Pernah nggak sih kalian melihat sebuah kelompok yang awalnya dibuat untuk bersenang-senang, tetapi entah bagaimana malah berubah menjadi sumber keributan setiap hari?
Kalau belum pernah, berarti kalian belum pernah bertemu dengan geng yang satu ini.
Namanya adalah Geng Bocil Nana.
Dan percayalah...
Namanya saja sudah cukup membuat beberapa hero di Land of Dawn menarik napas panjang.
Semuanya bermula dari satu ide sederhana.
Nana ingin membuat sebuah geng.
Bukan geng jahat.
Bukan geng yang ingin menguasai Land of Dawn.
Bukan juga geng yang ingin mencari masalah.
Setidaknya...
Itu rencananya.
-
-
-
-
-
-Selamat membaca dan semoga terhibur dengan cerita ini-
Good read
*****
"Kenapa di Land of Dawn nggak ada geng khusus perempuan kecil?" tanya Nana suatu sore.
Dia sedang duduk di atas sebuah batu sambil memainkan boomerangnya.
Di sampingnya ada Lolita yang sedang membersihkan palunya.
"Memangnya kenapa harus ada geng?" tanya Lolita.
"Karena seru!"
"Itu bukan alasan."
"Menurutku alasan itu sudah cukup."
Lolita menghela napas.
Kalau sudah berurusan dengan Nana, memang agak sulit untuk menang dalam perdebatan.
Nana kemudian berdiri.
Matanya berbinar-binar.
"Aku akan membuat geng!"
Lolita langsung berhenti membersihkan palunya.
"Jangan."
"Namanya..."
Nana berpikir.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
"Geng Bocil Nana!"
Lolita menatap Nana.
"Nana."
"Ya?"
"Nama itu buruk."
"Justru keren!"
"Namanya terdengar seperti kelompok yang akan membuat masalah."
Nana tersenyum lebar.
"Tenang saja."
Nana mengangkat kedua tangannya.
"Kita nggak akan membuat masalah."
Dan di sinilah masalah pertama muncul.
Karena ketika Nana mengatakan...
"Kita nggak akan membuat masalah."
Sebenarnya kalian sudah tahu apa yang akan terjadi.
Benar.
Mereka akan membuat masalah.
***
Nana mulai mencari anggota.
Target pertamanya adalah Chang'e.
Nana menemukan Chang'e sedang bermain di dekat sebuah bukit.
"Chang'e!"
"Hm?"
"Mau masuk gengku?"
Chang'e menatap Nana.
"Geng apa?"
"Geng Bocil Nana."
Chang'e langsung tersenyum.
"Namanya lucu!"
"Nah, kan!"
"Ada makanan?"
Nana terdiam.
"Belum kepikiran."
Chang'e langsung mengangguk.
"Aku ikut."
Nana hampir terjatuh.
"Tunggu... jadi kamu ikut karena makanan?"
"Kalau ada makanan, aku semangat."
Nana mengangguk serius.
"Baiklah. Kamu anggota kedua."
"Kenapa kedua?"
"Karena aku ketuanya."
"Terus siapa anggota pertama?"
"Ya aku."
"Oh."
Sederhana.
Sangat sederhana.
Terlalu sederhana.
Setelah Chang'e, mereka menemukan Floryn.
Floryn awalnya tidak tertarik.
"Aku rasa geng bukan ide yang bagus."
Nana mendekat.
"Kita cuma bersenang-senang."
"Benarkah?"
"Benar."
"Kita tidak akan membuat keributan?"
"Tidak."
Floryn akhirnya mengangguk.
"Baiklah."
Nana tersenyum.
"Selamat datang!"
Floryn tersenyum.
Sayangnya, dia belum tahu satu hal.
Nana sedang berbohong tanpa sadar.
Anggota berikutnya adalah Lolita.
Sebenarnya Lolita tidak mau.
Tapi Nana terus membujuknya.
"Yuk!"
"Tidak."
"Yuk!"
"Tidak."
"Yuk!"
"Nana."
"Yuk!"
"Baiklah."
"YES!"
Dan akhirnya, Lolita resmi menjadi anggota.
Lalu datanglah satu anggota terakhir.
Layla.
Layla datang sambil membawa senjatanya.
"Katanya ada geng baru?"
Nana mengangguk.
"Betul."
"Siapa ketuanya?"
Nana menunjuk dirinya sendiri.
"Aku."
Layla tertawa kecil.
"Kenapa aku nggak kaget?"
Akhirnya geng itu memiliki lima
anggota:
Nana — Ketua
Lolita — Wakil Ketua
Chang'e — Bagian Makanan
Floryn — Bagian Perdamaian
Layla — Bagian... entahlah.
"Kenapa aku bagian entahlah?" protes Layla.
Nana menjawab santai.
"Karena kita belum menemukan tugasmu."
"Jadi aku anggota tidak berguna?"
"Bukan."
Nana menepuk bahu Layla.
"Kamu anggota serbaguna."
Layla tersenyum.
"Oh."
Kemudian Nana menambahkan.
"Kalau ada keributan, kamu maju."
