Dipagi yang cerah, aku membuka jendela dapur memulai hari ini dengan hati yang penuh kedamaian. Sembari membereskan dapur dan mulai memasak untuk hari ini, agar suasana makin ramai aku ditemani musik oleh penyanyi Natalie cole. Aku sangat suka musik-musik lama tahun 80/90an, padahal aku lahir ditahun 2000an. Salah satu lagu natalie cole yang aku suka adalah yang judulnya Starting over again, karena lagu itu mengingatkan akan aku beberapa tahun lalu saat rumah tanggaku diterpa masalah yang sangat berat dan hingga kami berhasil melewati badainya bersama dan memulai semuanya dari awal kembali hingga saat ini kami masih bersama dengan keadaan yang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kami menikah ditahun 2020 bulan April, sebulan setelah menikah aku hamil anak pertama. Selama kehamilan anak pertama ekonomi kami naik turun, dan pas mau lahiran anak pertama kami ekonomi kami mulai merosot. Tepat dibulan desember, aku mulai merasakan kontraksi dan sakit perut hebat, kami langsung ke bidan terdekat, bidan periksa perutku dan minta sample urinku untuk diperiksa dilab. Kami disuruh menunggu hingga esok pagi. Pagi harinya kami kembali kebidan, perutku masih sedikit sakit, dan bidan mengatakan aku harus segera dioperasi karena ada masalah dengan kehamilanku, bidan menyatakan kalau aku keracunan makanan yang bisa membahayakan aku dan janinku jika tidak segera ditindak. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih segera dioperasi, dan tanpa pikir panjang lagi suami langsung sewa mobil untuk kami berangkat ke rumah sakit yang jarak tempuhnya ada sekitar 50km an.
Sesampai dirumah sakit aku langsung ditindak untuk segera dioperasi, kami sampai disana sekitar jam 8 malam. Jam 9 malam aku masuk ruang operasi, rasanya dingin sekali dan aku tidak lagi takut sama semua jarum suntik atau apapun peralatan operasi, karena aku memikirkan janinku apakah dia sehat atau tidak.
Jam 09.30 aku mulai dioperasi dan anak ku terlahir didunia ini dan saat pertama kali mendengar suara tangisnya, aku sangat bahagia, haru dan sangat bersyukur sekali dia lahir dengan sehat dan selamat. Dan anak kami yang lahir adalah anak perempuan, anak pertama kami yang sangat kami cintai dan selalu kami nanti kehadirannya. Kami memberi nya nama Vivianne Miedema, yang mencari namanya adalah papanya, karena papanya penggemar berat Arsenal, jadi dia ambil namanya dari salah satu pemain wanita Arsenal.
Seiring berjalannya waktu, Vianne mulai tumbuh besar. Hingga dia berusia 1tahun, ternyata waktu begitu cepat berlalu ya. Kami yang dari awal menikah tinggal bersama orang tuaku dan kakak kandung perempuanku, kita tinggal satu rumah dengan 3 keluarga. Banyak konflik yang terjadi antara aku dengan kakakku dan juga ibukku. Hingga aku dan suami memutuskan untuk pisah rumah atau mengontrak.
Hingga kami pindah dan tinggal dikontrakan yang masih satu kampung dengan ibukku. Hubungan aku dan ibukku dan kakak ku kadang baik terkadang juga memburuk. Hingga diusia anakku sudah 2tahun, ibukku meninggal karena sakit. Dan saat itu aku juga sedang hamil anak keduaku.
Waktu hamil anak kedua, ekonomi kami cukup stabil dan hasil panen kami selalu mendapatkan harga yang tinggi. Didaerah kami rata-rata mata pencahariannya adalah bertani, aku dan suami juga bertani dan punya ladang sendiri. Hasil panen kami selalu bagus dan selalu bertemu harga yang tinggi. Anak kedua kami lahir dibulan juni tahun 2023. Anak kedua kami perempuan dan kami beri nama Mikhayla Aysel.
