Brisbane, Australia
25 September 2004
"Cih, menyebalkan!" Lila menggerutu dan terus menerus melempar bola ke dinding dengan kuat.
Duk...duk...duk...
Ia melempar bola ke dinding membuat empat orang anak laki-laki yang berdiri berjajar di belakangnya merinding ketakutan. Mereka tak mengerti, apa lagi kesalahan yang telah mereka lakukan sehingga harus menjadi pelampiasan amarah seorang anak perempuan yang jauh lebih kuat dari mereka.
"Hei, Lila! Kami sudah menjelaskannya padamu'kan? Apa kau masih tidak percaya?" Tanya Aiden. Darah di hidungnya yang sudah mengering bahkan tak lagi ia hiraukan karena terlalu takut menghadapi kemarahan Lila.
Jacob masih menangis terisak, meski mencoba menahan suara tangisannya agar Lila tak mendengarnya. Di sampingnya, Pierre mencoba menenangkan Jacob dengan mengusap pundaknya. Sementara Henry, dia menahan rasa sakit akibat kehilangan salah satu giginya yang entah sengaja atau tidak menerima pukulan dari tinju Lila.
"Sial, kenapa jadi kita yang salah sih?" Tanya Henry pelan. Meski ia tak bisa menerima perlakuan buruk dari Lila, namun ia juga tak berani untuk melawannya.
"Hei, kau bilang apa?" Tanya Lila yang entah bagaimana bisa mendengar suara Henry yang sedang berbicara.
Lila melotot seram, membuat Henry mati kutu tak bergerak. Ia tahu bahwa seharusnya ia meminta para pengawal pribadinya untuk menyelamatkannya, namun setiap kali ia mendapatkan pukulan dari Lila, para orang dewasa pasti akan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah pertengkaran anak kecil.
"Ti-tidak, aku tidak mengatakan apapun!" Ucap Henry gelagapan. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya. Lila yang sudah di penuhi amarah, semakin menjadi-jadi hanya dengan sedikit provokasi.
Ia berjalan menghampiri Henry, saat jarak mereka hanya tinggal tiga langkah. Tanpa aba-aba, Lila melempar bola lempar di tangannya tepat ke wajah Henry.
Bruuukkk...
"Agh..." Henry berteriak kesakitan. Pukulan yang cukup kuat itu membuatnya jauh terduduk dengan pelipisnya yang lecet dan berdara…
Terjebak Reverse Harem
Kenangan Buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 231 Episodes
Comments