Peringatan!! terdapat adegan 18+ dan bahasa yang buruk. Harap bijak dalam membaca.
Anza adalah seorang gadis sebatang kara yang sangat miskin. Dirinya bekerja di sebuah restoran biasa.., namun suatu hari sebuah kesalahan kecil membuatnya dipecat begitu saja oleh bosnya hingga membuat kondisi keuangannya yang sangat pas-pasan pun mulai anjlok dan melemah .
Ia tak bisa membayar kosan nya selama 3 bulan hingga membuatnya diusir dari kosan tersebut. Setiap hari dirinya tidur di kolong jembatan lalu berusaha mencari makan dari sisa² orang di jalanan..., namun Anza tak menyerah begitu saja, ia tetap berusaha mencari pekerjaan untuk memulihkan hidupnya kembali.
Suatu hari di saat dirinya sedang berputar-putar mencari kerja namun tak kunjung dapat..., Anza tak sengaja membaca sebuah brosur yang tertempel di tiang listrik
(Dibutuhkan segera asisten rumah tangga di alamat:xxxxxx
No TLP:0888xxxxx
Gaji:50jt
Syarat:harus bisa membersihkan rumah dll
Umur: 20-30th
Dan disediakan kamar pembantu.)
Meskipun agak kurang meyakinkan karena gaji yang sangat besar.., Anza tidak gentar karena dia sangatlah butuh pekerjaan— kalaupun nanti hanya ditipu ia tak peduli yang terpenting dia harus memastikan dahulu.
Anza pun menuju alamat yang tertera sembari membawa berkas-berkasnya.
....
Dia sudah sampai dirumah tersebut.
Ternyata itu merupakan mansion besar dan mewah, tak heran kalo Art gajinya sangat besar.
Disana juga ada sekitar 10 orang wanita yang tampak seusianya juga hendak melamar pekerjaan namun anehnya pakaian mereka sangatlah ketat dan modis berbeda jauh dengan pakaian Anza yang lusuh dan sedikit sobek.
"Aku bakal keterima ngga ya.." ucap Anza
Tak lama kemudian pintu gerbang di buka dan di baliknya sudah ada seorang penjaga yang mengantar para pelamar kerja untuk masuk interview.
Bahkan di dalam mansion tersebut terdapat lift untuk menuju lantai atas.
Beberapa saat kemudian mereka mengantri bergantian untuk interview dan Anza mendapatkan antrian paling akhir.
Sepanjang menunggu Anza melihat beberapa peserta yang telah selesai interview dari situ seketika raut wajahnya berubah sangat marah— lalu ada yang juga sampai membanting pintu saking kesalnya.
Puncaknya di peserta ke 10
"Dasar lelaki brengsek!, gw gaakan injekin kaki kesini lagi ya bangsatt!" Ucap wanita itu lalu membanting pintu dan wajahnya juga terlihat basah.
"Mbak, kamu mending balik aja gausah interview disini— ga guna, yang ada malah kamu nyesel sendiri nanti." Ucap wanita itu ke Anza lalu pergi sambil nggedumel sendiri.
Anza sudah sangat was-was namun keadaan memaksanya untuk tetap tinggal dan tak menyerah.
"Nomor terakhir, masuk," ucap orang di dalam.
Begitu masuk Anza melihat seorang pria tampan dengan jas berantakan lalu cara duduknya dengan kaki yang naik keatas meja.
"P-permisi pak, saya ingin melamar pekerjaan" (sedikit gugup)
"Duduk" ucap singkat pria itu
Anza pun duduk di kursi yang berada di depan pria itu.
Pria itu pun menurunkan kakinya yang tadinya menutupi wajah Anza dari pandangan, lalu menatap anza lama tanpa sepatah kata pun.
Anza hanya menunduk canggung di hadapan pria itu.
"Berdiri" titah pria itu.
Anza berdiri.
Dan pria itu juga ikut berdiri menghampiri Anza.
Dia melihat ujung kaki sampai ujung rambut Anza.
"Ukuran bh berapa?" Tanya pria itu tanpa rasa bersalah.
"H-hah? Apa pak?" Terkejut
"Ukuran bh kamu berapa?"ulangnya
"Saya tidak tau pak, dan maaf itu bukanlah pertanyaan yang sopan untuk seorang wanita pak." menunduk
Pria itu tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Anza.
"Lalu pertanyaan yang sopan untuk wanita itu seperti apa sayang?.." bisiknya sembari memegang dagu Anza.
Anza langsung menghindar dari pria itu lalu berbalik dan hendak mengakhiri interview nya.
Disaat dia hendak membuka pintu, tiba-tiba pria itu berkata.
