New York City, 2028.
Earth-202.
Leo Foster sedang mengantar makanan seperti biasa. Pembeli di depan pintu sedikit protes karena pesanannya terlambat. Leo yang sudah muak langsung menendang orang itu sampai pingsan, lalu pergi tanpa bilang apa-apa.
Di atas motor, ia menengadah. Langit retak. Sebuah bumi lain sedang mendekat, siap berbenturan dengan bumi tempatnya berdiri. Bumi itu adalah Earth-001.
Sementara itu, Marcus Vance dari Earth-321 duduk di sebuah bar dengan botol di tangan. Ia bingung. Di dunia utama ini ia tidak punya tujuan. Jadi ia hanya mabuk.
Di sisi lain kota, Damian Sterling dari Earth-578 tetap menjalankan perannya sebagai pahlawan. Meski terpaksa tinggal di Earth-202, ia tidak berhenti melindungi orang-orang.
Tiba-tiba bumi di langit itu bertabrakan dan menyatu. Waktu terasa berhenti. Segala gerakan membeku. Di tengah kota muncul sebuah gedung besar yang sebelumnya tidak ada: Axiom Four.
Arthur Garrison keluar dari gedung itu dengan wajah bingung. Dunia terasa diam total. Di luar ia bertemu Leo. Mereka saling salah paham dan langsung bertarung. Pertarungan cukup sengit sampai Arthur sempat menjelaskan bahwa ia sendiri tidak tahu kenapa dunianya tiba-tiba menyatu dengan dunia lain. Leo yang sudah bosan mendengar hanya mengiyakan semua omongan Arthur.
Di rumah sakit, Logan Garrison melihat Kronos duduk di kamar Hana. Ia langsung menyerang. Kronos menahannya dengan mudah lalu melemparnya keluar jendela. Logan jatuh tepat di depan Marcus Vance dari Earth-321. Marc hanya diam dan hendak pergi. Logan meminta tolong agar dibantu berdiri. Marc awalnya mengabaikan, tapi akhirnya mengulurkan tangan.
Damian dari Earth-578 merasakan keanehan. Hawa hampir semua orang berhenti, kecuali beberapa yang masih bergerak. Ia menyerang sumber gerakan itu. Yang menahan serangannya adalah Raymond Garrison, ditemani Eleanor yang sedang mencari Arthur. Raymond bercanda, “Kau buta ya?” Damian menjawab datar, “Iya.” Raymond yang hanya ingin bercanda malah mendapat fakta tak terduga. Mereka kemudian menuju tengah kota.
Di sana akhirnya berkumpul: Leo, Arthur, Logan, Marc dari Earth-321, Damian dari Earth-578, Raymond, dan Eleanor.
Kronos muncul di tengah mereka sambil membawa Hana. Leo mengernyit. “Bukannya kau sudah masuk Void?”
Kronos menjawab singkat. Saat berada di dalam Void, ia bertemu makhluk yang sangat mengerikan—penjaga keseimbangan multiverse yang bernama The Nexus. Makhluk itu memberinya tugas: anomali harus dihancurkan.
Belum sempat Kronos selesai berbicara, semuanya sudah menyerang. Tapi Kronos tidak membalas serangan Leo, Arthur, Eleanor, Raymond, atau Logan. Ia hanya menyerang Marc dari Earth-321 dan Damian dari Earth-578.
Leo bertanya lagi, kesal. “Kenapa cuma mereka berdua?”
Kronos menjawab. Tugasnya hanya satu: menghancurkan anomali. Anomali itu adalah Marcus Vance dari Earth-321 dan Damian Sterling dari Earth-578. Kemunculan mereka di Earth-202 menciptakan ketidakseimbangan. Jika keduanya tidak disingkirkan, Earth-202 dan Earth-001 yang sudah menyatu akan meledak dalam 24 jam.
Damian menunduk. Rasa bersalah menghimpitnya. Ia siap menyerahkan diri. Tapi Marc menolak. “Kenapa tidak dikembalikan saja ke dunia kami?”
Kronos menjawab lagi. Mengembalikan mereka sekarang pun tidak akan menyelesaikan masalah. Kerusakan sudah terjadi. Dunia tetap akan meledak.
Marc tetap tidak mau menurunkan ego. Damian kesal. Mereka berdua saling serang. Pertarungan berlangsung lama sampai keduanya kelelahan dan pingsan.
Kronos mengangkat tubuh mereka. Lalu menatap Hana. “Dia akan menjadi wadah bagi The Nexus.”
Logan menolak mentah-mentah. Ia tidak rela adiknya dijadikan wadah. Ia menyerang Kronos, tapi Raymond langsung memukulnya sampai pingsan. Menurut Raymond, ini adalah keputusan terbaik yang bisa diambil.
Tubuh Marc dan Damian berubah menjadi cahaya-cahaya kecil. Kronos membuka celah dimensi, memasukkan Hana ke dalamnya, lalu masuk menyusul. Sejak saat itu Kronos menjadi wakil penjaga multiverse.
Arthur mengulurkan tangan pada Leo. Mereka bersalaman. Leo sedikit bercanda. “Makasih, ya. Rumit banget hidup lo.”
Bom cahaya putih meledak.
Earth-202 kembali seperti semula. Semua orang bergerak lagi. Gedung Axiom Four menghilang. Di Earth-001 pun dunia kembali berjalan normal.
Di Earth-001, Logan sadar dengan wajah hancur. Eleanor menangis diam-diam. Sebagai ibu, ia merasa seharusnya menahan, tapi ia membiarkan semuanya terjadi. Arthur menenangkan istrinya. Raymond menenangkan Logan.
Sementara di Earth-202, Leo datang ke tempat pemakaman. Makam Marcus Vance dan Damian Sterling dari dunia utama. Ia berdiri di depan batu nisan dan mulai mengejek mereka seperti biasa. Lalu tiba-tiba air matanya jatuh. Ia mengusap wajah dengan kasar, naik motor, dan pergi.
Saat mengantar makanan, pembeli menolak membayar. Leo menebas kepala orang itu tanpa ragu, lalu naik ke lantai 10 sebuah gedung dan melompat. Di udara ia menyapa penonton seperti biasa, mengucapkan terima kasih, dan melempar beberapa lelucon.
Tamat.