Rian. Umur 27. Kerja serabutan.
Pagi jadi tukang parkir di Pasar Senen, siang jadi kuli panggul beras, malam jadi tukang cuci piring di warteg. Tinggal di kontrakan petak 3x3 di belakang rel kereta, bareng ibunya yang sakit-sakitan, Mak Leha.
Mak Leha berusia 60 tahun. Jualan gorengan keliling sudah tidak kuat. Tiap malam batuk darah.
Rian tidak pernah tau bapaknya siapa. Tiap nanya, Mak Leha cuma bilang, "Bapakmu orang jauh. Sudah mati."
Sampai suatu malam, Mak Leha sesak parah. Dibawa ke Puskesmas. Dokter bilang butuh operasi 50 juta. Kalau tidak, paling 3 bulan.
Rian pulang, gebrak meja kontrakan. Nangis. 50 juta dari mana? Gaji cuci piring 800 ribu sebulan.
Malam itu, ada tamu ke kontrakan. Mobil Alphard hitam berhenti depan gang sempit. Tidak muat masuk. Turun 2 orang pakai jas hitam, kacamata hitam malam-malam.
"Rian bin Leha?"
Rian takut, "Iya..."
"Kami utusan Pak Hendra Gunawan."
Hendra Gunawan. Nama itu di Pasar Senen terkenal. Bos besar. Punya 7 gedung, 3 pelabuhan, 1 partai kecil. Orang bilang, kalau di Jakarta ada proyek 1 Triliun, pasti lewat dia dulu. Orang juga bilang, tangannya berdarah. Mafia.
Utusan itu kasih amplop coklat. Isinya foto. Foto Mak Leha muda, cantik, gendong bayi, berdiri sama laki-laki gagah pakai jas. Laki-laki itu Hendra Gunawan 25 tahun lalu.
"Ibumu dulu simpanan Pak Hendra waktu Pak Hendra masih jadi preman Tanah Abang. Kamu anak kandung Pak Hendra. Satu-satunya anak laki-laki."
Rian lemes. Kaki gemetar.
"Pak Hendra sakit kanker. Stadium 4. Umurnya 2 bulan. Dia mau kamu jadi ahli waris. Syaratnya satu."
Utusan kedua buka map. Isinya surat nikah.
"Kamu harus menikah dengan anak perempuan Pak Hendra dari istri sahnya. Namanya Aurel Gunawan."
Rian lihat foto Aurel Gunawan. Cantiknya bukan main. Artis. Follower IG 8 juta. Main film 3 layar lebar. Yang kemarin billboardnya ada di Sudirman.
Rian, tukang cuci piring, disuruh nikah sama artis anak mafia kaya raya.
"Kenapa harus nikah sama dia?"
"Karena Aurel lagi bermasalah. Dia butuh suami miskin yang bisa jadi tameng. Pak Hendra tidak mau hartanya jatuh ke musuhnya."
Rian bingung, tapi di kepalanya cuma angka 50 juta buat operasi Mak Leha.
"Kalau saya nikah, ibu saya dioperasi?"
"Besok pagi operasi. Di rumah sakit terbaik. Dan kamu dapat 500 juta cash buat modal."
Rian tanda tangan. Tidak baca suratnya.
***
Akad di hotel bintang 5. Rian pakai jas pinjaman yang kebesaran. Sepatu masih sepatu parkir yang di-semir.
Aurel datang. Cantik. Pakai kebaya putih. Tapi mukanya datar. Dingin. Tidak lihat Rian sama sekali.
Pas ijab kabul, tangan Rian gemetar.
"Saya terima nikahnya Aurel Gunawan binti Hendra Gunawan dengan mas kawin 1 Miliar dibayar tunai..."
Sah.
Setelah akad, tidak ada peluk. Aurel langsung ke kamar ganti, ngobrol sama manajernya.
Manajernya bisik ke Rian, "Dek, kamu jangan harap ya. Ini nikah kontrak. 1 tahun. Kamu jangan pegang Aurel, jangan tidur sekamar, jangan ikut campur hidup dia. Kamu tugasnya cuma jadi suami miskin di depan media biar image Aurel bagus. Paham?"
Rian angguk. Malu.
Malam pertama, Rian tidur di gudang apartemen Aurel yang mewah. Ukuran gudangnya saja lebih besar dari kontrakan petaknya dulu.
Aurel tidur di kamar utama, kunci pintu.
Rian lihat IG Aurel. Baru posting foto nikah. Caption: _"Akhirnya menemukan cinta sejati yang tulus, bukan karena harta. @Rian_parkir Senen - suamiku yang sederhana."_
Komennya 20 ribu. Semua bilang, "Salut Aurel mau nikah sama orang miskin!"
