Nama ku maim, aku lahir dari keluarga yang tak mampu dari kecil yang ku tahu adalah aku yang penuh sendiri dan akhirnya ku pikir aku mencari peluang bagimana caranya agar aku bisa membeli apa yang aku mau.
Singat cerita aku mencari barang bekas dari sampah-sampah yang ku kerok hingga ku kumpulkan dan pada akhirnya setelah itu aku hanya ingin membeli sebuah boneka impian ku yaitu berby,.
aku adalah anak ketiga yang slalu mengalah dalam segi apapun aku hanya bisa merengek saat aku menginginkannya tapi tdk sampai,.
Dimana posisi itu keluarga ku slalu makan apa adanya kami berkeluarga ber 5 yang dmn kami makan pun satu piring dgn nasi yang kmrin kami makan dan garam saat itu kami tak tau untuk minta kepada siapa hanya ada kami mencari,.
Neneku dan keluarga dari yang lain memandang kami sebelah mata tanpa melihat dari kami yang semata-mata ingin dianggap keluarga.
Saat itu aku ingin sekali bersekolah tk dmna melihatnya begtu indah seakan banyak teman dan belajar tapi saat itu aku usia 6 tahun belum genap sd aku sering ikut bibiku karna aku ingin sekolah tapi nyatanya aku hanya melihat diluar jendela tanpa melihat diriku yang tak membawa pulpen dan buku,.
keseokan harinya aku pagi2 bangun dan mandi untuk ikut bibi antar sepupuku sekolah tk saat itu aku ikut membawa buku dan pulpen tanpa tas,
aku menulis dan mengikuti meskipun diluar tapi aku disuruh masuk aku takut ketika masuk aku bayar. Akhrnya aku meminta pulang ke bibiku dan pada saat itu aku berbicara pada ibuku.
AKU : mah aku pengen sekolah Tk boleh ga.(dgn raut sedih) seakan tdk mungkin.
Ibu : nak mamah tidak ada uang untuk kamu sekolah tk kk km sekolah butuh biaya nanti saja kamu 7 tahun sekolah Sd.
Aku : 🥹😭😭😭
Saat itu aku diajak ibuku untuk ikut bekerja ditukang jahit. Saat itu pula ada seorang ibu yang tuli dia slalu membuatkan baju untuk ku seperti gaun meskipun aku tak paham dgn isaratnya tapi dia memberikan nya kepdaku.
rasaku seakan bahgai tiap dpt baju baru tapi saat itu ibu yang sering menjahitkan aku baju diomelkanya oleh anaknya yg punya jahitan baju,.
Saat itulah dia tdk pernah lagi membuatkan baju untukku. Selang waktu berjalan aku sering sekali melihat mereka bersekolah
Akhir dari semua itu ibuku ikut mengajar disalah satu sekolah hanya sebagi guru honor dan saat itu lah aku senang aku 7 tahun sudah ikut sekolah sd dan aku mendpaatkan semua itu namun sekan blum selesai dari situ biaya kakak ku sekolah banyak dan tak habis dari situ kami masih harus sabar karna gajih mamahku belum sebesar itu.
Dan pada saat itu aku mencari sampingan untuk membeli sepatu dan tas aku bekerja mengorek atau membersikan aqua yng kotor penuh dgn lumpur dan saat itu pula aku mengumpulkan kemudia aku berfikir untuk itu usiaku hampir 10-11 tahun aku memilih mengurus arisan dimasa kecil itu bagian ku bnayk dan saat itu celengan ku terbuka.
Aku : (aku potong celengan ku yang berplasik mengunakan pisau krek-krek-krek akhrnya uang ku terpenuhi dapatkan 150rb.
pada saat itu aku bahgia akhrnya aku bisa membeli tas dan sepatu baru diumurku 12 tahun kemudian ibuku dijabat kembali mendapt uang sertifikasi dan saat itulah aku senang ibuku dapatkan uang . Kemudian suatu hari aku pergi ke pasar bersama ibuku.
Aku : ibu aku ingin beli sepatu, sendal dan tas ya
Ibu : iya hayu kita beli (sebari menunggu angkot yang dtg )
Aku : ibu angkot sudah datang 😁
Saat itu sampailah dipasar yang dimana aku sedang memilih tas sendal dan sepatu selang dari situ ibuku hamil lagi tanpa memberi tahuku akhrnya aku menagis sekan kasih sayang ibu hilang terhadapku.
Selang dari situ aku dibelikan nya hadiah untuk reda akrnya beberpa kemudian ibuku lahiran diwaktu aku mau masuk smp disaat itulah aku masih tetap sabar krna kami blum memiliki rumah yg bagus dan mtr yang bagus tv pun tdk punya aku hanya menonton disaat kermh tetanga. Padahal waktu itu neneku punya tapi tdk pernah dinyalakan nya jika aku ada .
Sedari kecil kasih sayang seorang nenek tdk pernah aku miliki pd saat itu aku ingin mempunyai sepedah tapi nyatanya aku tbsa aku hanya mengendalikan nya dgn roda lagi pd saat itu aku tak berhenti disitu sepedahku ku jual krna aku tdk bisa saat itu aku minta lagi sepdah tapi yang kecil.
Saat aku naik kelas 2 smp ibuku mau dijabat pns saat itu lah aku naik kelas 3 smp ibuku mulai diterima sebgai guru asn yang dmn distulah aku merasakan bahwa aku slalu dibelikan nya apapun tapi tdk sampai disitu ibuku bangun rumah yng baru krna kami diusir oleh yang punya tanah adlaah embah ku sendiri.
