"Kala terima kasih atas semua hal yang terjadi,atas segala cerita indah kita walaupun belum usai,atas cinta yang indah yang engkau berikan, kelak di kehidupan selanjutnya jaga diri baik-baik, carilah seseorang yang terbaik untuk berjalan bersamamu dan maaf belum bisa jadi yang terbaik untukmu"
Flashback 10 tahun yang lalu
"Dian...loe kemana aja baru kelihatan kangen aku" suara cempreng itu mengagetkan aku yang baru mau duduk di meja jahit " Fik gila ngagetin aja kamu, jantung hampir keluar dari tubuhnya ini"
Yang ditegur cuma cengar cengir gak jelas memperlihatkan gigi putihnya yang rapi, ya...dia Fika namanya teman dari kecil sampai SMA setelah itu dia pindah ke Jakarta ikut orang tuanya yang merantau kesana dan seterusnya gak pernah lagi terdengar kabarnya hingga tanpa sengaja kita bertemu lagi di tempat kerja PT.GARMEN PESONA INDAH satu bagian kamu sama-sama penjahit dan satu line di line 2 dunia ini sempit ya.
" Lanjut bicaranya tar lagi ya Fik, lagi kerja nie tar kita di marahi spv nya sekarang fokus target....target...." Kataku kamipun ketawa bersama
" Ok cinta " jawab Fika sambil kembali ke belakang duduk di bangkunya.
Teeettt....bel istirahat berbunyi aku dan Fika duduk di bangku tempat istirahat sambil menikmati hidangan masakan kami masing-masing
" masak apa Fik" tanyaku " masak mie goreng" jawab Fika " Suka banget mie dari dulu, jangan sering-sering gak baik itu buat kesehatan" kataku " Iya...iya .." jawab Fika sambil muka masam dia tau ujung-ujungnya pasti aku ceramah
"Kamu udah berapa lama tinggal di Semarang Fik? Kenapa gak kabari aku kalau udah ke Semarang?" Lanjutku " Baru 2 minggu Dian sayang, Di Jakarta susah cari kerja kebutuhan hidup juga mahal, gaji bapak sama ibu yang buruh serabutan gak cukup membiayai kebutuhan kami akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Semarang "jawab Fika "Dian pulang kerja nanti ke mal yuk" ajak Fika " Ok" jawabku.
Jam 4 sore akhirnya kami pulang setelah target baju bisa diselesaikan, kami memutuskan untuk pergi ke mall M disana kami cuci mata doang ( belum gajian soalnya) aku dan Fika berpisah karena Fika mau melihat baju dan aku mau ke toko aksesori, tapi kita berjanji tar bertemu di depan toko mainan L, setelah aku selesai melihat aksesori yang lucu dan unik aku menuju ke toko mainan L disana sudah ada Fika yang senyum-senyum sendiri sambil melihat hp " Woy...lagi chat an sama siapa nie kok bahagia banget " ucapku sambil menepuk pundak Fika "Yaelah loe ngagetin aja sih Dian, ada dech..." Jawab Fika, " Yuk pulang udah jam 6 nie " lanjutnya " Ok " jawabku
Hari dan bulan pun berlalu begitu cepat dan akhir-akhir ini Fika sering cerita cowok yang ditemui dia di mall M bulan lalu saat kita kesana
" Dian akhirnya gue ditembak Ama itu cowok, dia baik banget suka ingetin gue makan,suka bawa jamu juga pas sakit perut gue kambuh, orangnya juga ganteng banget,Dian pinjam hp kamu bentar ya ada perlu nie hp aku pulsanya habis" ucap Fika " nie " jawabku sambil menyodorkan hp itu.
Setelah pulang kerja, masuk rumah dan bersih-bersih lalu mandi aku langsung rebahan di kasur, tiba-tiba ada notifikasi masuk no tidak di kenal disitu ada chat " Malam boleh kenalan gak?"aku diam aja Tingg...ada notifikasi masuk lagi "Aku tau tadi kamu pakai baju biru" seketika aku bangun dan aku jawab " Kamu tau dari mana" tanya aku " Ada deh ..." Jawabnya, lama-lama obrolan kami berlanjut sama-sama nyambung dan tanpa ada rasa curiga akupun mulai ada rasa karena aku tipe cewek yang gampang jatuh hati.
Setahun berlalu sudah waktu itu aku tidak melihat Fika di tempat kerja udah seminggu gak keliatan di SMS dan telpon juga gak dibales tiba-tiba temanku Ayu bilang "Dian kamu tau gak kalau Fika sakit udah 2 Minggu dia gak masuk kerja" Deg...kaget aku " Aku gak tau Ayu, tar pulang kerja aku kesana" ucapku.
