Langit sekarang umur 5 tahun. Sudah tidak bayi. Sudah TK B di dalam komplek Istana Bogor. Seragamnya kebesaran. Tasnya ada gambar dinosaurus.
Dia masih tidur di paviliun Merpati, bukan di kamar utama istana. Karena dia bilang, "Langit maunya di paviliun, ada bau Ibu."
Ibu yang dia maksud: Ibu Kirana. Ibu susu yang jadi Ibu Negara paviliun.
Sudah 5 tahun sejak Kirana susuin Langit pertama kali. Sekarang Kirana hamil lagi? Tidak. Sudah lahir.
Anak kedua Arya dan Kirana lahir 1 tahun lalu. Laki-laki. Namanya Bumi. Umur 1 tahun. Gembul, mirip Langit waktu bayi.
Masalah mulai di sini. Bumi masih minum ASI Kirana. Langsung. Dan Langit lihat.
***
Sore, di paviliun Merpati.
Kirana duduk di sofa kecil, susuin Bumi. Bumi 1 tahun minum kuat.
Langit pulang TK, lihat itu, tas dinosaurus dilempar.
"Ibu... kok Bumi minum susu Ibu terus? Dulu Langit juga minum susu Ibu!"
Kirana kaget. "Iya, Langit dulu juga minum susu Ibu."
"Tapi sekarang Langit tidak boleh! Langit sudah besar ya? Jadi Ibu sayangnya cuma Bumi?"
Langit umur 5 tahun, logikanya masih lurus: Susu Ibu = sayang. Kalau Bumi dapat, berarti Langit tidak dapat sayang lagi.
Arya, Presiden, yang baru pulang rapat kabinet, dengar dari pintu, langsung jongkok setara Langit.
"Langit, sini, Ayah jelasin."
Arya yang biasa jelasin APBN ke DPR, sekarang harus jelasin ASI ke anak TK.
***
Arya gendong Langit, duduk di lantai paviliun.
"Langit, inget cerita Ibu Laras?"
Langit angguk. Di kamarnya ada 2 foto: Ibu Laras dan Ibu Kirana.
"Ibu Laras lahirkan Langit, terus Ibu Laras pergi ke surga. Waktu itu Langit lapar, tidak mau susu botol. Datang Ibu Kirana, kasih susu Ibu Kirana buat Langit, biar Langit hidup. Jadi susu Ibu Kirana itu bukan cuma susu, itu nyawa."
Langit diam.
"Nah sekarang Bumi lahir. Bumi juga butuh susu Ibu Kirana, biar hidup seperti Langit dulu. Jadi Ibu Kirana bukan sayang Bumi aja. Ibu Kirana bagi nyawanya buat Langit dulu, sekarang buat Bumi."
Langit lihat Bumi yang masih minum, lalu lihat Ibu Kirana.
"Jadi dulu Langit minum nyawa Ibu?"
Kirana nangis ketawa. "Iya, Langit minum nyawa Ibu. Makanya Langit kuat sekarang."
Langit peluk Kirana dari samping, peluk Bumi juga.
"Kalau gitu Bumi bagi nyawanya sama Langit ya? Nanti Langit bagi mainan dinosaurus sama Bumi!"
***
Langit punya ide. Besoknya di TK Istana, dia bawa 1 botol kosong bekas Bumi.
Bu Guru tanya, "Langit bawa apa?"
Langit: "Ini botol nyawa. Dulu Langit minum nyawa Ibu Kirana, sekarang adik Langit minum nyawa Ibu Kirana. Bu Guru, di sekolah boleh tidak kita bagi nyawa?"
Bu Guru bingung, telpon Kirana.
Kirana datang ke TK, jelasin dengan bahasa anak-anak: "ASI itu bukan cuma susu, itu hadiah dari ibu untuk bayi biar kuat. Tidak semua ibu bisa kasih, tapi yang bisa kasih, itu pahlawan."
Sejak itu TK Istana punya program baru: Jumat Berbagi - edukasi donor ASI untuk ibu-ibu pegawai Istana. Ide dari Langit umur 5 tahun.
Arya bangga, pidato di depan TK: "Kebijakan negara terbaik datang dari anak TK yang cemburu adiknya minum ASI."
***
Malam, Langit gambar. Gambarnya: Ada 4 orang. Presiden pakai batik, Ibu Kirana gendong Bumi, Langit pakai tas dinosaurus, dan 1 perempuan pakai kebaya di awan, Ibu Laras.
Langit tulis, masih blepotan: "Ibu Laras, terima kasih sudah lahirkan Langit. Ibu Kirana, terima kasih sudah kasih nyawa. Langit sayang dua-duanya."
Kirana tempel gambar di kulkas paviliun, sebelah foto USG Kakak Langit yang meninggal dulu, yang jadi nama Rumah ASI.
Arya lihat gambar, peluk Langit dan Kirana dari belakang.
"Langit, Ayah dulu presiden yang takut tidak bisa bikin anaknya berhenti nangis. Sekarang Ayah presiden yang takut tidak bisa bikin 2 anaknya berhenti rebutan susu Ibu."
Mereka bertiga ketawa di lantai paviliun Merpati, jam 9 malam, sementara di luar Paspampres jaga dan bingung kenapa presiden ketawa ngakak di lantai karena botol susu.
***
Bumi umur 1 tahun lepas ASI, ganti susu UHT dan makan.
Langit umur 5 tahun, tugas barunya: jadi penjaga botol. Tiap pagi sebelum TK, dia yang cuci botol Bumi, tiru Ayah dulu yang cuci botol Langit.
Kirana lihat dua anaknya, satu bukan darahnya tapi disusui dengan ASI yang sama, satu darahnya, berantem rebutan dinosaurus tapi pelukan kalau tidur.
Arya tulis di buku harian istana, bukan tentang politik, tapi:
"Hari ini saya belajar dari Langit umur 5 tahun: Cemburu itu bukan karena tidak sayang, tapi karena takut tidak disayang lagi. Dan obat cemburu bukan dengan bagi rata susu, tapi dengan bagi rata pelukan. - Arya, Ayah Langit dan Bumi, Suami Kirana, Presiden yang masih belajar ganti popok."
Di paviliun Merpati, freezer Rumah ASI masih berdengung. Isinya bukan cuma ASI Kirana lagi, tapi ASI dari 20 ibu donor lain.
Dan di atas freezer ada stiker baru tulisan tangan Langit, umur 5 tahun:
*"BOTOL NYAWA - PUNYA LANGIT DAN BUMI - JANGAN DIAMBIL ORANG LAIN KECUALI BAYI LAPAR"*
*****