Untukmu yang pernah jadi segalanya, dan sekarang jadi temanku saja.*
Aku tidak pernah benar-benar move on. Jujur aja.
Aku hanya belajar memindahkan rasa sayangku.
Dulu aku menyayangimu dengan cara "aku ingin bersamamu setiap hari, aku ingin masa depanku ada kamu di dalamnya."
Sekarang aku menyayangimu dengan cara yang berbeda, "aku ingin kamu bahagia, walau bahagianya bukan denganku. Aku ingin kamu baik-baik saja, walau aku bukan lagi alasan di balik baiknya harimu."
Kadang masih sakit, kalau denger kamu cerita tentang orang baru. Kadang masih sesak, kalau kamu manggil aku cuma sebagai teman. Tapi anehnya, aku lebih takut kehilanganmu sepenuhnya daripada harus menahan rasa sakit ini.
Jadi aku pilih tetap di sini. Sebagai teman.
Karena menjadi temanmu adalah cara terakhirku untuk tetap menyayangimu tanpa harus memilikimu. Cara terakhirku untuk tetap ada di hidupmu, tanpa membuatmu merasa terbebani.
Terima kasih ya, sudah mau tetap tinggal setelah kita selesai. Kamu gak tau betapa berartinya itu buat aku.