Pagi itu Senja dan Acha berjalan beriringan, menuju mobil Bang Haris yang sudah menjemput mereka di depan gerbang komplek.
Berbalut seragam SMA yang dilengkapi dengan taksido hitam, membuat wajah mereka semakin terlihat berseri.
Senja dan Acha sudah bersahabat sejak mereka masih kecil, melewati masa TK ,SD dan SMP selalu dalam satu sekolah yang sama.
Dan sekarang mereka sudah memasuki kelas 3 SMA di sekolah yang sama juga.
Setiap pagi mereka selalu berangkat sekolah bersama, dengan mengendarai mobil jemputan milik salah satu warga penghuni komplek tempat mereka tinggal.
Sampai di luar gerbang Pak Haris sudah menunggu mereka, tanpa banyak basa-basi Mereka pun masuk ke mobil Bang Haris.
Senja dan Acha duduk di kursi penumpang.
Senja memasang earbud bluetooth ke telinganya kemudian mengenakan hoodie di kepalanya , dia menyandarkan tubuhnya ke jendela mobil sambil menatap keluar.
Bang Bang Haris pun mulai memacu kendaraannya dengan perlahan, melewati jalanan yang belum terlalu padat.
Acha yang ceria mulai bercerita kepada Senja ,
Mulai dari alarm pagi yang membangunkannya hingga gosip di sekolahan yang ia dengar.
Namun hingga beberapa saat dia bercerita, Senja tidak memberikan respon atau menanggapinya.
Acha pun mulai memperhatikan Senja, kepala Senja yang sesekali mengangguk ,bahkan kadang menggeleng perlahan, seolah seperti mendengarkan musik.
Acha mencoba memanggil Senja dengan agak keras, "Senja "Lo dengar gue nggak sih?"
akhirnya dia yakin bahwa Senja memang sedang mendengarkan musik.
Maka untuk memastikannya dia bangun dan mendekatkan telinganya ketelinga Senja, setelah yakin Senja sedang mendengar musik,
Acha membungkukkan badannya untuk mengejutkan Senja.
Dia berniat akan berteriak keras ke telinga senja, agar senja terkejut,perlahan dia mendekatkan bibirnya, ke telinga Senja yang tertutup oleh Hoodie, sehingga posisi badan yang membungkuk semakin dekat ke telinga Senja.
Tangan kanannya melepaskan hoodie yang menutup kepala Senja .sehingga senja menoleh ke arahnya.
Namun tiba-tiba terdengar suara berderit..
CIITTT..!!
Bang Haris menginjak rem secara mendadak, dan kemudian terdengar suara teriakannya.
" Woy.. kalau jalan lihat kanan kiri dong !"..
Kalau gue tabrakan Mokat Lo"
Bersamaan dengan itu, tubuh Acha yang menunduk terhuyung ke depan, dan senja yang baru saja menoleh pun tak sempat mengelak ketika bibir Acha menabrak bibirnya.
"CUP!!"
Tanpa sengaja mereka berciuman, ketika terdengar suara Bang Haris dari bangku kemudi.
"Sorry guys ada iklan gratisan barusan".. terdengar suara Bang Haris yang mengumpat kesal terhadap penyeberangan jalan yang baru saja melintas.
Bang Haris kembali menginjak gasnya, namun terasa agak sedikit kasar sehingga, saat Acha hendak melepaskan ciumannya dari bibir senja justru dia terdorong ke belakang oleh Senja,
Senja pun reflek menarik tangan Acha,dia terduduk kasar di sebelah Senja,Sehingga mereka saling bertatapan mata.
Senja berteriak kepada Bang Haris,dengan suara yang agak keras ,sehingga Bang Haris terkejut.
"Bang Haris,' yang bener dong bawa mobilnya..!"
Bang Haris pun terkekeh sambil berkata
" Aduh Sorry guys!" Gue nggak sengaja"
Acha buru-buru bergeser ke sudut bangku sembari merapikan bajunya.
Senja duduk perlahan sambil memukul bahu Bang Haris, "Woi.. Bang Haris "pagi-pagi udah bikin tragedi,!" Lihat bibir Gue ini "..jadi jontor.." kayak karburator motor "
.yang kotor.!?"
