Kau harus memiliki kesabaran yang ekstra saat bertemu dengan Atte.
Kenapa? Karena Atte ngeselin.
Apakah itu menjelaskan semuanya? Oh tentu...
Tidak.
Atte adalah pemuda ceria yang tidak sengaja kau temui dijalan, lalu kau berteman dengannya dan ya gitu. Entah mengapa kau sedikit menyesal, seharusnya kau tidak menyapanya dulu.
Asal kau tau saja, Atte itu orang yang lengket.
Kini kau berada di bangku taman. Menikmati pemandangan indah nan damai. Hingga suatu suara yang amat-amat kau hindari, masuk ke Indra pendengaran mu.
"[NAME]-CHANNNN!!!"
"Uhuk- Leher ku hoi!" kau berusaha melepaskan pelukan super kuat dari Atte.
Untungnya kau tau cara yang efektif agar Atte melepaskan pelukannya. Kalau kau tidak tau cara itu, mungkin kau sudah mati.
Selepas itu, Atte duduk di samping mu. Ia heboh sedari tadi, heboh melihat burung-burung yang terbang, orang pacaran, Ken yang ngejauh dari ceue yang ada di taman, Aegis yang mainin kucing, dan Gilbert yang ada di samping Ken tapi entah mengapa ia di abaikan oleh yang lain.
Padahal Gilbert gans ugha :(
Kau melihat Atte, Kenapa ni anak sifatnya 11 12 ama Aegis coba? Sama-sama heboh heh, Batinmu memerhatikan Atte.
Atte yang merasa di perhatikan, menoleh ke padamu.
"Kau lihat apa [Name]-chan? Oh!! JANGAN-JANGAN KAU MENYUKAI KU?!" Seru Atte dengan gembira, sembari menunjuk dirinya sendiri.
Kau hanya diam melihat tingkahnya. Kau menghela nafas panjang, kenapa setiap ada Atte dan Aegis kau serasa memiliki dua anak kembar yang bandel nya gak ketulung.
"Ga. Aku ga suka kamu."
"HEH?! [NAME]-CHAN JAHATTTT!! BILANGIN KEN NIH"
"Apa hubungannya ama Ken coba.."
"Kemaren [Name]-chan abis di kasih liontin dari Ken kannn? ♪~('ε` )" tanya Atte.
"Y." Dan kau membalasnya singkat padat dan jelas. Tak perlu dijelaskan lagi kalau kau memang mendapatkan sebuah liontin dari Ken.
"KALAU BEGITU! AKU AKAN MEMBERIKAN [NAME]-CHAN PEKUKANNN!!"
Dan kau harus mendapatkan pelukan maut Atte, lagi.