Han, dia pemuda kurang ajar yang sudah menyakiti hatiku
Han, dia pemuda pembohong yang sudah menipuku,
Han, dia pemuda hebat yang sudah menaklukkan ku,
Han, dia ... adalah bagian dari alam semesta yang telah kubentuk,
Han, dia sudah seperti bagian dari bintang dalam hidupku,
Tapi,
Aku lupa, bahwa Han, tidak ingin menjadi bintang yang hanya bisa menetap,
Ada kalanya ia datang dan pergi,
Han, dia tidak bisa diam,
Layaknya komet, dia selalu kesana kemari,
Han, dia datang dihidupku dengan membawa sejuta cerita dan kenangan indah,
Han, dia pergi dihidupku dengan meninggalkan sebuah luka yang amat menyakitkan dan susah untuk di lupa.
Kini, aku melihatnya,
Dia tersenyum lebar menatapku,
Setelah masa karantina nya di Kalimantan, akibat kasus laknat yang telah ia perbuat,
Han kembali lagi,
Han datang lagi ke kehidupan ku,
Dia seperti komet yang datang membawa cahaya terang,
Aku menangis sederas-derasnya air mata yang mampu kukeluarkan, kutumpahkan semuanya.
Aku mengepalkan tangan kuat dan menunduk kala ku tau dia datang mendekat kearahku,
Aku ingin menamparnya atas segala kelakuan nakal yang telah ia perbuat padaku dan orang-orang tersayangnya,
Tapi dia terlalu sayang untuk ku pukul, layaknya berlian, dia terlalu berharga,
Iya!
Seberharga itu Han dalam hidupku,
Grep!
Dia memelukku dan dia kembali menang dan berhasil,
Menghancurkan tembok pertahanan ku,
"Pembohong!" Umpat ku
"Pengecut!" Umpat ku lagi masih didekapannya
"Aku membencimu!" Ucapku kali ini berbohong, dia makin mengeratkan pelukannya dan mengecup kepala ku yang hanya sebatas lehernya saja.
"I Love You,"
****
Jadi, Han ini bukan bocah yang salah pergaulan yang ingin coba-coba sehingga dia terjerumus dalam kasus narkoba, hanya saja Han memang memilih jalan ini untuk dirinya yang saat itu mengalami titik rendah dalam hidupnya dan dia tidak memiliki pegangan.
Seolah tidak ada seorangpun dalam hidupnya yang bisa menolongnya, dan saya marah padanya.
Dia menganggap orangtuanya apa?! Dia menganggap adik perempuannya apa?!
Dia menganggap ku ... apa?
Setelah semesta yang kubangun dengan indah dan ada kau disana Han, kau merusaknya dengan seenak jidat! Menyebalkan bukan,
Kini dia duduk bersama ku, disampingku, menikmati secangkir hangat Mocca Late, kami membahas apapun untuk membalaskan dendam kami karena sudah berbulan-bulan entah berapa banyak waktu yang kuhabiskan tanpa sosok Han,
Saya sedikit melunturkan senyum kala Han menyinggung masalah sensitif kami,
Masalah hubungan kami,
Yang dirusak karenanya,
Dia bertanya apakah aku dan dia yang dia sebut dengan 'kita' ini masih sama?
Tentu saja saya menjawab tidak!
Perasaanku padanya sudah berubah,
Hohooo Han, kamu gak tau selama absenmu dalam hidupku yang membuat bathinmu terguncang, semuanya tidak akan sama Han,
Semuanya tidak akan kembali sama,
Saya mengukir kehidupan baru dengan tampilan diriku yang ikut baru juga,
"Tapi Han, kurasa ada yang masih sama, cuma sampulnya udah beda lagi," ucapku setelah menengguk sedikit Mocca Late ku. Han menatap mataku dalam dan mengelus punggung tanganku.
"Apa?"
"Bahwa aku masih mencintaimu,"
Han tersenyum pedih, pandangannya nanar,
"Maaf Rin,"
"Enggak Han!"
Bukan!!! Maaf nya Han bukan karena dia menolak perasaanku lagi, maafnya Han itu karena dia telah mengubah segalanya termasuk perasaan saya yang masih sama namun sudah berbeda sampul.
Tidak ada lagi Cinta dengan tangis pilu kesedihan karena hilang, itu sudah bukan lagi Cinta dari sosok saya Sherin Tanaka,
Sekarang adalah Cinta dengan ketegaran dan keikhlasan, tidak akan ada lagi kesedihan, tapi keikhlasan ... Dan itulah yang kumaksud sama tapi berbeda.
Han memelukku,
"Kamu hebat Han!" Ucapku mengapresiasi kebangkitannya setelah apa yang telah ia alami.
Dia datang dan bangkit, yang membuat saya bangga, itu bukan karena saya, tapi ... karena dirinya sendiri,
Jika saja Han bilang bahwa dirinya yang saat ini karena diriku, siap-siap saja Han kamu pergi menjauh dari semesta saya, semesta saya sudah tidak lagi menampung orang seperti mu, orang yang akan berubah hanya karena adanya orang lain dalam hidupnya, yang hanya bisa menggantungkan orang lain dalam hidupnya.
Semesta ku begini juga karena ulahmu Han!
Kamu pergi dan menyadarkan aku bahwa aku gak bisa tergantung padamu lagi, dan aku berterimakasih.
"Yaudah," ucapnya lalu mengurai pelukkan diantara kami,
"Sherin Tanaka, Will you—"
"Bentar Han bentar!" Ucapku menyela,
"Jangan dulu!" Tambahku lagi, Han tampak mengernyit,
"Kita masih butuh waktu lagi Han,"
Han menatapku dalam,
Lalu ia tersenyum lembut, aduh, senyumnya ...
"I Love you ... "
"Love you too banyakan aku dikit tapi,"
"Terserah Rin! Kukira aku pulang dan setelah aku jadi Direktur kamu mau aku lamar," kekehnya,
"Yeee gila apa, kita masih butuh waktu okee, aku gak mau terburu-buru,"
"I know,"
"Makasih pengertiannya," Lanjut Han dan kembali mendekap ku erat.
"Perasaan kita masih sama Han, tapi kali ini aku mau mengemasnya dengan beda, gak ada lagi rasa sakit, aku akan mencoba mengerti,"
Dia Han,
Song Writer
Rapper
Director Executive
Dia segalanya
Han I Love you
Ini curahan Sherin Tanaka, tentang Han nya yang sudah berhasil bangkit
****
HALU HALU HALUUUU WKWKWK!!!
Jadi ini tuh Fanfic Aku X Kim Hanbin
Tau Kim Hanbin?! Tauuu?!!! Yaaaaakkk
Jadi ini aku tuh masih seneng banget dia bisa bangkit setelah kasus narkobanya dan akhirnya dia bisa sembuh, trus dia ditawarin buat jadi Director Executive, aku bangga bangettt ya aaaaaaa gemoyy sekian dulu dehhh,
Iseng dan pengen banget nyeritain tentang Hanbin aku sayang dia dia gak sayang aku yaudah lah ...