"Padahal saya hampir mau menerima kamu, tapi ya sudahlah kalo kamu menolak.., saya tidak akan memaksa."😌👌
Anza yang mendengar itu, terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyerah— karena ini satu-satunya cara untuk dia bisa bertahan hidup meskipun harus merendahkan harga dirinya.
"Ck, rupanya kamu mudah dijinakkan juga ya." Menyeringai
*Sabar Anza kamu harus bersabar dengan pria brengsek ini.., kalo ngga kamu nanti jadi gelandangan lagi😞* ucap nya dalam hati.
"Untuk bekerja disini, kamu harus menjalankan 3 tes dari saya terlebih dahulu"🥱
"Baik pak😔"
"Ikuti saya"
Pria itu membuka sebuah pintu yang berada di dalam ruangan tersebut dan Anza mengikuti di belakang nya.
Di balik pintu tersebut terdapat sebuah kamar tidur yang cukup besar dan terlihat sangat mewah meskipun sedikit berantakan.
"Rapikan kamar itu." Titah pria itu
"Baik pak"
Anza mulai merapikan barang-barang yang berada di kamar itu, lalu melepas sprei yang berantakan.
Sementara pria itu terus mengamatinya.
"Ini sprei nya diganti apa di pasang lagi pak?" Tanya Anza.
Bukannya menjawab pria itu malah perlahan-lahan mendekat ke arah anza, anza yang takut pun juga perlahan-lahan mundur.
"M-mau ngapain pak?😥"
"Mau...,"
Pria itu semakin mendekat lalu mengambil sesuatu dari rambut Anza hingga membuat anza sedikit kaget.
"Ini menggangu saya." ucap nya sembari menunjukan sebuah sobekan kertas kecil yang dia ambil dari rambut Anza.
"Ah, i-iya pak.."
Anza jadi malu sendiri karena sudah berfikir aneh-aneh.
Tanpa mengulangi pertanyaan nya tadi, Anza bergegas kembali ke arah ranjang lalu memasang kembali sprei itu.
Setelah itu, semuanya berjalan dengan lancar.
Ternyata tes nya hanya sekedar merapikan kamar, memasak dan mencuci baju seperti Art pada umumnya.
"Oke, karena kamu sudah melewati semua tes nya dengan baik.., besok kamu sudah mulai bekerja disini sebagai Art."
"Maksud bapak, saya diterima?!😮"
"Hmmmm"
"Wahhh, m-makasih banyak ya pak sudah menerima saya bekerja disini— sekali lagi terimakasih pak🥺" menunduk meneteskan sedikit air matanya yang sudah tak tertahankan.
"Yaudah, pulang sana, nangis nya dirumah aja jangan disini— saya tidak suka orang cengeng." ucap nya sambil berjalan meninggalkan Anza.
"I-iya pak maaf." jawab Anza sembari mengusap air matanya.
**************
Beberapa saat kemudian Anza pun sudah kembali ke kolong jembatan.
"Ngga nyangka ternyata aku bakal keterima disitu hiks hiks hiks , akhirnya aku ga tidur disini lagi.." ucapnya sembari menyiapkan barang-barang nya karena mulai besok dia sudah tidak lagi tinggal di kolong jembatan.
"Semoga pak Arlanta itu tidak benar-benar mesum seperti yang selama ini aku pikirkan, semoga pekerjaan ku berjalan dengan lancar disana Aminn"
Anza mengetahui nama pria itu karena tadi di beri tahu oleh salah satu penjaga disana.
Flashback ke 5 jam lalu.
"Mari saya antar keluar mba.." ucap penjaga.
"Ohh, iya pak terimakasih😊"
Di lift.
"Umurnya berapa mbak?" Tanya bapak itu basa basi agar tidak canggung.
"Umur saya 23 tahun pak."
"Ouhh, masih muda ya."
"Hehehe, iyaa"
"Oh iya, apa kamu sudah tau namanya si bos?"
"Ahh, iya ya.., saya tidak diberi tahu tuh pak🙃"
"Hahaha, si bos emang begitu orangnya kalo kamu ga nanya, ya.. dia gabakalan ngomong duluan.😄"
"Ouhhh, kalo boleh tau namanya siapa ya pak?"
"Namanya Arlanta dirgantara— dia itu pemilik perusahaan dirgantara corp dan satu-satunya keturunan yang tersisa di keluarga dirgantara.."
"Ouhhh, berarti dia kaya banget dong😱.."
"Iya lahh, orang semua bidang perusahaan dia yang megang"
"Tapi kok.., dia ngga nyari art di agen resmi pembantu aja ya, malah milih nyebarin brosur🤔"