Tiga bulan lapak gorengan *"Gorengan Mak Leha - Cabang Artis Tobat"* buka di Pasar Senen, omzet naik.
Bukan karena gorengannya enak banget. Enak sih, tapi biasa. Naiknya karena gosip:
"Eh, itu yang jualan gorengan mantan artis Aurel yang bunuh wartawan itu ya?"
"Yang parkir itu adiknya yang ternyata anak haram mafia Hendra Gunawan?"
Orang Jakarta doyan gosip. Lapak selalu rame. Sehari bisa habis 5 kg tempe, 3 kg tahu.
Rian dan Aurel sudah nyaman jadi adik kakak tukang parkir dan tukang gorengan. Tidur di kontrakan petak yang dulu punya Mak Leha. Berdua. Satu kamar sekat triplek.
Sampai suatu pagi, Alphard hitam itu datang lagi.
Sama kayak 6 bulan lalu waktu Rian pertama kali diambil jadi anak mafia. Alphard hitam berhenti depan gang sempit, tidak muat masuk.
Turun 3 orang. Bukan 2. 3 orang pakai jas hitam.
Bukan utusan Hendra Gunawan. Hendra Gunawan sudah mati di penjara 2 bulan lalu karena kankernya.
Ini utusan *Pak Jago.* Nama aslinya Sugiarto Jago. Tangan kanan Hendra Gunawan. Yang selama ini yang eksekusi orang-orang yang dibunuh Hendra. Mafia yang masih hidup.
Pak Jago umur 50, botak, gigi emas satu, senyumnya tidak pernah sampai mata.
"Rian Gunawan, Aurel Gunawan. Lama tidak ketemu."
Rian langsung berdiri depan lapak Aurel. "Mau apa lagi? Bapak kami sudah mati. Harta sudah dibekukan negara."
Pak Jago ketawa. Tarik kursi plastik warteg, duduk. Padahal tidak disuruh duduk.
"Justru itu. Bapak kalian mati ninggalin utang."
Aurel keluar dari balik wajan. "Utang apa? Hartanya 2 Triliun."
Pak Jago buka map hitam. Isinya surat utang. Banyak. 12 surat.
"Hendra Gunawan 2 tahun lalu pinjam uang sama 4 investor buat bangun pelabuhan baru. Total 2,3 Triliun. Pakai jaminan harta pribadi. Sekarang Hendra mati, harta dibekukan. Investor nagih ke ahli waris. Kalian berdua."
Rian dan Aurel lihat angka itu: *Rp 2.300.000.000.000*
Gorengan di wajan gosong karena Aurel lupa angkat.
"Kami mana punya uang segitu! Kami aja jualan gorengan!" teriak Aurel.
Pak Jago senyum gigi emasnya kelihatan.
"Kan kalian masih punya nama. Aurel masih artis, walaupun tobat. Rian masih anak mafia. Nama kalian masih laku."
Pak Jago kasih 2 pilihan, kayak di film:
*Pilihan 1:* Rian balik jadi debt collector di pelabuhan, nagih utang pakai cara lama, buat bayar utang bapaknya. Aurel balik jadi artis, main film lagi, tapi film-film bos investor itu, yang agak... nakal. Dalam 5 tahun utang lunas.
*Pilihan 2:* Lapak gorengan dibakar malam ini. Kontrakan Mak Leha digusur. Dan mereka berdua dipaksa tanda tangan surat jual ginjal.
Rian gemetar. Lagi-lagi jadi pion.
Aurel yang sudah 3 bulan tidak nangis, nangis lagi.
Malam itu, lapak tutup cepat. Rian dan Aurel duduk di kontrakan petak, di depan foto Mak Leha.
"Rel, gimana? Kita mau balik lagi ke dunia itu?" tanya Rian.
Aurel lihat wajan gosongnya.
"Rian, kamu ingat nggak, Mak Leha pernah tulis di buku resepnya?"
Rian buka buku resep Mak Leha yang lusuh. Halaman terakhir ada tulisan:
_"Kalau ada orang nagih utang yang bukan utangmu, jangan bayar pakai uang. Bayar pakai kebenaran."_
Aurel dapat ide gila. Ide artis.