Bang Haris kembali terkekeh, "hahaha'
Senja terlihat kesal namun dia mencoba tersenyum dan membalas tawa Bang Haris. "Apaan sih lu Bang ?'kalau nggak gue kasih honor !" Baru entar ngerasa tekor"
Acha pun mulai kesal mendengar guyonan mereka, dia bersungut sambil berkata"
"Udah buruan! gas lagi bang, "Jangan kasih kendor"
"Ini jamnya udah molor "bisa-bisa gue telat sampai kantor,'
Mendengar perintah acha Bang Haris pun kembali menginjak gas dengan perlahan.
"Oke neng Acha,Bang Haris siap melesat"
Kali ini dia menginjak gas dengan penuh perasaan, sedikit khawatir akan terulang kejadian mengejutkan seperti beberapa saat lalu.
Senja yang kembali duduk dengan posisi nyaman melirik ke arah Acha, namun aca mengepalkan tangannya ke arah senja sambil tersenyum malu.
"Senja lu nggak usah liatin gua kayak gitu!"..
"Gue nggak ngeliatin elu kok!"
"Lah itu ngapain lo ngeliatin gue terus"
Acha berkata dengan sedikit keras, sementara senja membalasnya dengan senyum-senyum menggoda.
"Gue cuman ngeliatin bekas bibir gue di bibir lo", senja menyunggingkan senyum di bibirnya dan mengedipkan matanya.
"Senjaaa.., jangan mikir macam-macam ya !"itu nggak sengaja!"
Aca mendengus sambil memonyongkan sedikit bibirnya ke depan.
"Iya gua tahu nggak sengaja, makanya gue nggak minta bayar denda...
"Uuuhhh.. Senja jahat Lo".
Akhirnya senja dan Acha saling membuang muka ,dan menatap keluar jendela sampai mereka tiba di depan gerbang sekolah.
Kali ini Bang Haris menepi dan menginjak rem dengan sangat hati-hati,
"Oke guys kita sudah sampai istana" silakan jaga kekasih masing-masing"..
Acha sadar Bang Haris meledeknya dia pun langsung meninju perlahan pundak Bang Haris sebelum turun dari mobil.
"Bang Haris gila, gue hari ini benci sama lo!"
Setelah melepaskan emosinya ke arah Bang Haris, Acha pun turun dari mobil jemputan tersebut.
Acha melihat senja yang berdiri tersenyum-senyum ke arahnya. Dia pun merasa malu mengingat kejadian sebelumnya di dalam mobil Bang Haris.
"Senja dengerin !"jangan lu pikir kejadian tadi, gue sengaja ya!"
Senja tersenyum dan mencubit hidung Acha,
"Udah nggak usah lo pikirin biar diulang sepuluh kali lagi juga ,gue tau, itu kecelakaan kok ,tenang aja!"..
Mendengar jawaban Senja, Acha tersenyum lega.
Acha pun berlari meninggalkan Senja menuju ke ruangan kelasnya..
'udah ah.. ,gue masuk kelas duluan "
Senja yang melihat ekspresi Acha, tersenyum kecil. " Dasar Acha" ga usah Lo bilang, Gue juga tau, kalo itu kecelakaan "
Senja berjalan perlahan menuju ke ruang kelasnya, kemudian melepaskan earbud bluetooth yang dia pakai.
Sebelum memasukkan kedalam tasnya, dia menatap earbud tersebut dan dan berbicara kepada earbud tersebut, seolah benda tersebut memahami maksudnya. " Wah elo memang cerdas" gara-gara Lo, pagi-pagi gue udah ketiban kecupan bidadari".
Senja tersenyum, kemudian memasukan earbud tersebut kedalam tasnya.
Tanpa Senja sadari, dari sudut tempat berbeda, Acha memperhatikan Senja dari balik kaca jendela kelasnya, wajahnya terlihat memerah, antara malu atau menahan amarahnya.
Tanganya terkepal, mulutnya komat-kamit seperti menggerutu." Sial banget sih Gue , pagi-pagi udah nyosor Senja, Uh pasti dia udah geer banget sekarang"..
"Kayak nya, mulai hari ini gue harus jaga jarak sama dia"
Dia duduk di bangku, dan menghela nafas panjang..
"Gara gara Bang Haris" gue jadi, kehilangan ciuman pertama Gue"..
" Gue Harus bikin perhitungan sama dia"
Acha masih terus menyesali kejadian pagi ini.
Sementara Senja yang baru masuk kelas, sempat menoleh ke kelas Acha.
" Hari yang sangat aneh, Gue kehilangan ciuman pertama gue, malah sama sahabat Gue Sendiri "..
...