Rian ketawa pahit. Cinta sejati yang dibayar 500 juta.
***
Seminggu jadi suami artis, Rian baru tau kenapa Aurel butuh suami miskin tameng.
Aurel lagi terancam penjara.
3 bulan lalu, ada kasus. Seorang wartawan infotainment yang sering bongkar aib Aurel, ditemukan mati di apartemennya. Dibunuh. Polisi bilang dibunuh profesional.
Semua bukti mengarah ke Aurel. Karena wartawan itu terakhir telpon Aurel, ancam mau bongkar video Aurel mabuk dan pakai narkoba di club.
Ayah Aurel, Hendra Gunawan, yang mafia itu, langsung gerak. Dia suruh Rian nikah sama Aurel biar Aurel punya alibi: "Mana mungkin artis cantik yang baru nikah sama suami miskin yang tulus mau bunuh orang? Pasti dijebak."
Dan lebih busuk lagi: Kalau polisi tetap mau tangkap Aurel, Rian yang akan disuruh ngaku jadi pembunuhnya. Karena Rian anak mafia, miskin, tidak punya siapa-siapa. Cocok jadi kambing hitam.
Rian dengar ini dari supir pribadi Aurel yang kasihan sama dia.
Malam itu Rian dobrak kamar Aurel.
"Kamu anak pembunuh ya?!"
Aurel lagi pakai masker wajah. Kaget.
"Apa?"
"Wartawan itu! Kamu yang bunuh?!"
Aurel diam lama. Terus ketawa. Ketawa dingin.
"Rian, kamu pikir kamu siapa? Anak tukang gorengan yang tiba-tiba jadi anak mafia. Kamu pikir kamu suci? Bapak kita, Hendra Gunawan, tangannya sudah bunuh puluhan orang. Kamu darahnya juga sama."
Aurel buka laci. Kasih lihat video di HP.
Video itu: Aurel lagi cekcok sama wartawan itu di apartemen. Wartawan dorong Aurel. Aurel ambil vas bunga, pukul kepala wartawan itu. Wartawan jatuh, kepala berdarah, meninggal.
Aurel nangis di video itu, panik, telpon ayahnya.
"Lihat? Aku nggak sengaja. Aku bela diri. Tapi ayahku bilang, kalau video ini keluar, karirku hancur, partai ayah hancur. Jadi ayahku suruh orangnya beresin mayatnya dibikin kayak dibunuh profesional. Biar nggak ketahuan aku pelakunya."
Rian mundur. Kakinya lemes.
Jadi dia nikah sama anak pembunuh. Anak dari pembunuh yang sama-sama bapaknya.
Satu bapak beda ibu, menikah. Darah mafia ketemu darah pembunuh.
***
Mak Leha operasi berhasil. Tapi 2 minggu kemudian, meninggal. Bukan karena sakit. Karena kaget lihat berita di TV: Anaknya Rian jadi suami artis Aurel yang lagi kasus pembunuhan.
Mak Leha serangan jantung di kontrakan petak yang sudah kosong karena Rian pindah ke apartemen mewah.
Rian pulang, lihat ibunya sudah kaku di tikar.
Di samping mayat ibunya, ada surat tulisan tangan Mak Leha:
_Rian, Nak... Maafkan Ibu. Bapakmu memang Hendra Gunawan. Ibu dulu bukan simpanan. Ibu diperkosa. Ibu kabur. Ibu tidak mau kamu jadi mafia kayak dia. Makanya Ibu bilang bapakmu mati. Ibu lebih baik kamu jadi tukang parkir miskin tapi jujur, daripada jadi anak mafia kaya tapi bunuh orang. Kalau kamu baca ini, tinggalkan harta itu Nak. Pulang jadi Rian tukang parkir lagi. - Mak Leha._
Rian peluk mayat ibunya. Nangis sekeras-kerasnya. Pertama kali sejak jadi anak mafia, dia nangis kayak anak miskin lagi.
***
Pemakaman Mak Leha, Aurel datang. Pakai kacamata hitam, pakai masker, takut wartawan lihat.
Aurel lihat Rian nangis di kuburan.
Untuk pertama kalinya, Aurel lihat Rian bukan sebagai tameng miskin, tapi sebagai adik tiri yang sama-sama korban Hendra Gunawan.
Aurel jongkok di sebelah Rian.
"Rian... aku juga baru tau... dari pengacara ayah... kita satu bapak..."
Rian angguk.
