillah hubungan pak Ardhan dan Farhan perlahan" membaik seperti dulu Masya Allah semoga Istiqomah ya Farhan 💪💪😘

2026-06-16

1

Febby fadila

Febby fadila

semoga ini awal mula kebahagiaan untuk rumah tangga kalian

2026-02-24

4

Umi Kulsum

Umi Kulsum

moga berjalan dengan baik tanpa hambatan lagi

2026-02-22

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!