Pagi itu suasana rumah terasa tegang.
Adrian baru saja mendengar cerita dari Rayyan tentang kejadian kemarin. Wajahnya mengeras, meski bukan marah yang meledak-ledak, tapi amarah dingin yang jauh lebih berbahaya. Tangannya mengepal pelan, lalu ia menghela napas panjang sebelum menoleh ke Revana.
“Aku yang akan urus ini, Mom” katanya tegas. “Kamu fokus istirahat. Jangan pikirkan hal ini terlalu berat.”
Revana yang sedang duduk dengan tangan mengusap perutnya yang mulai membesar menatap suaminya cemas. “Papi… jangan kasar. Bicarakan ini sama mereka dengan kepala dingin.”
Adrian menunduk, mencium kening Revana lembut. “Aku nggak akan kasar. Tapi kali ini aku juga nggak akan diam.”
Siang harinya, Adrian tiba di rumah Miranti, ibu Nadya dan Rani. Rumah itu tampak biasa saja, tapi bagi Adrian, tempat itu menyimpan terlalu banyak luka untuk keluarganya.
Pintu dibuka oleh Rani. Wajahnya langsung berubah tegang saat melihat siapa yang berdiri di depannya.
“Mas Adrian…” ucapnya gugup.
“Panggil ibumu,” jawab Adrian datar. “Sekarang.”
Tak lama kemudian Miranti muncul. Tatapannya tajam, penuh sikap defensif.
“Ada apa ? Tumben kamu datang ke rumah kami ?” tanyanya ketus.
Adrian tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, berdiri tegak dengan wibawa yang membuat ruangan terasa menyempit.
“Saya ke sini sebagai seorang ayah,” katanya tenang namun menusuk. “Dan sebagai orang yang sudah terlalu lama bersabar.”
Rani menyilangkan tangan. “Alesya itu anak Kak Nadya juga, Mas. Masa kami nggak boleh menegurnya? Dia tunangan besar-besaran, seolah lupa kalau ibunya—”
“Cukup.”
Satu kata itu menghentikan segalanya.
Adrian menatap Rani lurus. “Kamu berani menyentuh anak saya di kampus. Membentaknya. Mempermalukannya. Kamu tahu apa akibatnya?”
Rani menelan ludah, tapi masih mencoba bertahan. “Aku cuma—”
“Kamu cuma iri,” potong Adrian dingin. “Dan iri bukan alasan untuk menyakiti Alesya.”
Miranti maju selangkah. “Adrian, jangan perlakukan Rani seperti itu, dia juga tante kandungnya Alesya, jang…
Istri Simpananku, Canduku
107. Bab 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 118 Episodes
Comments
Lilik Juhariah
aaah suka karakter papa Adrian bener benar suami yg lindungi keluarganya , dan selalu jaga pandangan yg bukan mahramnya
2025-12-24
0
Jamayah Tambi
Klu dah sajit tu terus ke hospital.Jangan di tangguh2.
2026-04-16
0
Ariany Sudjana
bagus Adrian, kamu sudah menunjukkan kamu seorang gentleman, laki-laki yang melindungi keluarganya dari hal-hal yang bisa menghancurkan rumah tangganya
2025-12-24
1