"Nikah kita tidak sah, Rel. Kita saudara."
Aurel buka kacamata hitamnya. Matanya sembab juga.
"Ayah kita mau mati 2 bulan lagi. Dia sengaja nikahin kita. Biar harta tidak jatuh ke aku saja. Kalau kita nikah sedarah, nikah tidak sah, harta balik lagi ke dia, terus dia wakafkan ke partainya. Kita cuma pion."
Rian berdiri. Debu kuburan masih di tangannya.
"Terus kita mau gimana?"
Aurel lihat nisan Mak Leha. Nisan murah, kayu.
"Aku capek jadi artis, Rian. Capek jadi anak pembunuh. Kamu capek jadi anak mafia. Gimana kalau kita jebak balik ayah kita?"
***
Rencana gila.
Hendra Gunawan di rumah sakit mewah, kanker stadium 4, pakai selang oksigen. Dia panggil Rian dan Aurel.
"Rian, Aurel, ayah mau mati. Harta 2 Triliun ayah bagi dua. Tapi ada syarat. Kalian harus tetap nikah 1 tahun. Biar media lihat keluarga harmonis."
Rian dan Aurel angguk. Di depan Hendra.
Di belakang Hendra, mereka rekam semua pembicaraan pakai HP. Termasuk pengakuan Hendra: "Wartawan itu sudah ayah suruh orang beresin. Mayatnya ayah yang suruh buat kayak dibunuh profesional. Tenang, polisi tidak akan tangkap Aurel."
Rekaman itu mereka kasih ke polisi. Bukan ke polisi biasa. Ke Komnas HAM dan ke 3 media besar sekaligus.
Besok paginya, berita meledak:
*"BOS MAFIA HENDRA GUNAWAN AKUI DALANG PEMBUNUHAN WARTAWAN - ANAKNYA AUREL HANYA BELA DIRI"*
*"PERNIKAHAN SEDARAH ARTIS AUREL DAN TUKANG PARKIR TERBONGKAR - MODUS MAFIA KUASAI HARTA"*
Hendra Gunawan ditangkap di rumah sakit. Walaupun sakit kanker, tetap diborgol di ranjang.
Aurel bebas karena terbukti bela diri, tidak sengaja. Tapi karir artisnya hancur. Follower turun 7 juta. Endorse hilang semua.
Rian? Dia tidak dapat warisan 2 Triliun. Karena warisan dibekukan negara.
Tapi dia dapat sesuatu yang lebih mahal.
***
6 bulan kemudian.
Pasar Senen.
Rian balik jadi tukang parkir. Pakai rompi orange lagi. Topi pet lagi.
Di sebelahnya, ada cewek jualan gorengan. Pakai celemek. Tidak pakai makeup. Rambut diikat.
Aurel.
Aurel tidak jadi artis lagi. Dia jualan gorengan di lapak Mak Leha dulu. Resep dari Mak Leha yang dia pelajari dari buku catatan Mak Leha.
Pembeli tanya, "Mbak, kok mirip artis Aurel ya?"
Aurel senyum, "Bukan, Mas. Saya Aurel tukang gorengan. Artisnya sudah mati."
Sore-sore, setelah parkiran sepi, Rian bantu Aurel goreng tempe.
Mereka tidak suami istri. Surat nikah mereka batal karena sedarah. Mereka sekarang adik-kakak tiri.
Rian bilang, "Rel, nyesel nggak? Dari artis 8 juta follower jadi tukang gorengan?"
Aurel balik, "Lu nyesel nggak? Dari calon pewaris 2 Triliun jadi tukang parkir lagi?"
Rian ketawa, "Enggak. Tidurku sekarang nyenyak. Nggak takut disuruh ngaku jadi pembunuh."
Aurel ketawa juga, ketawa pertama yang tulus setelah 5 tahun jadi artis.
"Same. Tidurku nyenyak. Nggak takut wartawan bongkar aib."
Di belakang lapak gorengan, ada foto Mak Leha dipigura. Ditaruh di atas toples kerupuk.
Mak Leha yang dulu diperkosa mafia kaya raya, sekarang anaknya dan anak tirinya jaga lapak gorengannya.
Mafia kaya raya mati di penjara karena kanker.
Artis anak pembunuh jadi tukang gorengan.
Tukang parkir miskin yang ternyata anak mafia, balik jadi tukang parkir lagi.
Karena kadang, jodoh maut itu bukan tentang nikah sama siapa.
Tapi tentang balik lagi jadi siapa diri kamu yang sebenarnya, setelah semua topeng harta dan tahta dibuka.