Setelah pulang kerja aku menuju ke rumah Ayu di jln H "Assalamualaikum" ucapku
" Waalaikumsalam " jawab orang yang ada di dalam, saat dibuka aku kaget melihat wajah pucat Fika dan badannya yang kurus " duduk dulu Dian" ucap Fika, akupun duduk " Kata Ayu kamu sakit ya, kenapa gak ngabarin aku dan aku telpon sama wa kenapa gak dibales? Ucapku panjang lebar "Aku gak bisa pegang hp ini aja buat bangun sakit banget rasanya mau tiduran" jawabnya " Kamu sakit apa Fika?" Tanya aku " Kata dokter di lambung aku kayak ada bundaran bentuk cincin dikarenakan sering makan mie " jawab Fika, aku hampir saja menangis, kami bercerita apa aja sampai adzan Maghrib berkumandang akupun pamit sama Fika " Fik pulang dulu ya, insya allah kalau ada waktu aku datang lagi " ucapku " Nginep disini aja Dian" kata Fika " Gak bisa Fik kakakku nikah besok jadi aku harus pulang " jawabku, akhirnya aku pulang dan Fika melihat aku dengan pandangan yang sedih
Karena perusahaan sedang sibuk dan aku sering lembur jadi aku gak sempat untuk ke rumah Fika lagi dan Fika juga belum masuk lagi selama beberapa bulan ini, sampai hari puasa tiba dan idul Fitri datang di pagi itu saat aku tidur tiba-tiba ponselku berbunyi ada notifikasi masuk bertuliskan
"Innalilahi wa'inna illaihi rojiun kabar duka telah berpulang ke rumah Allah teman kita yang bernama Fika rumah jln H atas segala kesalahannya kami sekeluarga minta maaf " Dunia aku seakan runtuh, aku mencoba bilang ke diri sendiri ini cuma mimpi dan aku memejamkan mata lagi melihat wa itu lagi dan ternyata itu nyata, wa dari ayu "Dian kita ke rumah Fika yuk takziah kesana " aku jawab"Ya"
Sepanjang jalan kakiku rasanya lemas saat sampai di rumah Fika sudah ada banyak orang disana, kami disuruh masuk ke dalam disana ada kakak Fika dia bilang ternyata Fika selama ini tidak pernah minum obatnya karena saat obat lambung diminum paru-paru nya tidak terima begitu juga sebaliknya dan muntah terus, akhirnya Fika menyerah dan meninggal disitu aku melihat obatnya dan menangis 😭 tiba-tiba kakak ALM Fika bilang itu di depan ada cowoknya Fika karena penasaran aku kesana dan melihat wajahnya, Fika sering cerita tentang itu cowok tapi dia tidak pernah memperlihatkan wajah cowok itu ke aku
Dan... hatiku benar-benar hancur saat kakak Fika menunjukkan itu cowok dia adalah Kala cowok yang selama ini mengisi hari-hari aku yang sering jalan bersama aku, aku menangis sejadi-jadinya dan karena tidak kuat aku mengajak Ayu pulang, di perjalanan aku wa Kala
" Kenapa tidak bilang kamu cowoknya Fika?" Dia jawab " Maaf aku juga tidak bisa mengendalikan nya aku juga suka kamu dan aku tidak bisa memilih di antara kalian, mungkin ini semua sudah takdir" aku jawab " Takdir bisa kamu ubah kalau kamu sudah tau " ucapku, seketika itu juga aku blokir semua no hp nya dan aku memutuskan keluar dari perusahaan pergi ke kota M untuk mencari ketenangan dan bekerja disana
5 tahun berlalu aku kembali ke Semarang dan aku juga akan bekerja disana. Setelah mencari pekerjaan aku diterima di PT. GARMEN PERSADA disinilah aku sekarang dan bekerja. Bulan berlalu dengan cepat saat itu aku membuka Facebook disitu ada permintaan pertemanan atas nama Rian aku konfirmasi, dia mulai massage aku hubungan ini udah lebih dari 2 bulan akhirnya dia minta bertemu kita sepakat bertemu di mall J, disana aku datang sendiri dan saat seorang pria datang aku shock ternyata dia adalah Kala
" Dian maaf aku berbohong aku mencari kamu kemana-mana tapi tidak bertemu dan aku mencari lewat Facebook dan ternyata ada foto kamu aku minta pertemanan akhirnya kamu terima" ucap Kala
"Aku memaafkan kamu" jawabku " Dian bisakah kita menjalin hubungan lagi" ujarnya, aku berfikir sejenak oh... mungkin dia sudah berubah " Baiklah" jawabku dan aku memberinya kesempatan
Tapi hubungan ini rasanya hambar lama kelamaan apa mungkin kejadian dulu masih melekat aku juga tidak tau, Kala juga sering membanding bandingkan aku dengan Fika, akhirnya hubungan ini cuma bertahan 3 tahun aku memutuskan benar-benar pergi dari kehidupan Kala.
Sampai suatu hari aku mendengar Kala sudah menikah dengan orang lain dari temanku yang bernama mbak Rara rumahnya dekat dengan rumah Kala, aku fokus ke karirku 2 tahun setelah putus aku dapat wa dari mbak Rara katanya Kala ingin bertemu denganku tapi aku menolak karena hatiku masih sakit atas perlakuannya" Mbak katakan saja aku memaafkan dia tapi kalau bertemu aku tidak bisa" jawabku saat itu " Sekali saja Dian temui Kala dia ingin bertemu kamu" ucap mbak Rara tapi aku tetap tidak mau.
Setahun berlalu saat malam hari aku pulang kerja ada wa dari mbak Rara "Ra, Kala udah meninggal, dia sakit dan sakitnya udah lama" hatiku langsung sakit, "Bukan ini yang aku inginkan Tuhan walaupun aku membencinya tapi aku tetap ingin melihat dia suatu hari nanti saat hatiku siap dan sembuh, bukan malah kehilangan dia selamanya" mbak Rara mengirimkan foto jenazah Kala hatiku tambah sakit aku menangis sejadi-jadinya.
Keesokan harinya aku keluar pergi ke tepi danau sendiri disana aku melihat langit sambil menangis 😭
Dalam diam aku berkata
"Kala terima kasih atas semua hal yang terjadi,atas segala cerita indah kita walaupun belum usai,atas cinta yang indah yang kau berikan,kelak di kehidupan selanjutnya jaga diri baik-baik, carilah seseorang yang terbaik untuk berjalan bersamamu dan maaf belum bisa jadi yang terbaik untukmu"
Nb: cerita ini saya persembahkan untuk seseorang yang berinisial alm.A.D yang meninggal tgl 8 Oktober 2026 😭
Semoga Husnul khatimah
Aamiin allahumma aamiin 🤲 🤲 🤲