Diusia Aysel ke 3 bulan dia mengalami sakit dan harus dirawat dirumah sakit. 3 hari dirumah sakit akhirnya kami pulang dan keadaan Aysel sudah agak membaik dari sebelumnya. Karena kontrakan kami agak sedikit sempit jadi kami memutuskan mencari kontrakan lain yang agak lebih besar.
Suami akhirnya mendapatkan kontrakan baru, kontrakan saat ini agak lebih besar dari sebelumnya. Aku sangat senang kami mendapatkan suasana baru. Seminggu dikontrakan baru, aku mulai merasa tidak tenang karena lingkungannya sangat berisik dan kurang nyaman untuk bayi. Disamping rumah kami ada lahan kosong, biasa dipakai anak-anak untuk bermain bola dan kadang juga untuk parkir mobil dan motor. Siang hari anak-anak selalu bermain bola hingga mengganggu ketenangan aku didalam rumah dengan bayiku. Aku harus sabara dan terkadang aku stress juga, saat bayi tidur aku harusnya bisa bekerja dan berberes rumah tapi karena suara berisik dari luar bayiku jadi tidak bisa tidur dan tidak nyaman dengan keadaan itu. Aku mulai merasa stress dan baby blues. Suami selalu bantu pekerjaan aku, tapi terkadang dia juga harus bekerja diladang dan tidak selalu bisa bantu aku. Tapi aku bersyukur dengan suamiku, karena dia selalu membantu aku kalau dia sedang tidak ada kerja diladang. Kadang dia yang masak dan jagain bayi ku dan main dengan anak pertamaku.
Waktu pun berlalu, tidak terasa kami sudah 2tahun lebih tinggal dikontrakan itu.
Pada tahun 2025 kami mendapatkan rezeki lebih dan kami memutuskan untuk membuat rumah. Kami membuat rumah ditanah warisan orang tuaku. Kami mulai membangun rumah dibulan Agustus. Rumah kami selesai tegak oatung dibulan Oktober. Pada saat itu rumah kami selesai hanya sampai tegak payung, karena dana kami mulai menipis kami putuskan berhenti melanjutkan pembangunan rumah dulu. Dibulan Oktober aku hamil anak ketiga karena kebobolan KB. Aku awalnya seneng sekali pas aku tau aku hamil. Tapi pada satu hari, tetangga disamping rumah ku menjemur pakainnya tepat disamoing rumah kami, dan penyangga jemurannya sampai keatap kami, hingga atapnya berbunyi keras seperti kena lempar batu, dan itu sudah terjadi semenjak dari awal aku pindah kekontrakan itu. Kontrakan itu adalah rumah lama saudaranya, dan sepertinya beliau kurang suka kami menempati rumah itu, dan aku tidak tau alasannya apa. Aku mulai stress dengan kejadian itu dan berulang tiap hari. Anakku sering kaget saat dia mulai menjemur atau ambil baju dari jemuran karena bunyi atap yang keras saat dia menjemur baju. Aku sudah benar" Tidak tahan lagi, aku mau menegur nya keluar tapi suami menahanku, aku emosi dan melampiaskan nya kesuami. Aku bilang sama suamiku "Aku sudah benar-benar sudah tidak tahan lagi tinggal disini, jujur aku sudah muak tinggal disini. Disini berisik sekali, tidak ada ketenangan buat aku disini. Belum lagi lingkungannya yang tidak ramah dengan aku." Suami hanya terdiam dan aku mulai menangis. Aku benar sudah tidak tahan lagi dengan suasana dikontrakan ini, mau pindah kerumah baru ku tapi masih banyak yg harus direnovasi seperti listrik yg belum masuk dan air yang belum masuk kesana dan belum ada pintu sama jendelanya. Karena saat itu ekonomi kami sangat sulit sekali. Hingga akhirnya aku dinyatakan harus kuret dikehamilan ketiga ini karena aku mengalami stres berat dan benar-benar depresi. Rasanya hancur sekali, harus kehilangan anak ketiga kami.
