Langit cerah membentang jauh,dihiasi awan lembut disegala sisi,burung kenari berkicau diberbagai tempat,aroma bunga menyebar ke seisi ruangan.
"ibu...bunga itu indah yaa...!"pinta seorang gadis kecil,yang tengah terduduk di kasur biru dirumah sakit.
"kau benar,bunga lavender memang selalu indah..."jawab sang ibu dengan senyumannya.
"ibu...dimana kakak?,bunga lavender itu kesukaan kakak!"ucapnya diikuti senyum khas anak-anak.
"kakakmu ada dirumah dia sedang sibuk."jawab ibu itu dengan nada tak senang.
"kalau begitu apakah bisa kita membawa satu keranjang bunga lavender untuknya?"tanya si anak lagi.
"dia bahkan tidak peduli denganmu,kau lebih baik jangan pedulikan dia,reanne"ujar dengan nada yg mulai tinggi.
"tapi bu..."
"sudahlah,ibu punya banyak pekerjaan,ibu pulang dulu."setelah mengatakan itu,sang ibu pergi begitu saja.
*huftt...
"annee!!,aku datang!"sahut seorang gadis yg masuk tak lama setelah ibu tadi pergi.
"kakak!!! kau datang?!"tanya anne dengan gembira.
"tentu saja,adik manisku sakit, bagaimana mungkin aku tidak datang?"rayu sang kakak
lianna keyla amarinne gadis berusia 13 tahun dari keluarga weanne,yg tinggal di Montpelier, Prancis.
Lalu reanne gracie evelyne adik dari lianna,yg kini sedang menderita migrain.
"lihat apa yg ku bawa untukmu?"ucap lianna sembari mengeluarkan sebuah boneka kelinci besar,juga boneka berbentuk lavender kecil dari tasnya.
"lavenderr!!" reanne bukannya mengambil boneka kelinci yg jauh lebih besar dari pada lavender kecil itu,ia malah lebih memilih mengambil boneka lavender itu.
"anne,kenapa kau tidak memilih yg besar saja?" tanya lianna penasaran.
"karena lavender itu bunga favorit kakak!" jawabnya sembari memeluk erat boneka lavender itu.
"kau bisa saja...,"
"kakak,apa kakak dimarahi ibu lagi?,leher kakak merah..." tanya anne dengan raut wajah sedih.
"tidak! ini hanya kebetulan terkena dahan saat perjalanan kemari" ucap lianna berbohong.
benar kata anne lianna sering kali dipukuli oleh ibu mereka jika tidak bekerja dengan baik,lianna yg masih berusia 13 tahun,sudah diharuskan berkerja setelah kematian ayahnya.ibunya sendiri hanya suka bermain main dengan pria diclub,dengan uang hasil kerja keras lianna,lianna tidak marah kepada ibunya karena dia masih menyayangi adiknya,juga dia masih ibunya.
"sekarang sudah hampir sore,jika kakak tidak pulang,nanti ibu akan tahu..." ucap lianna sembari membereskan barang barangnya dan bersiap pulang.
"baiklah kakak..." jawab anne.
*tok tok tok
"maaf dengan keluarga nya?" ujar seorang suster yg tiba tiba masuk kedalam ruangan.
"benar saya keluarganya..."jawab lianna tampak serius.
"maaf saya tadi lupa memberi tahu,bahwa reanne sudah diperbolehkan pulang sore ini..."ucap si suster sembari menundukan kepala bersalah.
"ah,tidak apa-apa sus,untuk hari ini apa bisa menginap dulu?"
"maaf sekali,tapi kamar ini akan segera dipakai untuk pasien baru..."
"baiklah sus,akan saya beres beres dulu..."
"kak?,aku bisa pulang?"tanya anne ragu ragu.
"tentu saja!" jawab lianna dengan semangat.
sebenarnya lianna ragu untuk membawa anne pulang,karena dia hanya menggunakan motor,dia khawatir jika anne akan kembali sakit jika terlalu banyak terkena udara dingin,apalagi sebentar lagi malam.
"ayo anne,kakak gendong sampai parkiran?" ucap lianna sembari menunduk agar anne naik ke punggungnya.
"tidak kak...,kakak pasti lelah sehabis bekerja,aku bisa berjalan sendiri."jawab anne lalu berjalan sendiri menuju parkiran.
"anne!! hati hati...!" teriak lianna memperingatkan adiknya untuk tidak berlari.
*brukk
"Anne!!!,kau tidak apa apa?"tanya lianna lalu menghampiri adiknya yg terjatuh karena menabrak seseorang.
"lianna..." ucap orang yg ditabrak oleh anne.
"i-ibu?"
"kau ingin membawa reanne kemana!"tanyanya dengan wajah yg cukup menyeramkan.
ibunya membawa lianna dan anne pulang setelah melalui pertengkaran hebat hingga ditenangkan oleh satpam rumah sakit.
*plak!
tampar ibu mereka setibanya didepan rumah.
"argh..."rintih lianna
"ibuuu!! jangan ibuu!!" mohon anne sembari memegangi kaki ibunya.
*brug
ibu itu mendorong anne yg baru saja pulang dari rumah sakit cukup keras.
"anne!!!" teriak lianna khawatir pada adiknya lalu memeluknya erat.
"kalian itu beban bagiku tau nggak!!,sekarang malah bikin masalah!!"
bentak sang ibu sembari memukuli lianna yg tetap melindungi anne dipelukannya.
"kau itu lebih baik mati,LIANNA!!"lanjut sang ibu lalu menyeret lianna kasar ke dekat gerbang rumahnya.
tiba tiba sang ibu terpeleset dan refleks melempar lianna ke jalan raya yg cukup ramai.
dan ya...
*brugggg!!!!
"KAKAKK!!!!"teriak anne histeris setelah melihat sang kakak tersayangnya terlind*s truk.kep*la nya terpis*h dari tubuhnya,dar*h berceceran dimana mana.
"bukan aku! bukan aku! BUKAN AKU!!,dia m*ti sendiri!!!" gumam sang ibu setelah melihat kejadian itu...
"IBUU!!!!!!,APA YG KAU LAKUKAN KEPADA KAKAKK!!!,YG PANTAS MATI ITU KAU!! KAU ITU WANITA BUSUK!,KAU TIDAK PANTAS BERADA DI SINI!!" setelah mengungkapkan isi hatinya,anne mengeluarkan pisau kecil dari sakunya yg selalu ia bawa untuk berjaga-jaga dari ibunya.
*greg.
"ibu...kau pasti akan bahagia dineraka...dan selamat ulang tahun...ini hadian ku untukmu..."gumam anne setelah men*suk j*ntung ibunya sendiri dengan tangannya.
"ibu,hari ini juga hari ulang tahunku...tapi... tidak ada yg memberiku hadiah besar seperti ini,kurasa...aku harus memberi diriku sendiri hadiah..."
setengah mengatakan itu anne menengok kanan dan kiri lalu menyebrang ke j*s*d kakaknya yg b*dannya berada di tengah jalan,dan kep*lannya berada disebrang jalan.
ia memungut kep*la itu lalu meletakannya pada tempatnya,lalu ia berbaring memeluk j*s*d itu erat erat,seperti saat ia memeluk boneka lavender yg diberikan kakaknya sebagai hadian ulang tahunnya.
tak lama kemudian...
*bragggg!!!
ya... taulah ya...
"terimakasih atas hadiahnya..."
-stellabluebell.