Saat itulah aku memberanikan diri untuk dgn keluargaku dgn rmh yg blum selesai kami tempati kami sekeluarga membangun rmh itu seakan kami adalah org tanpa bantuan keluarg pda saat itu belum selesai ujian kami bertubi2 seakan semua yang kami lakukan adalah sebuah hayalan aku diusia sma aku tak memiliki hp selayaknya hp bagus namun mempunyai hp sekaan itupun kadg lola saat itu aku beranjak sma pda saat itu aku naik kelas 1 smk yang dmna aku tak mau menginginkan sekolah itu tapi apalah daya ibuku menginginkan aku sekolah distu hari demi hari aku terkena penyakit yang dinamakan penyakit flek paru.
pada saat itulah aku serasa hidupku sedih makan minum aku tak boleh sembarangan dan tak boleh barengan sekolah berjalan nya waktu aku sembuh dan saat itu bahgiannya hidupku bisa memakan apapun yang aku suka tak berhenti lama aku sering sakit2an krna kelelahan sekolah yang dulunya aku bejrlan berkilo2 untuk menempuh sekolah,saat itulah aku sudah lulus sma aku disuruh ibuku untuk bekerja sebelum lulusan sekolah pd saat itu aku senng2 ajh krna aku bisa kerja pda saat itu aku bekerja selang dari situ aku dihajar abis2an untuk belajar dan dihina difitnah sebaginya oleh sodara sendiri krna dia iri kepadku selang bertahun 4 tahun bekerja.
aku memutuskan kuliah smabil kerja saat itu aku trs bejalan kuliah smabil kerja tak lama semsteran ku semakin padat ujian ku tak smpai distu aku dituduh mengambil uang dan barang2 oleh karyawan yang aku percaya sekan mereka membenciku pd saat itulah aku sabar trs sabar tapi entah kenpa aku malah brontak sekan aku tdk seperti itu dan pd saat itulah aku diberhentikannya seteleh berganti bos baru aku berhnti kerja disaat smster ku 6 mau ke 7 saat itu aku kembali bekerja dimasa kuliah smster 7,8.
Posisiku saat itu benar2 membutuhkan uang tanpa syarat aku ingin berhenti sejenak kuliah namun aku tak mau saat itu aku terus berjalan kuliah smbil kerja smbil mengurus remdial kuliahku yang tertinggal saat kerja tak sampai disitu ujian ku banyak hpku ilang ditempat kerjaan dan mengantikan nya menabung untuk membelinya akhr ya aku membeli yang baru meskipun hp ku dulu tak mampu menampung beratnya daya dan kapasitas kuliahku semakin banyak krna gambar dan pdf saat itu.
aku memberanikan diri mengambil hp dionline krna aku tak pernah dibelikan hp aku hanya bisa menabung dan hanya adiku dan kku yg sering dibelikan selang saat itu aku memutuskan untuk membelinya pda saat itu akhrnya aku lulus dan dijamanya covid selang dari situ selesai covid aku mulai memutuskan bekerja ke jauh dgn uang ku 500rb bekerja dan pd saat itu aku benr2 tak mampu bekerja dgn uang 500rb sering meminta uang pd ibuku tabungan ku sudah tak ada.
akhrnya beberpaa kemudian aku memutuskan untu pindah kerjaan yg lebih jauh krna menurutku ditempatku bekerja bgtu berat dan teman nya tak indah saat itulah aku bekerja dan memulai hal baru dgn bos baru membuat apotek baru dan membangunnya dia percaya pdaku beberpaa kemudian aku srinng pulang masak dan mandi tdr dikosann ku yang sendiri beberpa kemudia aku memberanin diri untuk membeli yg lain2 saat hpku lunas akhr dari situ.
kemudian aku dan pacarku memutuskan untuk menikah seakan tdk percaya dan sedih haru dan seakan tak percaya ujian ku tak sampai disitu aku diperlakukan sekan serakah oleh kelurga suamiku dan tak pernah sedikitpun dihargai dan diterima sekaan layaknya anak saat itulah aku menjauh dan selang dari situ ujian belum selesai kami berhenti beekerja dikota krna ibuku meninggal sekaan tak percaya baru saja menikah ditinggalkan saat itu posisiku tak berdaya kehilang pekerja kehilangn ibu dan uang ku tak ada seakan begitu hampir putuz asa seraaa mati rasa oleh keadaan yang tak percaya itu sempat nya aku menganggur dan suamiku 1 tahun kami mengahrapkan belaskasihan saat itu semua tak mampu suamiku menjual hpnya dgn rasa berslah tak mampu membiayai aku dan aku mencari pekrjaan selayaknya.
akhrnya aku dpat pekerjaan itu aku membiayai bpk ku adekku aku suamiku tanpa diberi nafkah ku sebut aku tulang punggung akhr dari semua itu aku beranikan berhneti untuk pergi ke solo untuk mendpatkan kerjaan akhrnya aku dpt kerjaan disolo dan mendpatkan keluarga suamiku yang jauh disana selang dri situ suamiku dpt kerjaan dsna tapi tdk sebanding dgn byar kosan dan makan kami sering dibiayai dan dikasih makan oleh keluarganya namun kami tak mampu lagi krna kami sangat malu untuk meminta pda saat itulah.
kami memutuskan untuk pulang dan mencari pekerjaan lagi dikampung halaman kami selang dari situ aku dan suamiku kerja dbagian kota jauh dri rumah namun tdk berhenti lama pekerjaan itu tdk membuahkan hasil bagus dan pada saat itu kami masih menggangur k3mbali selang beberpa bulan aku diterima kembali bekerja dikampung bahgian haru seakn rezeki ku masih ada saat ini aku hanya tulang punggu suamiku bpku dan jika adikku krna dia mendptkan uang dri sekolah seakan ringan beban nyya.
Dari situlah hidupku masih menanggungnya sendiri.