Untukmu yang Pernah Menjadi Bagian Terindah dalam Hariku ❤️
Sayang…
Jujur, tidak mudah bagiku untuk menulis kata-kata ini.
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, tetapi rasanya sulit merangkai semuanya karena sampai saat ini aku masih menyimpan rasa sayang yang begitu besar kepadamu.
Delapan bulan kita bersama sebagai pasangan online bukanlah waktu yang sebentar bagiku.
Meskipun kita tidak selalu bisa bertemu dan menggenggam tangan satu sama lain secara nyata, kehadiranmu pernah menjadi bagian dari hari-hariku, menjadi tempatku berbagi cerita, dan menjadi seseorang yang aku sayangi dengan tulus.
Aku tidak pernah menyangka bahwa pada akhirnya aku harus memikirkan perpisahan dengan seseorang yang sebenarnya masih ingin aku pertahankan.
Aku tahu kamu ingin memprioritaskan aku, tetapi aku juga tahu kamu tidak bisa meninggalkan dia.
Aku sudah mencoba memahami keadaanmu, mencoba menerima kenyataan, dan berusaha bertahan karena aku tidak ingin kehilanganmu.
Namun, semakin aku mencoba bertahan, semakin aku menyadari bahwa hatiku sendiri semakin terluka.
Aku mencintaimu, tetapi aku juga punya perasaan yang tidak bisa terus-menerus aku abaikan.
Aku ingin merasa tenang dalam sebuah hubungan. Aku ingin merasa cukup, tanpa harus berbagi tempat di hatimu dengan seseorang yang membuatku merasa kehilangan ketenangan.
Percayalah, keputusan untuk berpisah ini bukan karena aku sudah tidak mencintaimu. Justru karena aku masih mencintaimu, keputusan ini terasa begitu berat.
Aku tidak ingin menyalahkanmu, tidak ingin membencimu, dan tidak ingin menghapus semua kenangan baik yang pernah kita miliki. Aku juga tidak ingin memaksamu memilih sesuatu yang ternyata belum sanggup kamu putuskan.
Karena itu, izinkan aku memilih untuk mundur, meskipun hatiku masih ingin tinggal.
Mulai sekarang, mungkin aku tidak lagi menjadi seseorang yang kamu cari setiap hari. Mungkin kita tidak lagi saling menyapa seperti biasanya, tidak lagi berbagi cerita tentang hal-hal kecil, dan tidak lagi menyebut satu sama lain sebagai pasangan.
Aku tahu aku akan merindukan semua itu. Aku mungkin akan menangis ketika mengingatmu, merindukan perhatianmu, dan sesekali berharap semuanya masih bisa kembali seperti dahulu.
Namun, aku ingin belajar menerima bahwa tidak semua orang yang kita cintai bisa kita miliki dengan cara yang kita harapkan.
Terima kasih karena selama delapan bulan ini kamu pernah hadir dalam hidupku. Terima kasih untuk perhatian, kebahagiaan, tawa, dan kenangan yang pernah kamu berikan.
Apa pun yang terjadi setelah ini, aku tidak akan menganggap semua waktu kita sebagai sesuatu yang sia-sia.
Aku pernah bahagia bersamamu, dan itu akan selalu menjadi bagian dari ceritaku.
Maaf jika selama kita bersama ada sikap atau perkataanku yang pernah menyakitimu. Aku pun memaafkan hal-hal yang telah membuat hatiku terluka. Aku tidak ingin kita berpisah dengan kebencian atau saling menyimpan dendam.
Aku hanya ingin kita mengakhiri hubungan ini dengan baik, dengan tetap menghargai perasaan dan kenangan yang pernah kita bagi.
Aku melepaskanmu bukan karena hatiku sudah berhenti mencintaimu, tetapi karena aku tidak ingin terus kehilangan diriku sendiri demi mempertahankan hubungan yang membuatku terluka.
Semoga kamu bahagia dengan jalan yang kamu pilih. Semoga kamu menemukan ketenangan dalam hidupmu, dan semoga aku juga bisa menemukan kembali ketenangan yang selama ini perlahan hilang dari hatiku.
Setelah ini, kita mungkin tidak lagi menjadi sepasang kekasih, tetapi aku tidak ingin mengingatmu sebagai seseorang yang harus aku benci.
Kamu pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku. Dan meskipun akhirnya aku harus melepaskanmu, aku akan berusaha menerima semuanya dengan ikhlas.
Jaga dirimu baik-baik, ya, Sayang.
Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku.
Aku pamit bukan karena aku tidak sayang lagi, melainkan karena kali ini aku juga harus menyayangi diriku sendiri.
Selamat tinggal, seseorang yang pernah begitu aku cintai. Semoga kebahagiaan menemukanmu, dan semoga waktu perlahan menyembuhkan hati kita masing-masing.
19 OKTOBER 2026
REGARD
💔