Pada tahun 2025 aku mulai mengenal pinjol dan paylatter, aku mulai kecanduan pinjol dan paylatter untuk membantu perekonomian suamiku dan untuk mencukuoi kebutuhan sehari-hari. Aku pakai pinjol da paylatter tanpa sepengatahuan suamiku. Hingga total pinjol dan paylatter ku mencapai 50jutaan, itu terjadi karena aku gali lubang tutup lobang dengan bunga yang sangat banyak. Pada saat itu aku juga sedang hamil, dan ekonomi kami sedang sangat memburuk sekali, karena kemarau yang panjang hasil panen semua jadi gagal panen dan harga mulai anjlok sekali. Jangan kan untung modal saja tidak kembali. Aku mulai stres lagi menghadapi tagihan pinjol dan paylatter ku yang sudah membengkak, sedangkan ekonomi kami juga sangat terpuruk. Aku tidak mau hal itu menjadi beban suamiku dan menambah masalah dalam hidupnya.
Pada suatu hari aku memberanikan diru untuk jujur kesuamiku, kalau aku ada hutang sebanyak 50jutaan, suamiku kaget dan sangat marah sekali kepadaku. Dia sangat panik, marah dan kecewa sekali kepadaku, kenapa bisa sebanyak itu dan untuk apa. Aku hanya bisa terdiam dan menangis dan aku sangat menyesali semua itu, coba saja dari awal dulu aku jujur mungkin tidak akan sebanyak itu hutangku.
Selama 4 hari suamiku selalu menjauhi dan tidak bicara sama sekali denganku. Hingga suatu malam, dia bicara padaku dan memberi solusi untuk aku bisa bayar hutangku, dia beri aku ladang dan hasil panennya untuk bayar hutangku. Aku sedikit lega, kerna dia mau memberi aku kesempatan dan mau membantuku. Aku merasa sangat bersalah terhadap suamiku, karena dia sudah sangat berusaha menafkahi kami dengan baik tapi aku malah mengecewakannya. Aku pikir dia akan menceraikan ku saat tau aku berbohong kepadanya karena aku punya hutang yang begitu banyak dan nominalnya itu bisa saja buat kami renovasi rumah atau untuk beli motor.
Hingga ditahun 2026, ekonomi kami mulai membaik, satu persatu hutangku lunas dan kami bisa memulai merenovasi rumah untuk kami tinggali. Dan aku melahirkan anak ketiga kami, dan anak ketiga kami yang lahir adalah laki-laki. Rasanya sangat bahagia dan keluarga kami terasa lengkap dan utuh kembali. Kami mempunyai 2 anak perempuan dan satu anak laki-laki. Dan kami tinggal dirumah baru kami tanpa perlu tinggal dikontrakan lagi.
Kami memulai semuanya dari awal lagi, dirumah yang baru kami bangun ini, kami ingin tinggal dengan penuh kedamaian dan ketenangan.
Anak-anak pun mulai beranjak tumbuh dengan baik, aku merasa hidup kembali. Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak lagi berbohong dan mengecewakan suamiku. Aku ingin kita semua yang ada didalam rumah ini selalu penuh kedamaian dan saling menyayangi satu sama lain. Dan aku bersyukur sekali Tuhan pertemukan aku dengan pria yang sangat baik dan sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ingin rasanya hidup lebih lama dengan suamiku, melihat pertumbuhan anak-anak kami hingga kelak mereka dewasa dan mempunyai kehidupan masing-masing yang jauh lebih baik lagi dari kami.
Semua badai telah kami lalui dan jika kita selalu bersama dan Tuhan selalu membersamai kita. Badai itu akan segera berlalu. Aku selalu percaya Dibalik kesulitan pasti akan selalu ada kemudahan.
Hingga kini kami melalui hari-hari bersama tanpa ada rahasia satu sama lain lagi. Sama-sama saling memperbaiki diri dan saling memaafkan, berjanji untuk selalu bersama apapun yang terjadi.