***
Jam 8 pagi, Pasar Senen rame. Aurel biasanya jualan jam 6 pagi. Hari ini tidak jualan. Dia gelar tikar di depan lapak. Pasang HP.
*LIVE TIKTOK: @AUREL_TUKANG_GORENGAN - JUDUL: "MANTAN ARTIS ANAK MAFIA BONGKAR UTANG 2,3 TRILIUN"*
Penonton masuk: 10... 100... 1000... 10.000... 100.000 orang nonton live dalam 10 menit.
Aurel cerita semua. Tanpa filter.
"Halo guys, aku Aurel. Dulu artis 8 juta follower. Sekarang tukang gorengan. Kenapa? Karena bapakku mafia Hendra Gunawan ninggalin utang 2,3 Triliun. Tadi pagi tangan kanannya Pak Jago datang nagih ke aku sama adikku Rian, tukang parkir."
Rian di sebelah Aurel, nunjukin 12 surat utang itu ke kamera.
"Kami miskin. Kami tidak mau balik jadi mafia dan artis nakal buat bayar utang bapak kami yang bukan utang kami. Jadi kami mau bayar pakai kebenaran."
Aurel sebut 4 nama investor itu. Sebut nama PT nya. Sebut proyek pelabuhannya yang ternyata bodong, tidak ada izin.
Live itu ditonton 500 ribu orang.
Di antara penonton, ada 1 akun centang biru: *@KPK_RI.*
1 jam kemudian, 2 mobil KPK datang ke Pasar Senen. Bukan Alphard hitam. Innova putih.
Pak Jago yang lagi nongkrong di warteg depan, lihat KPK datang, langsung lari. Gigi emasnya jatuh di got.
KPK sita 12 surat utang itu. Ternyata 4 investor itu memang mafia pelabuhan juga. Proyeknya fiktif buat cuci uang Hendra Gunawan. Utang 2,3 Triliun itu utang cuci uang. Tidak sah di mata hukum. Ahli waris tidak wajib bayar.
Pak Jago ditangkap sore itu di terminal. Bawa koper isinya 500 juta cash mau kabur.
Malamnya, lapak gorengan Rian dan Aurel tidak dibakar. Malah dijaga 2 anggota polisi yang dikirim KPK biar aman.
***
Sebulan kemudian, kasus beres. Negara nyatakan utang 2,3 Triliun itu tidak sah. Harta Hendra Gunawan 2 Triliun yang dibekukan, 1,5 Triliun disita negara, 500 juta dikembalikan ke Rian dan Aurel sebagai hak ahli waris yang sah tapi sudah tobat.
500 juta.
Banyak? Banyak buat tukang gorengan.
Rian dan Aurel pakai uang itu buat apa?
Tidak buat beli Alphard. Tidak buat balik jadi artis dan mafia.
Mereka beli 1 ruko kecil di depan Pasar Senen. Lantai bawah buat *"Warung Gorengan Mak Leha - Cabang 2 - Anti Mafia"*. Lantai atas buat *"Rumah Singgah Anak Tukang Parkir - Gratis, Tidak Ditanya Bapaknya Siapa."*
Peresmian ruko, mereka undang semua tukang parkir Senen, semua tukang gorengan, semua anak yatim pasar.
Aurel yang dulu artis, sekarang potong pita peresmian pakai gunting gorengan.
Rian pidato pendek, "Dulu saya pikir warisan paling enak itu 2 Triliun. Ternyata warisan paling enak itu resep tempe Mak Leha yang nggak pernah gosong kalau hatinya nggak serakah."
Di dinding ruko, mereka pasang 2 foto:
Foto Mak Leha lagi goreng tempe.
Foto Hendra Gunawan lagi diborgol di ranjang rumah sakit.
Di bawahnya tulisan besar:
*"KITA TIDAK BISA PILIH LAHIR DARI SIAPA. TAPI KITA BISA PILIH MATI JADI SIAPA. - Rian & Aurel, Mantan Anak Mafia, Sekarang Tukang Parkir & Gorengan."*
Dan di depan ruko, ada 1 kursi plastik kosong.
Buat Pak Jago kalau sudah keluar penjara dan mau tobat jualan gorengan juga.
Karena lapak mereka anti mafia, tapi tidak anti mantan mafia yang mau tobat.