Di tengah hiruk-pikuk kelas, seorang siswa terhempas ke arah tumpukan kursi, menyebabkan keributan yang menarik perhatian semua orang. Aren, dengan tatapan tajam dan penuh determinasi, berjalan mendekati siswa tersebut dan menjambak kerah bajunya. Dia menarik siswa itu hingga berdiri dan menatapnya dengan tegas.
"Loe semua dengar! Mulai sekarang kalian semua harus mengikuti perintahku!" kata Aren dengan suara keras, yang menggema di seluruh ruangan. "Sekarang loe semua bagian dari geng DDM. Jadi, patuhilah atau hadapi konsekuensinya. OK?!"
Seluruh kelas terdiam, takut dan tak berani melawan. Mereka tahu bahwa menentang Aren bukanlah pilihan yang bijak.
Salah satu pengikut setia Aren, dengan wajah serius, mendekati Aren dan berbisik, "Ketua, sebenarnya pengikut kita sudah terlalu banyak. Sepertinya markas di atap sudah tak layak dihuni lagi. Kita butuh tempat yang lebih besar, bagaimana?"
Aren mendecih, merasa terganggu oleh kenyataan bahwa mereka harus mencari markas baru. "Huh, benar juga. Atap itu sudah terlalu sempit untuk kita semua. Kita butuh tempat yang lebih besar dan lebih layak."
Dengan pikiran yang mulai berputar mencari solusi, Aren berpikir keras. Markas baru tidak hanya harus besar, tetapi juga strategis dan aman. Dia memutuskan untuk mencari tempat yang bisa memenuhi semua kebutuhan geng DDM.
"Ah! Anjeng, pusing mikirin markas!" ujar Aren dengan tegas. "Oke semuanya, kita hanya perlu markas yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih strategis. Mulai sekarang, kita akan mencari dan memastikan geng DDM memiliki markas yang layak. OK?"
Pengikutnya mengangguk dengan semangat, siap untuk melaksanakan perintah. Mereka tahu bahwa di bawah kepemimpinan Aren, geng DDM akan terus berkembang dan menjadi lebih kuat.
"Yosh. Untuk sekarang... Bubar jalan!" perintah Aren membubarkan kerumunannya.
Hari itu berakhir dengan misi baru bagi geng DDM, mencari markas yang baru. Dan Aren, dengan determinasi dan kekuatan yang tidak pernah goyah, menyuruh pengikutnya mencari tem…
Siswa Berandalan Bertarung Untuk Mencapai Puncak
Kenangan Di Sebuah Bengkel Tua (Arc-Geng Motor Bagian 1)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
mochamad ribut
up
2024-06-03
1
mochamad ribut
lanjut
2024-06-03
0