Malam merambat pelan di dalam istana, membawa hawa lembap yang membuat lentera-lentera bergoyang lesu. Paviliun Hua Qian masih terang, terlalu terang untuk seseorang yang seharusnya sedang beristirahat. Bayangan di balik jendela bergerak mondar-mandir, gelisah, seperti binatang yang mencium bau pemburu.
Di sisi lain istana, Permaisuri Xian Rong justru terlihat santai. Ia duduk di dekat meja rendah, menyusun bidak-bidak catur kayu sendirian. Gerakannya lambat, penuh perhitungan. Setiap bidak yang ia sentuh seolah sudah ditentukan nasibnya sejak awal.
Zhu Lang berdiri di dekat pintu, masih dengan penyamaran sebagai pelayan. Wajahnya tenang, tetapi matanya awas. Ia tahu, malam ini bukan tentang serangan terang-terangan. Ini tentang siapa yang lebih dulu kehilangan kesabaran.
“ Umpan sudah dilempar,” ucap Zhu Lang pelan. “ Hua Qian pasti akan bergerak.”
Xian Rong mengangguk ringan. “Orang yang merasa terpojok selalu membuat kesalahan yang sama. Ia ingin cepat keluar, padahal jalan keluar justru makin menyempit.”
Tak lama kemudian, Mei masuk dengan langkah tergesa. Wajahnya pucat, tapi sorot matanya mantap.
“ Yang Mulia, orang yang Anda suruh awasi sudah bergerak,” lapornya. “Tabib bayaran itu ditangkap di gerbang dalam. Ia membawa catatan obat dan daftar penerima perak.”
Xian Rong berhenti menyusun bidak. Bibirnya melengkung tipis. “Ada nama?”
“Ada. Hua Qian. Juga satu nama lain,” Mei ragu sejenak. “Seorang pejabat luar yang punya hubungan dagang dengan wilayah barat.”
Zhu Lang menajamkan pandangan. “Giok Barat.”
Xian Rong meliriknya singkat. “Kau cepat menangkap maksudnya.”
“Simbol Hua Qian,” jawab Zhu Lang. “Ia tidak bergerak tanpa jaminan dari luar.”
Xian Rong berdiri. Gaunnya menyapu lantai, anggun namun tegas. “Bagus. Kalau begitu, kita tidak perlu menunggu lebih lama.”
***
Keesokan paginya, istana diguncang panggilan mendadak ke aula dalam.
Para selir, pejabat, dan kasim berkumpul dengan wajah tegang. Hua Qian duduk di tempatnya, riasannya sempurna, senyum tipis m…
Permaisuri Bar Bar
Jatuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Nia Risma
lha apa salahnya ikut campur dalam wilayah kekuasaan permaisuri,,ingat kamu g boleh banyak berulah karena kamu hanya pelakor berkedok selir🤭
2026-02-19
0