Layla langsung diam.
"Jadi aku bagian keributan?"
Nana tersenyum.
"Kurang lebih."
***
Nana mengumpulkan semua anggota.
Mereka duduk melingkar.
Di tengah mereka ada sebuah papan kayu.
Nana menulis:
PERATURAN GENG BOCIL NANA
1. Tidak boleh bertengkar dengan anggota sendiri.
2. Tidak boleh meninggalkan teman.
3. Wajib berbagi makanan.
4. Tidak boleh membuat keributan.
5. Ketua selalu benar.
Lolita mengangkat tangan.
"Nomor lima tidak adil."
Nana mencoret.
Kemudian menggantinya.
5. Ketua hampir selalu benar.
Lolita mengangguk.
"Lebih baik."
Chang'e mengangkat tangan.
"Kalau aku punya dua kue dan Nana punya tiga kue, kamu harus berbagi?"
"Iya."
"Kalau Nana punya sepuluh?"
"Iya."
"Kalau Nana punya seratus?"
"Iya."
Chang'e langsung memeluk Nana.
"Ketua terbaik!"
Nana tertawa.
Floryn kemudian membaca aturan nomor empat.
"Tidak boleh membuat keributan."
Semua mengangguk.
"Setuju."
Nana tersenyum.
"Mulai hari ini kita adalah geng paling damai di Land of Dawn!"
...
Lima detik kemudian.
DUAR!
Sebuah benda jatuh dari atas pohon.
Semua menoleh.
Nana terkejut.
"Itu bukan aku."
Lolita menatap Chang'e.
Chang'e menunjuk Layla.
Layla menunjuk Nana.
Nana menunjuk...
Tidak ada siapa-siapa.
"Kenapa semuanya menunjuk aku?"
***
Ternyata suara tadi berasal dari sebuah keranjang buah yang jatuh.
Masalahnya...
Keranjang itu milik hero lain.
Dan pemiliknya sedang berdiri tepat di belakang mereka.
"Siapa yang menjatuhkan keranjangku?"
Semua anggota geng diam.
Nana perlahan mengangkat tangan.
"Aku..."
Lolita langsung berbisik.
"Jangan mengaku kalau belum tahu."
Nana menurunkan tangannya.
"Kalau begitu..."
Dia menunjuk Layla.
"Dia."
Layla melotot.
"HAH?!"
"Aku tidak melakukan apa-apa!"
Chang'e ikut menunjuk.
"Kayaknya tadi Layla yang berdiri dekat pohon."
"Aku cuma berdiri!"
Floryn mencoba menenangkan.
"Sudah, jangan bertengkar."
Tetapi terlambat.
Layla mulai berdebat dengan Chang'e.
Chang'e berdebat dengan Nana.
Nana berdebat dengan Lolita.
Lolita malah berusaha menghentikan semuanya.
Dan Floryn?
Dia duduk di tengah sambil memegang kepala.
"Kenapa aku masuk geng ini?"
Akhirnya Nana berdiri di atas sebuah batu.
"DIAM!"
Semua langsung berhenti.
Nana menarik napas.
"Kita punya aturan."
Lolita mengangguk.
"Betul."
"Aturan nomor empat."
Floryn tersenyum.
"Tidak boleh membuat keributan."
Nana mengangguk.
"Betul."
Mereka semua saling melihat.
Kemudian Nana berkata:
"Jadi..."
"Kita pergi dari sini sebelum ada yang tahu."
Semua:
"SETUJU!"
***
Beberapa hari kemudian, Nana memberikan pengumuman.
"Geng kita mendapat misi!"
Semua anggota berkumpul.
Chang'e membawa makanan.
Lolita membawa palu.
Layla membawa senjatanya.
Floryn membawa perlengkapan penyembuhan.
Nana membawa...
Boomerang.
"Jadi misi kita apa?" tanya Layla.
Nana membuka sebuah kertas.
"Kita harus mengambil sebuah kotak yang tertinggal di dekat hutan."
"Sesederhana itu?"
"Iya."
Chang'e menggigit kue.
"Kalau begitu cepat selesai."
Mereka berjalan menuju hutan.
Awalnya semuanya baik-baik saja.
Tidak ada keributan.
Tidak ada masalah.
Tidak ada yang tersesat.
Bahkan Nana terlihat sangat serius.
"Aku bangga pada kita."
Lolita tersenyum.
"Bagus."
Tiba-tiba Chang'e berhenti.
"Tunggu."
Semua berhenti.
"Ada apa?"
Chang'e menunjuk ke arah semak.
"Aku mendengar sesuatu."
Semua menjadi waspada.
Semak itu bergerak.
Pelan.
Kemudian semakin keras.
Layla bersiap.
Lolita mengangkat palunya.
Floryn mundur.
Nana memegang boomerang.
Semua menunggu.
Lalu...
Muncul seekor kelinci.
Semua diam.
Chang'e menatap kelinci itu.
"Oh."
Layla menurunkan senjatanya.
"Aku hampir panik."
Nana tertawa.
"Tenang. Kita aman."
Kelinci itu mengambil kue milik Chang'e.
