#50

[Rumah Alden-Naysila]

Setelah adzan magrib berkumandang...

"Selamat datang kembali di rumah kita..." ucap Alden dengan nada manis, bersikap seperti seorang pelayan yang menyambut kedatangan tuannya.

Naysila tersenyum malu melihat tingkah suaminya. Ia pun melangkah masuk, untuk pertama kalinya menginjakkan kaki lagi di rumah yang telah ia tinggalkan selama beberapa bulan lamanya.

Alden mengikuti dari belakang sambil menyeret koper milik sang istri. Naysila berjalan pelan, matanya menatap seisi rumah yang dulu jadi tempat ternyaman sekaligus neraka dunianya.

Semuanya masih terlihat sama, tak ada yang berubah. Bahkan vas bunga yang sempat Naysila ganti di atas meja ruang tamu tidak berubah. Alden sepertinya tak pernah mengubah apapun di rumah itu. Entah karena malas atau karena ia sendiri jarang menempati rumahnya sejak Naysila pergi.

"Mas..." ucap Naysila pelan.

"Hm?"

"Kamu gak pernah merubah apapun di rumah ini?"

Alden berjalan mendekat dan berdiri di hadapan istrinya sambil ikut menatap sekeliling.

Ia mengangkat bahu dan menjawab, "Begitulah. Aku gak mau merubah apapun yang pernah kamu sentuh."

Naysila menatapnya heran. "Kenapa?"

"Entahlah... Aku hanya merasa tidak ingin kehilangan sentuhan kamu dari rumah ini. Maka, aku memilih untuk tidak mengubah apapun."

Ia melanjutkan, "Aku juga selalu berharap kamu akan kembali ke rumah ini. Jadi, aku gak mau kamu melihat rumah ini berbeda, supaya kamu gak harus merasa asing seperti pertama kali aku membawamu kemari."

Naysila terdiam mendengar penuturan suaminya. Ternyata Alden benar-benar berharap ia akan kembali meskipun saat itu hati Naysila masih keras bagai batu.

"Kamu butuh istirahat," ucap Alden. "Sudah adzan magrib juga. Sebaiknya kita ke kamar dan shalat magrib dulu, lalu kita makan malam."

Alden memberi isyarat untuk naik ke lantai dua. Naysila hanya mengangguk. Ia mengikuti langkah pria itu menaiki tangga menuju lantai dua, tempat kamar mereka berada.

Meskipun sudah cukup lama tak menempati rumah itu, tetapi Naysila…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Kembarr Kembaarr

Kembarr Kembaarr

Aneh katanya kembali tp msh pisah kamar. ini sebenarnya cerita anak TK atau cerita untuk orang dewasa. ko kesannya gak ada dewasa2nya sama srx

2026-05-14

0

hikmah araffah

hikmah araffah

lgian alden bodoh ya kamar pribadi sndri malah ditidurin serena ,mlah sendri tidur di ruang kerja ,mdgn pindah aja trhor cari rumah yg nyaman yg lebih wahhhh😍

2026-06-09

0

Tutik Sekawan

Tutik Sekawan

bertele tele banget apalagi yg cewk ny hadeh gedek banget lama

2026-06-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!