Ini tahun pertamaku tinggal di Jepang, dan ini juga pertama kalinya aku merayakan tahun baru di Jepang. Tadi siang dua temanku sudah berjanji untuk datang ke rumah tempatku menyewa untuk merayakan tahun baru bersama, jadi sekalian aku mempromosikan masakan Indonesia kepada orang Jepang Indo yang nggak pernah mencoba makanan Indonesia dan kebetulan temanku yang satu lagi memang orang Indonesia yang sedang berkerja di Jepang.
Daerah tempat tinggalku berada sedikit lebih jauh dari jalan besar. Dan rata-rata kebanyakan orang disini saat tahun baru akan pulang kekampung halamannya.
"Sekarang hampir pukul 11 malam, makanan apa lagi yang mau aku siapin yah?" tanyaku berbicara sendiri.
Tak lama, aku mendengar bunyi bel pintu dan ada yang mengetok pagar rumahku dengan kuat. Saat aku lihat dari layar intercom, tidak ada siapapun yang tertangkap kamera. Lalu aku mulai menelpon temanku.
"Kalian sudah didepan rumah?" tanyaku pada teman Indonesiaku, Justin. Saat ia mengangkat telepon.
"Belum, masih 30 menit lagi kami sampai." balas Justin.
"Oke aku tunggu."
Aku lalu menuju ke pintu, dan melihat ke arah pagar rumahku, karena dari pintu rumahku bagian luar pagar dapat kelihatan karena tingginya tidak sampai 2 meter, dan ada celah-celah dari teralis pagar. Saat akan mendekati pagar, ada lagi yang mengetok pagar, sambil membunyikan bel. Jadi aku cepat-cepat mendekati pagar, dan langsung membukanya. Saat kubuka, tidak ada orang sama sekali. Hanya ada paket kotak berwarna merah seperti kado. Aku melihat ke kanan dan ke kiri mungkin ada penampakan orang, tetapi tidak ada yang terlihat. Kubawa paket itu kedalam rumah. Dan mengunci pagar dan pintu kembali
*****
Saat kubuka paket, dimulai dari pita yang menghiasi paket, dan saat aku angkat tutup kotak berwarna merah tersebut,
"BAMMM..."
Tiba-tiba ada letusan, dan aku terkejut, kotak itu berisi boneka seperti iblis berwarna merah yang seakan melompat-lompat. Ternyata itu boneka Nahamage yang ada pegasnya, dan sebuah buku yang tak berani aku buka isinya. Nahamage di Jepang digambarkan sebagai siluman/iblis biasanya diperankan oleh lelaki dengan memakai topeng oni dan jubah jerami tradisional Jepang selama perayaan Tahun Baru di Tanjung Oga kawasan prefektur Akita di Honshū Utara, Jepang. Tiba-tiba aku berpikir siapa yang jahil. Saat sedang berpikir, lampu rumah tiba-tiba padam. Aku langsung panik, karena aku orang yang penakut.
Duk... Duk... Duk...
Bunyi orang mengetuk pagar, aku bertambah panik karena ini belum 30 menit dari Justin janjikan, jadi aku berpikir mungkin orang aneh atau hal mengerikan lainnya, ditambah aku lupa menaruh ponselku dimana. Jadi aku berjalan dalam gelap, sambil meraba, dimana aku meletakkan tongkat bisbol. Setelah mendapatkannya, aku langsung membuka pintu dan berjalan menuju pagar, karena hanya ada sedikit bulan yang muncul jadi tidak terlalu gelap. Saat aku membuka pintu pagar, tidak ada siapapun lagi didepan pagar rumahku. Kulihat kiri kanan tidak ada orang. Lalu aku menutup pagar kembali.
Saat aku berjalan menuju pintu rumah, ketukan kembali terdengar.
Dukk... Dukkk... Dukkk
Aku langsung merinding, kukencangkan genggaman tanganku pada tongkat bisbol, lalu berjalan kembali ke pagar rumahku. Saat kubuka, masih tidak ada orang lagi, aku melihat ke kiri kosong, saat aku akan berbalik melihat ke kanan. aku merasakan orang mengetuk bahuku.
"BOOOOO!!!!"
"Aaaaaaagh..."
Aku kaget, dan terjatuh. Karena melihat Topeng Nahamage menakutkan, dengan wajah berwarna merah, mata melotot, hidung besar, rambut pirang dan gigi bertaring yang menutupi wajah. langsung kulemparkan tongkat bisbol ke orang bertopeng tersebut. Tapi meleset. Lalu aku mendengarkan seseorang berbicara
"Hey relax, it'me. Why you look so scare?" tanya Justin sambil mendekat bersama Yuki untuk membantuku berdiri.
"Are you OK?" tanya Yuki, laki-laki Jepang itu bertanya dengan khawatir.
Aku melakukan nafas dalam agar segera rilex "I'm OK, don't worry." jawabku sambil tersenyum. "Ayo masuk kedalam." ajakku kepada mereka berdua, dan kulihat lampu sudah hidup kembali.
*****
"Tadi itu ada orang iseng yang mengebel sama gedor-gedor pagar, tapi saat kucek tidak ada sama sekali, saat kulihat ada kotak berwarna merah ini." sambil menunjukkan kotak merah pada mereka.
"Ini bukan kerjaan kalian kan? soalnya boneka didalam sama kayak topeng yang kamu pake Tin," tuduhku pada Justin dan Yuki.
"Hah? Kita baru sampe kok, lihat nih tangan kita aja penuh sama kantong kayak gini, gimana mau bawa tuh kotak coba?" Justin menunjukkan Kantong berisi bahan makanan yang mereka bawa padaku. "Eh, apanih?" Yuki mengambil buku bersampul merah dari kotak dengan judul SEBELUM 2021, dan membukanya. Saat dibuka, hanya ada tulisan.
'SELAMAT TAHUN BARU'
Dengan menggunakan tinta merah, tidak ada keterangan nama pengirim sama sekali. Lalu Yuki mencium bau tinta tersebut
"Amis, kek bau darah"
"Hiii, buang aja ih!"
Dukkk.... Dukkk.... Dukkk....
Ringggg.....
Bunyi bell dan ketukan terdengar lagi...
#EnD