Chang'e langsung berteriak.
"HEI!"
Dia mengejar kelinci.
"BALIKIN!"
Nana mengejar Chang'e.
"Chang'e, jangan!"
Layla mengejar Nana.
"Lho, aku harus ikut?"
Lolita mengejar Layla.
"Jangan meninggalkan kelompok!"
Floryn mengejar semuanya.
"Tunggu!"
Dan begitulah...
misi pertama mereka berubah menjadi kejar-kejaran dengan seekor kelinci.
***
Setelah kejadian itu, berita tentang Geng Bocil Nana mulai menyebar.
Bukan karena mereka hebat.
Bukan karena mereka memenangkan pertempuran.
Bukan juga karena mereka menyelamatkan Land of Dawn.
Tetapi karena...
mereka ribut di mana-mana.
Kalau Nana dan teman-temannya datang ke sebuah tempat, beberapa hero langsung bertanya:
"Kenapa mereka datang?"
Ada yang langsung pergi.
Ada yang bersembunyi.
Ada yang pura-pura tidak melihat.
Bahkan beberapa hero mulai membuat daftar.
Tempat yang pernah dibuat ribut oleh Geng Bocil Nana:
1. Hutan.
Karena mengejar kelinci.
2. Lapangan.
Karena Chang'e kehilangan makanannya.
3. Perpustakaan.
Karena Nana bersin terlalu keras.
4. Tepi sungai.
Karena Layla dan Lolita berdebat siapa yang lebih kuat.
5. Markas.
Karena mereka lupa siapa yang bertugas membersihkan.
Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah.
Setiap kali salah satu anggota mendapat masalah...
Yang lain selalu datang.
Ketika Chang'e kehilangan makanannya, semua ikut mencari.
Ketika Layla merasa kesal karena tidak dianggap serius, Nana menemaninya.
Ketika Lolita terlalu lelah mengurus semuanya, Floryn membantunya.
Ketika Floryn merasa gagal menjaga perdamaian, mereka semua membuatnya tertawa.
Dan ketika Nana mulai berpikir bahwa gengnya terlalu merepotkan...
Teman-temannya selalu mengingatkan.
"Kita memang ribut."
"Tapi kita tetap bersama."
Nana tersenyum.
"Benar."
Dia kemudian mengangkat boomerangnya.
"Mulai sekarang, kita harus menjadi geng yang lebih baik!"
Semua bersorak.
"SETUJU!"
Nana kemudian menunjuk ke langit.
"Dan suatu hari nanti..."
"Kita akan menjadi geng paling terkenal di Land of Dawn!"
Layla tertawa.
"Terkenal karena apa?"
Nana berpikir.
"Karena..."
Dia berhenti.
Kemudian tersenyum.
"Karena paling kompak!"
Semua tersenyum.
Tapi dari kejauhan terdengar suara keras.
BRUK!
Mereka semua menoleh.
Sebuah papan tanda baru saja jatuh.
Nana melihat teman-temannya.
Teman-temannya melihat Nana.
Nana menunjuk dirinya sendiri.
"Jangan lihat aku."
Layla menunjuk Nana.
"Kamu ketuanya."
"Aku tidak melakukannya!"
Chang'e mengangkat tangan.
"Aku juga tidak."
Lolita menghela napas.
"Sudah."
Floryn tersenyum kecil.
"Yuk, kita bereskan."
Mereka pun berjalan bersama.
Mungkin mereka bukan geng paling kuat.
Mungkin mereka bukan geng paling disiplin.
Dan jelas...
mereka bukan geng paling tenang.
Tapi kalau kalian bertanya kepada mereka apa arti sebuah geng?
Nana akan menjawab:
"Teman yang tetap tinggal ketika semuanya pergi."
Kemudian Chang'e akan menambahkan:
"Dan teman yang mau berbagi makanan."
Lolita akan berkata:
"Teman yang saling membantu."
Floryn akan tersenyum.
"Teman yang tidak meninggalkan satu sama lain."
Layla akan mengangkat bahu.
"Dan teman yang selalu bikin masalah."
Nana langsung protes.
"HEI!"
Mereka semua tertawa.
Dan begitulah kisah Geng Bocil Nana dimulai.
Sebuah geng kecil berisi para hero perempuan yang mungkin terlalu berisik, terlalu ceria, terlalu keras kepala, dan terlalu sering membuat keributan.
Tetapi di balik semua keributan itu...
Mereka punya satu hal yang tidak bisa dikalahkan siapa pun.
Persahabatan.
Jadi, kalau suatu hari kalian sedang berjalan santai di Land of Dawn dan tiba-tiba mendengar suara:
"CHANG'E, JANGAN HABISKAN MAKANANKU!"
Disusul teriakan:
"NANA, TUNGGU!"
Lalu suara Layla:
"KENAPA AKU YANG DISALAHKAN?!"
Dan Lolita berteriak:
"SEMUA DIAM!"
Sementara Floryn hanya berkata:
"Aduh..."
Jangan panik.
Itu bukan perang.
Itu cuma...
GENG BOCIL NANA