Matahari menerobos masuk dari balik tirai jendela ruang rawat eksekutif yang tenang. Aroma khas rumah sakit bercampur dengan bau alkohol medis masih begitu kuat terasa di udara. Di tengah ruangan yang serba putih itu, Chaca duduk di kursi samping ranjang, menatap tubuh kecil Aqila yang terbaring lemas.
Baby cantik berusia dua tahun itu tampak pucat. Selang infus menancap di tangan kirinya, sementara hidungnya masih dipasangi selang oksigen berukuran kecil. Suhu tubuhnya naik turun sejak semalam. Sesekali tubuh kecil itu mengerang, dan matanya hanya terbuka separuh, seperti sedang berjuang melawan rasa tak nyaman yang tak bisa ia pahami.
Chaca menunduk, menggenggam tangan Aqila yang terasa hangat, hampir demam. Matanya sembab karena menangis sejak tadi malam—terus-menerus, seolah air mata tak bisa berhenti mengalir. Perasaannya terbelah dua: satu untuk suami yang kini terbaring koma di ICU, dan satu lagi untuk putrinya yang sedang berjuang melawan infeksi virus.
Tiba-tiba, Aqila menggerakkan tangan kecilnya, matanya terbuka sedikit lebih lebar.
“Mama.” Aqila memanggil dengan suara lirihnya nyaris tak terdengar, “Papa na?”
Chaca menahan napas. Suaranya tercekat.
“Papa ... au ... papa.”
Tangis Chaca langsung pecah. Ia buru-buru menghapus air mata yang mulai jatuh, lalu berdiri dan mengangkat tubuh Aqila ke pelukannya. Tubuh mungil itu begitu ringan, seperti tidak punya tenaga.
“Sssh ... sayang … papa lagi kerja, ya. Nanti kalau Aqila sembuh, kita video call bareng Papa,” gumam Chaca, berusaha terdengar tegar.
Aqila menggeleng pelan dalam pelukan ibunya. “Au Papa… au cama Papa.”
Kalimat sederhana itu terasa seperti tikaman. Chaca tidak bisa memungkiri jika Aqila memang dekat dengan Wira, meski dulu ia tidak tahu jika Wira'lah sesungguhnya ayah kandung Aqila.
“Papa lindu ... papa,” gumam Aqila lemah, sebelum kepalanya terkulai lagi di bahu mamanya.
Chaca memejamkan mata, memeluk putrinya lebih erat. Air matanya jatuh begitu saja, membasahi rambut Aqila. “Maaf, Sayang ……
Takdir Di Balik Duka
Bab 66. Aqila Rewel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Kar Genjreng
papa ayo bangun putrimu lindu,,,au papa wira berjuang sekarang demi keluarga kecilmu,,,ga usah mikirin yang lain dulu ayo bangkit demi Puti dan tidak stri kecilmu,, semangat,💪💪
2025-11-08
1
Noor hidayati
pertemukan aqila dengan papanya,siapa tahu wira merespon rengekan aqila
2025-04-07
2
hj suyani
begitu juga buat Chacha harus kuat,bersatu dalam,orang yg dizolimi do'a nya orang terzolimi akan tembus,ayo semangat kluarga kuat
2025-09-12
0