Setiap saat dia selalu mengikuti ku dalam kegelapan. Aura yang mengerikan selalu keluar dari dirinya. Dia seperti seorang stalker yang mengikuti dimana pun aku berada. Sampai tiba hari itu, hari dimana aku mengetahui segalanya.
.
.
Namaku adalah Adellia, aku tinggal didesa kabut. Awalnya kehidupan ku normal hingga tibalah hari itu. Aku selalu merasa ada yang mengikutiku namun, saat ku perhatikan tidak ada siapa-siapa.
Namun, ada satu orang yang mencurigakan dia adalah teman masa kecilku sekaligus cinta pertamaku. Dia adalah mantan pacar ku. Kita putus tidak dengan alasan yang jelas, tiba-tiba hi dia langsung bilang putus padaku.
Awalnya aku tidak terima karena tidak ada. alasan untuk kami putus namun, apa boleh buat cinta tidak boleh dipaksakan.
Dia pria yang baik, murah senyum dan baik hati itulah yang membuat ku menyukai nya. Kita selalu bersama meski sekarang status kita sudah berbeda yaitu mantan. Tidak apa-apa asalkan aku tetap berada disisinya.
Tapi akhir-akhir ini dia berubah, ntahlah aku bingung dengannya. Dia tiba-tiba akan berubah gelisah lalu seperti menahan nafas saat berdekatan dengan ku. Apakah aku sebau itu hingga dia menahan nafasnya.
Malam ini hujan turun begitu deras, kilat petir terus saling bersahutan seakan berlomba petir yang mana yang paling kuat.
Aku memasuki kamarku, berbaring sambil memeluk guling kesayangan ku. Saat aku masih setengah sadar aku mendengar suara seorang mendekat kearah ranjangku.
Aku ketakutan sehingga langsung berteriak dengan cepat orang tersebut membekap mulut ku.
Aku tidak berani membuka mata namun, mau tubuhnya tidak asing hingga ku coba buka mataku pelan-pelan betapa kagetnya aku ternyata dialah orangnya, orang yang selalu ini mengganggu kenyamanan ku.
Dia adalah Riyan mantan pacarku. Betapa kagetnya aku mengetahui ini semua. Tunggu seperti nya penampilan nya malam ini sedikit berbeda. Malam ini Penampilan nya berantakan, baju yang terkancing hanya dibagian bawah, rambut acak-acakan dan mata yang bewarna merah. Sejak kapan warna matanya merah bukannya hitam pekat.
Dia sedikit demi sedikit mendekat, aku ketakutan dia seperti bukan dirinya tapi aku kasih tidak mengerti apa yang terjadi.
Dia mengendus leherku, rasa geli kini merayap dan rasa takut kian menjadi. Dia berbicara sangat pelan bahkan aku hampir tidak mendengar.
Dia mengucapkan kata "maaf" berkali-kali, aku tidak tahu maksudnya apa. Hingga aku merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan menembus kulit leherku dan aku mendengar suara tegukan air yang artinya dia sedang meminum darah ku.
Sangat lama dia menggigit leherku semakin lama kesadaran ku semakin hilang terakhir yang kudengar dia lagi-lagi berkata "maaf" hingga barulah ku sadari ternyata selama ini aku berpacaran dengan seorang vampir. Aku tidak menyesal mengenalnya yang aku sesalkan kenapa aku pergi untuk selamanya dengan cara seperti ini.
AND:)