New York City, 2035.
Universe: Earth-999.
Di atas sebuah gedung tinggi, seorang pria berdiri memegang buku tua. Angin malam menerpa mantelnya. Ia membuka halaman pertama dan mulai berbicara pelan, seolah membacakan kisah untuk kota yang tidak mendengarkan.
Dulu, di dunia ini, manusia dan vampir hidup berdampingan dengan damai. Sampai suatu ketika manusia mengkhianati mereka. Kaum vampir diusir, diburu, dan dibenci. Yang tersisa pun berevolusi. Kini setiap vampir memiliki dua wujud yang muncul dari genetik, bukan dari kemauan.
Wujud pertama: mode manusia. Tubuh normal, kekuatan tetap ada, dan tahan terhadap sinar matahari.
Wujud kedua: mode vampir. Tubuh membesar seperti monster, haus darah, kekuatan meningkat drastis… namun jika terkena sinar matahari, mereka akan mati.
Pria itu menutup buku. Namanya Ethan Korsen. Usia 121 tahun. Seorang vampir. Di siang hari ia memakai nama William Korsen. Sifatnya peduli, sangat baik, sedikit dingin, dan selalu bersikap gentleman. Tujuannya sederhana: membunuh vampir yang ingin membunuh manusia. Bukan karena dendam. Dendam, menurutnya, tidak berguna. Lebih baik dilupakan.
Malam itu Ethan berubah. Tubuhnya membesar, mata menyala, dan listrik mulai menari di ujung jari-jarinya.
Di lorong gelap, seorang wanita berlari ketakutan. Seorang pria mengejarnya, lalu berubah menjadi vampir. Wanita itu juga berubah. Ethan muncul di antara mereka. Vampir laki-laki itu menyeringai.
“Ethan Korsen… sang pengkhianat.”
Ethan tidak menjawab. Petir menyambar. Mereka bertarung singkat dan brutal. Tiba-tiba lampu sorot menyala dari segala arah. Sekelompok manusia bersenjata mengepung mereka. Organisasi itu bernama PV—Pemburu Vampir. Tugas mereka hanya satu: membunuh vampir, jahat maupun baik.
Komandannya berdiri di depan. Dominic, biasa dipanggil Dom. Usia 21 tahun. Bijaksana, baik, dan peduli. Ia adalah rival Ethan. Bukan karena benci, tapi karena ia selalu gagal membunuh Ethan.
Vampir yang tadi kabur. Ethan terpojok. Ia melepaskan gelombang listrik yang melumpuhkan para anggota PV, lalu menghilang ke dalam kegelapan.
Di rumahnya, Ethan beristirahat sampai pagi.
Keesokan harinya ia menjadi William Korsen, karyawan kantor biasa. Saat hendak pulang, ia melihat seorang wanita bernama Elena sedang dirampok. Ethan ikut campur. Ia dipukuli sampai terjatuh. Elena sendiri yang membantu menegakkannya. Polisi datang dan menangkap para perampok. Sejak hari itu, sesuatu di dalam diri Ethan mulai berubah. Ia mulai jatuh cinta.
Malam harinya Ethan kembali berburu. Ia menemukan vampir yang sama. Pertarungan mereka intens dan sengit. PV datang lagi. Peluru menghujam kaki Ethan. Vampir itu kabur sekali lagi. Ethan terpaksa menghilang.
Hari-hari berikutnya berjalan lebih tenang. William kadang mengajak Elena berjalan-jalan, ke taman, minum kopi. Mereka semakin dekat.
Suatu malam Ethan kembali menemukan vampir itu sedang menghisap darah seorang manusia. Ia menyerang dengan listrik. Vampir itu akhirnya mengeluarkan kekuatan aslinya: menembakkan air bertekanan tinggi. Ethan kesulitan di awal, namun akhirnya berhasil mengalahkannya.
PV datang. Ethan kabur. Dom mengejar dan menembakkan peluru pelumpuh. Pistol menempel di kepala Ethan. Dom siap menarik pelatuk. Ethan melepaskan arus listrik. Dom terjatuh. Ethan kabur lagi.
Keesokan paginya, William ingin mengajak Elena jalan-jalan. Saat mendekati taman, ia berhenti. Di depan matanya, Elena sedang berciuman dengan Dom. Mereka bertunangan.
Hujan mulai turun, lalu semakin lebat. Ethan berdiri diam di bawah hujan, lalu berjalan pulang. Di rumahnya yang sepi, ia menangis untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama.
Tapi pagi tetap harus datang. Manusia tetap harus dilindungi.
Tamat.