Akhir-akhir ini, selera makanku sedang buruk. Aku sedang berada di fase ketika rasanya tak begitu bergairah untuk makan. Lebih banyak minum, dan kupi menjadi minuman favoritku. Aku lupa… atau mungkin tak sadar, kalau terlalu banyak kupi ternyata tidak baik untuk lambungku.
Pagi itu, seperti biasa, Mama membawakan bekal sarapan untukku. Mama tahu aku sering tidak sarapan, jadi ia selalu berusaha memastikan ada sesuatu yang bisa kumakan.
Nasi kuning khas Mama akhirnya kubawa ke tempat gawe.
Begitu sampai, nasi kuning Mama hanya kusisihkan begitu saja. Aku mulai sibuk berselancar dengan benda pipih di tanganku.
Dan tanpa sadar…
Nasi kuning Mama terlupakan.
Sampai kemudian sebuah chat dari pemilik hatiku masuk. Bukan hanya satu, tapi beruntun. Salah satunya menanyakan tentang sarapanku.
Saat itulah aku teringat…
Nasi kuning Mama.
Masih tersimpan rapi di dalam plastik.
Entah kenapa, mataku tiba-tiba berkaca-kaca ketika dia menawarkan untuk menemaniku sarapan.
Tidak.
Aku tidak ingin menangis.
Tapi air mataku seolah punya kehendaknya sendiri. Ia lurus mengalir begitu saja, tanpa sempat kuminta untuk berhenti.
Aku tersenyum kecil sambil membuka mika berisi nasi kuning buatan Mama.
Lalu membaca pesan-pesannya yang menunjukkan bahwa dia begitu memperhatikanku.
Aku terisak…
Namun aku tetap tersenyum.
Ada sesuatu yang hangat memenuhi hati.
Rasanya sederhana sekali, hanya ditemani dari jauh untuk sarapan. Tapi perhatian kecil itu terasa begitu besar bagiku.
Tanpa sadar, aku membuka mulutku.
Dalam bayanganku, seolah dia benar-benar ada di hadapanku, menyuapiku dengan tangannya sendiri.
Entah mengapa bayangan sederhana itu membuat sarapan pagi itu terasa berbeda.
Ada Mama, dengan nasi kuning buatannya.
Ada dia, pemilik hatiku, yang meski tak berada di sampingku, tetap berusaha hadir dan menemaniku.
Dan akhirnya…
Alhamdulillah, nasi kuning Mama habis kunikmati.
Bukan sendirian.
Tapi bersama dia…
Bersama perhatian kecil yang berhasil membuat hati yang sedang tak bergairah untuk makan, kembali terasa hangat.
Sarapan nasi kuning Mama, ditemani pemilik hati, sederhana, tapi pagi itu terasa begitu istimewa.
_________
170906
NATH_LOVE